- Turunkan rezim Prabowo dan Gibran
- Restrukturisasi kabinet yang gemuk
- Pemangkasan anggaran legislatif, eksekutif, yudikatif
- Tolak Koperasi Merah Putih
- Tolak dan revisi kembali UU Polri
- Tolak militerisme di ranah sipil dan kembalikan TNI ke barak
- Tolak PSN di Papua
- Mendesak Pertamina untuk memastikan pasokan BBM subsidi tersedia secara nasional
- Hentikan seluruh pelanggaran HAM di Indonesia
Demo di Depan Gedung DPRD Sulawesi Utara, Mahasiswa Bawa 16 Tuntutan

Ratusan mahasiswa dari berbagai organisasi di Sulawesi Utara menggelar demo di depan DPRD Sulut, membawa 16 tuntutan terkait isu nasional dan lokal.
Aksi sempat ricuh saat massa mencoba masuk ke gedung DPRD, merobohkan pagar, hingga dibubarkan polisi dengan watercanon dan gas air mata.
DPRD Sulut menyatakan siap menerima aspirasi di halaman kantor, namun menolak dialog di dalam gedung karena pengalaman aksi sebelumnya yang tidak tertib.
Manado, IDNTimes - Gabungan organisasi kemahasiswaan Cipayung Plus bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Sulawesi Utara menggelar demonstrasi di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut, Rabu (17/6/2026). Sebelumnya, merek konvoi dari Taman Makam Pahlawan (TMP) Kairagi sembari mengibarkan bendera masing-masing.
"Kami ingin masuk!" seru para demonstran yang tiba sekitar pukul 16.00 WITA.
Namun, hingga akhir demonstrasi mereka tak diperbolehkan masuk. Demonstrasi ini merupakan respons dari sejumlah isu nasional maupun lokal.
1. Bawa keranda dan bawa foto Prabowo-Gibran

Selain membawa bendera, demonstran juga membawa keranda yang ditempel foto Presiden RI, Prabowo Subianto, dan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka. Para demonstran juga berupaya masuk beberapa kali, namun gagal.
Mereka hanya berhasil merobohkan pagar gedung DPRD Sulut. Aksi tersebut kemudian direspons oleh tembakan watercanon dan gas air mata.
Massa aksi akhirnya dipukul mundur polisi sekitar pukul 18.00 WITA. Saat hendak pulang, para demonstran sempat mengangkat rongsokan mobil bekas ke tengah jalan untuk menghalau polisi.
2. Tanggapan anggota DPRD Sulut

Anggota DPRD Sulut, Royke Anter, menyebut bahwa pihaknya sebenarnya ingin menerima para demonstran di halaman kantor DPRD Sulut. Namun, hal tersebut tak direspon baik oleh massa aksi yang ingin berdialog di dalam gedung.
"Karena sudah pernah terjadi saat aksi tahun kemarin, ketika diterima di dalam terjadi aksi-aksi yang tidak tertib. Karena pengalaman itu sehingga kami tidak menerima lagi di dalam," tuturnya.
Royke menyayangkan aspirasi yang pada akhirnya tidak bisa disampaikan. Ia berharap mahasiswa berpikir lebih jernih ke depan agar aspirasi bisa disampaikan dengan baik.
3. Daftar tuntutan

Berikut sejumlah tuntutan yang dibawa oleh demonstran:
Isu nasional
Isu lokal
- Menolak keras perampasan ruang hidup masyarakat Sulawesi Utara
- Menekan publikasi draft RTRW
- Kenaikan harga bahan pokok
- Desentralisasi pendapatan daerah
- Evaluasi program Trans Manado
- Tuntaskan kasus pelecehan seksual di Sulawesi Utara
- Tolak MBG dikelola kampus




![[BREAKING] Kejati Sulsel Geledah Kantor Disdik soal Dugaan Korupsi Smart Library](https://image.idntimes.com/post/20260617/upload_a5b83f58efba52215d7944f6d280377c_ac56fa83-c2f2-4d90-90c1-8afb48df5f26_watermarked_idntimes-1.jpeg)













