Gempa M 6,7 di Sulteng: Basarnas Pastikan RS dan Bandara Palu Aman

- Basarnas Palu memastikan rumah sakit dan Bandara Mutiara SIS Al-Jufri tetap aman pascagempa magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Senin siang.
- BPBD Sulawesi Tengah mendirikan tenda darurat di area rumah sakit sebagai langkah antisipasi gempa susulan meski aktivitas bandara dan fasilitas vital berjalan normal.
- Terdapat retakan kecil di beberapa bangunan, namun situasi dinilai aman; Basarnas mengimbau warga tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah.
Makassar, IDN Times - Basarnas Palu memastikan kondisi sejumlah fasilitas vital di Sulawesi Tengah tetap aman pascagempa bumi magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah tersebut pada Senin (16/6/2026) pukul 11.27 WITA.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Palu, Muh Rizal, mengatakan hingga pukul 13.00 WITA pihaknya bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah terus melakukan pemantauan di sejumlah lokasi yang diduga terdampak gempa.
"Saat ini kami berada di Rumah Sakit Undata. Situasi terpantau aman dan seluruh pasien sudah kembali ke ruang perawatan masing-masing," kata Rizal dalam keterangannya.
1. BPBD siapkan tenda darurat antisipasi gempa susulan

Meski demikian, BPBD Sulawesi Tengah tetap menyiapkan langkah antisipasi dengan mendirikan tenda darurat di area rumah sakit guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya gempa susulan.
Selain rumah sakit, tim gabungan juga melakukan pemantauan di Bandara Mutiara SIS Al-Jufri Palu. Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan aktivitas penerbangan dan operasional bandara tetap berjalan normal.
2. Retakan pada sejumlah bangunan

Rizal mengungkapkan terdapat beberapa kerusakan ringan akibat gempa, seperti retakan kecil pada sejumlah bangunan. Selain itu, sebuah pintu di area bandara dilaporkan sempat terjatuh. Namun, kondisi secara umum dinyatakan aman.
"Walaupun ada keretakan kecil di beberapa lokasi dan laporan pintu yang sempat terjatuh di bandara, situasi relatif aman dan masyarakat sudah kembali beraktivitas seperti biasa," ujarnya.
3. Imbau warga tidak panik

Basarnas mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan hanya mengakses informasi dari sumber resmi pemerintah, seperti BPBD, BMKG, maupun Basarnas, guna menghindari penyebaran informasi yang tidak benar.
"Masyarakat kami minta tetap tenang. Jika membutuhkan bantuan atau terjadi kondisi darurat, segera menghubungi Basarnas maupun instansi terkait," tutup Rizal.
















