Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Tiyo Siap Potong Telinga Jika Terbukti Rekayasa Alat Pelacak di Mobil

Tiyo Siap Potong Telinga Jika Terbukti Rekayasa Alat Pelacak di Mobil
Eks Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto, saat menghadiri Dialog Kebangsaan di Makassar, Senin (16/6/2026). IDN Times/Darsil Yahya
Intinya Sih
  • Tiyo Ardianto mengaku menemukan dua alat pelacak di mobilnya setelah mengikuti aksi di Gejayan dan saat perjalanan ke Bandara Ahmad Yani, lalu mengamankan benda tersebut.
  • Ia menegaskan tidak merekayasa kejadian itu dan siap dipotong telinganya jika terbukti berbohong atau sengaja membuat isu alat pelacak untuk viral.
  • Tiyo menjelaskan mobil Fortuner yang digunakannya adalah pinjaman dari saudara karena kekhawatiran atas teror, serta menilai isu rekayasa disebarkan untuk membunuh karakternya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Makassar, IDN Times - Eks Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto mengaku dua kali mendapatkan alat pelacak yang dipasang pada kendarannya, pertama setelah mengikuti aksi Rakyat Memanggil di Pertigaan Gejayan, Jogja, Sabtu (13/6/2026) dan kedua saat dalam perjalanan menuju Bandara Jenderal Ahmad Yani, di Semarang, Jawa Tengah, Minggu (14/6/2026).

Tiyo mengatakan, alat pelacak bernama PBX Finder tersebut diketahui setelah muncul notifikasi dari ponselnya saat mengendarai mobil Toyota Fortuner milik saudaranya.

"Setelah aksi di Pertigaan Gejayan, Jogja saya cek dan temukan di bodi belakang bagian bawah, ada benda kotak yang kayaknya itulah pelacaknya, saya ambil dan amankan. Besoknya saya pergi lagi, mucul notifikasi itu lagi saat dicari ternyata ada di bagian ban, yang kedua ini bentuknya pipih ditempel pakai lakban," kata Tiyo saat menghadiri Dialog Kebangsaan yang digelar BEM FEB Unismuh Makassar, Senin (15/6/2026) malam.

1. Muncul dua persepsi publik

Eks Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto, saat menghadiri Dialog Kebangsaan di Makassar, Senin (16/6/2026). IDN Times/Dars
Eks Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto, saat menghadiri Dialog Kebangsaan di Makassar, Senin (16/6/2026). IDN Times/Darsil Yahya

Setelah mengungkapkan peristiwa itu, Tiyo menyebut ada dua persepsi yang muncul di kalangan masyarakat, ada yang memintanya terus berhati - hati karena menaggangap ancamannya sudah sangat serius, ada juga yang menuding bahwa hal itu sengaja dibuat-buat oleh Tiyo sendiri.

"Saya dapat bocoran dari teman yang kerja di media bahwa memang ada request entah dari siapa, untuk mengangkat isu ini. Pertama isu settingan karena barang itu secara komersil bisa diperjualbelikan, saya adalah orang yang paling tahu diri saya. Saya bohong atau tidak yang tahu hanya saya," ungkapnya.

2. Siap dipotong telinga jika terbukti berbohong

Tiyo Ardianto saat masih menjabat Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
Tiyo Ardianto saat masih menjabat Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

Secara tegas Tiyo membantah tudingan rekayasa itu dan mengaku siap dipotong telinganya jika terbukti berbohong atau mendramatisasi telah memasang dua alat pelacak di mobilnya sendiri kemudian memviralkannya.

"Bisa saya pastikan jika saya menciptakan kebohongan publik, maka silakan potong telinga saya, silakan penjara saya," tegasnya.

3. Ceritakan asal usul mobil Fortuner

Eks Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto, saat menghadiri Dialog Kebangsaan di Makassar, Senin (16/6/2026). IDN Times/Dars
Eks Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto, saat menghadiri Dialog Kebangsaan di Makassar, Senin (16/6/2026). IDN Times/Darsil Yahya

Dalam kesempatan itu, ia juga menjelaskan mengenai asal usul mobil Fortuner yang selama ini dipakainya. Mobil itu, kata Tiyo adalah mobil yang dipinjamkan oleh saudara sejak dirinya mengalami berbagai teror, tertutama sejak Andre Yunus disiram air keras. Atas dasar kekhawatiran itulah, ia mengaku dipinjamkan kendaraan mewah untuk beraktivitas setiap hari.

"Siapa yang tidak khawatir, Mas Andre Yunus seperti itu saja disiram air keras, apalagi kita yang berbulan-bulan berteriak maling berkedok gizi, berteriak presiden inkompeten, presiden yang tidak menghargai ilmu pengetahuan," jelasnya.

Menurutnya, isu rekayasa itulah yang saat ini sengaja dibingkai di media sosial yang dilakukan kelompok penguasa untuk membunuh karakternya.

"Ini cara kerja yang lebih mutakhir daripada penculikan yaitu pembunuhan karakter," tandasnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Irwan Idris
EditorIrwan Idris

Latest News Sulawesi Selatan

See More