67 Rumah Terdampak Gempa M 6,7 di Sulteng, Satu Warga Meninggal

- Gempa berkekuatan M 6,7 mengguncang Sulawesi Tengah menyebabkan satu warga meninggal dan puluhan lainnya luka-luka, dengan Kabupaten Sigi menjadi wilayah terdampak paling parah.
- Sebanyak 67 rumah dan sejumlah fasilitas publik seperti jembatan, tempat ibadah, serta gedung perkantoran mengalami kerusakan di beberapa kabupaten termasuk Sigi, Poso, Parigi Moutong, dan Kota Palu.
- Pemerintah Kabupaten Sigi memproses status tanggap darurat selama 14 hari sambil memperkuat koordinasi penanganan bersama BPBD, TRC, dan instansi terkait untuk membantu masyarakat terdampak.
Makassar, IDN Times – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan satu warga meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026). Korban meninggal dunia berasal dari Kabupaten Sigi yang menjadi wilayah dengan dampak paling signifikan.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa jumlah warga terdampak dan kerusakan bangunan masih terus bertambah seiring proses pendataan di lapangan. Hingga Selasa malam, tercatat 110 kepala keluarga (KK) atau 312 jiwa terdampak akibat bencana tersebut.
1. Satu warga meninggal, puluhan warga terluka

Berdasarkan laporan yang dihimpun BNPB hingga pukul 19.00 WIB, sebanyak 25 warga mengalami luka ringan dan 13 warga mengalami luka berat. Satu korban meninggal dunia dilaporkan berasal dari Kabupaten Sigi.
Kabupaten Sigi menjadi wilayah dengan dampak korban paling besar. Tercatat sebanyak 89 KK atau 272 jiwa terdampak di daerah tersebut, dengan rincian 22 warga mengalami luka ringan dan 13 warga mengalami luka berat.
Sementara itu, Kabupaten Parigi Moutong mencatat sekitar 21 KK atau 40 jiwa terdampak. Di Kota Palu, dua warga mengalami luka ringan, sedangkan di Kabupaten Poso satu warga mengalami luka dan masih dalam pendataan lebih lanjut.
2. Sedikitnya 67 rumah terdampak gempa

Abdul Muhari menjelaskan bahwa pendataan kerusakan bangunan juga mengalami peningkatan seiring bertambahnya laporan dari daerah terdampak. Hingga saat ini, sedikitnya 67 unit rumah dilaporkan terdampak akibat gempa.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 26 unit rumah mengalami rusak ringan, enam unit rusak sedang, dan 12 unit rusak berat. Selain rumah warga, kerusakan juga terjadi pada enam fasilitas ibadah, dua jembatan, satu fasilitas umum, dua gedung perkantoran, tiga tempat usaha, serta satu ruas jalan provinsi penghubung Palu–Sigi–Poso yang mengalami amblas.
Kerusakan paling banyak dilaporkan berada di Kabupaten Sigi. Sebanyak 47 unit rumah terdampak, terdiri atas 23 rumah rusak ringan, enam rumah rusak sedang, dan 12 rumah rusak berat.
Di wilayah tersebut juga tercatat enam fasilitas ibadah terdampak, dua gedung perkantoran terdampak, satu jembatan terdampak, serta satu unit UMKM mengalami kerusakan. Sementara itu, Kabupaten Poso mencatat lima unit rumah terdampak dan tiga rumah rusak ringan, sedangkan Kabupaten Parigi Moutong melaporkan sekitar 15 unit rumah terdampak.
Adapun di Kota Palu, keretakan dilaporkan terjadi pada Jembatan III. Satu fasilitas umum, satu hotel, dan satu tempat usaha juga dilaporkan mengalami kerusakan, sementara pendataan di Kabupaten Donggala masih terus dilakukan.
3. Status tanggap darurat diproses di Sigi

Dalam upaya percepatan penanganan, BPBD bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) terus melakukan kaji cepat dan pendataan di wilayah terdampak. Koordinasi dengan pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta instansi terkait juga terus diperkuat guna memastikan penanganan berjalan optimal.
Di Kabupaten Sigi, BPBD bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) telah melaksanakan rapat koordinasi penanganan darurat. Pemerintah Kabupaten Sigi saat ini sedang memproses penetapan status tanggap darurat selama 14 hari.
Selain itu, pos lapangan dipusatkan di Kantor Camat Nokilalaki untuk mendukung percepatan koordinasi dan pelayanan kepada masyarakat terdampak. Di Kabupaten Poso, BPBD bersama pemerintah daerah juga telah mendirikan tenda darurat di lingkungan RSUD Kabupaten Poso guna mendukung pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Masyarakat bersama aparat kepolisian turut melakukan pembersihan puing-puing bangunan yang terdampak gempa. Sementara itu, aktivitas gempa susulan masih terus terjadi hingga sore hari.
BNPB bersama BMKG dan pemerintah daerah terus memantau perkembangan situasi. Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan BMKG.
BNPB akan terus melakukan pemantauan dan menyampaikan perkembangan penanganan dampak gempa bumi di Sulawesi Tengah secara berkala seiring berlangsungnya proses pendataan dan penanganan di lapangan.
















