Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Unhas Bantah Kabar Skorsing Mahasiswa Pengkritik MBG dan SPPG

Unhas Bantah Kabar Skorsing Mahasiswa Pengkritik MBG dan SPPG
Ilustrasi Universitas Hasanuddin Makassar. (IDN Times/Achmad Hidayat Alsair)
Intinya Sih
  • Unhas membantah kabar skorsing terhadap mahasiswa pengkritik program MBG dan SPPG, menegaskan tidak ada keputusan sanksi dari fakultas maupun rektorat.
  • Pihak kampus menegaskan komitmen menjaga kebebasan akademik serta membuka ruang dialog, kritik, dan pengawasan yang bertanggung jawab bagi mahasiswa dan masyarakat.
  • Isu skorsing bermula dari unggahan media sosial yang menyebut ancaman D.O kepada 28 mahasiswa Teknik, namun Unhas memastikan informasi itu tidak benar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Makassar, IDN Times - Universitas Hasanuddin (Unhas) membantah kabar yang menyebut adanya keputusan skorsing terhadap mahasiswa. Informasi yang beredar menyebut sanksi itu diberikan kepada mahasiswa yang mengkritik program Makan Bergizi Gratis (MBG) maupun pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lingkungan kampus.

Kepala Bidang Humas Unhas, Ishaq Rahman, menegaskan tidak ada kebijakan skorsing yang dikeluarkan oleh fakultas maupun rektorat. Menurutnya, tidak ada sanksi yang diberikan terkait aksi kritik mahasiswa terhadap program tersebut.

"Sehubungan informasi ini, kami tegaskan bahwa hal ini tidak benar. Tidak ada keputusan skorsing apapun yang diambil oleh fakultas maupun rektorat Unhas terkait aksi kritik terhadap MBG," kata Ishaq dalam pernyataan tertulis, Sabtu (13/6/2026).

1. Unhas tegaskan kebebasan akademik tetap dijunjung

Kampus Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar / Istimewa
Kampus Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar / Istimewa

Ishaq menyampaikan Unhas tetap menjunjung kebebasan akademik, kebebasan berpendapat, dan ruang dialog yang sehat di lingkungan kampus. Menurutnya, kritik dan masukan dari mahasiswa merupakan bagian dari upaya memperkuat tata kelola perguruan tinggi.

Dia mengatakan aspirasi mahasiswa tetap mendapat ruang. Menurutnya, penyampaian pendapat harus berlangsung secara bertanggung jawab, berbasis fakta, dan melalui jalur komunikasi yang terbuka.

"Kritik, masukan, dan aspirasi mahasiswa tetap menjadi bagian penting dalam penguatan tata kelola kampus. Namun, penyampaian aspirasi hendaknya dilakukan secara bertanggung jawab, berbasis fakta, serta melalui kanal komunikasi yang terbuka dan konstruktif," katanya.

2. Rektorat buka ruang pengawasan dan kritik

Ilustrasi rektorat Universitas Hasanuddin di Kota Makassar. (Dok. unhas.ac.id)
Ilustrasi rektorat Universitas Hasanuddin di Kota Makassar. (Dok. unhas.ac.id)

Terkait polemik pengelolaan SPPG di Kampus Unhas, Ishaq menegaskan pihak rektorat tetap membuka ruang pengawasan. Rektorat juga memberi ruang kritik dari mahasiswa maupun masyarakat sipil.

"Dalam kaitannya dengan isu pengelolaan SPPG di Kampus Unhas, pihak rektorat tetap membuka ruang pengawasan dan ruang kritik baik oleh mahasiswa maupun oleh komponen masyarakat sipil lainnya," katanya.

3. Isu skorsing bermula dari unggahan media sosial

IMG-20260613-WA0074.jpg
SPPG Tamalanrea 14 di Kampus Universitas Hasanuddin. (Dok. Humas Unhas)

Sebelumnya, informasi tersebut beredar melalui unggahan akun Instagram unhas.distopia. Dalam unggahan itu disebutkan sebanyak 28 mahasiswa Fakultas Teknik mendapat ancaman D.O yang disebut akan ditindaklanjuti melalui Majelis Kode Etik Mahasiswa (MKEM) Fakultas Teknik setelah menyuarakan kritik terhadap program MBG.

Isu tersebut mencuat setelah sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam aliansi mahasiswa Unhas menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Rektorat Unhas pada Kamis (11/6/2026). Massa aksi menolak keberadaan SPPG di lingkungan kampus dan menilai kampus seharusnya tetap menjadi ruang pengembangan ilmu pengetahuan.

Ishaq juga telah membantah kabar tersebut. Menurut dia, tidak ada mahasiswa Fakultas Teknik yang terlibat dalam aksi demonstrasi penolakan MBG yang digelar di Kampus Tamalanrea.

"Kami juga telah mengkonfirmasi kepada dekan Fakultas Teknik. Beliau tidak pernah mengeluarkan ancaman seperti itu. Hal ini juga dapat dikonfirmasi kepada para pengurus BEM Fakulas Teknik. Mereka memastikan tidak ada ancaman demikian," kata Ishaq.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata

Latest News Sulawesi Selatan

See More