Ekspor Sulsel Turun, Lebih dari Separuh Tetap Disumbang Nikel

- Nilai ekspor Sulawesi Selatan pada Juni 2026 mencapai US$117,08 juta, turun 4,36 persen secara bulanan dan 19,25 persen tahunan; kumulatif semester pertama turun 12,40 persen.
- Nikel tetap mendominasi ekspor senilai US$62,17 juta atau 53,10 persen, meski turun. Biji-bijian berminyak, besi-baja, ikan-udang, serta kakao mengikuti; besi-baja dan kakao meningkat.
- Jepang menjadi tujuan utama dengan US$65,17 juta, sementara Pelabuhan Malili menangani ekspor terbesar US$62,17 juta. Ekspor ke Jepang dan via Malili turun, sedangkan Makassar naik.
Makassar, IDN Times – Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan mencatat nilai ekspor Sulawesi Selatan pada Juni 2026 mencapai US$117,08 juta. Nilai tersebut turun 4,36 persen dibandingkan Mei 2026 dan merosot 19,25 persen dibandingkan Juni 2025.
Menurut berita resmi statistik BPS Sulsel, Senin (3/8/2026), secara kumulatif, nilai ekspor Sulawesi Selatan selama Januari hingga Juni 2026 mencapai US$684,70 juta. Angka itu juga turun 12,40 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai US$781,63 juta.
1. Nikel masih jadi komoditas ekspor terbesar

Nikel masih menjadi komoditas ekspor utama Sulawesi Selatan pada Juni 2026 dengan nilai US$62,17 juta atau berkontribusi 53,10 persen terhadap total ekspor. Meski masih mendominasi, nilai ekspor nikel turun 19,70 persen dibandingkan Mei 2026 dan turun 18,78 persen dibandingkan Juni tahun lalu.
Setelah nikel, komoditas dengan nilai ekspor terbesar adalah biji-bijian berminyak sebesar US$17,60 juta, besi dan baja US$8,69 juta, ikan dan udang US$8,05 juta, serta kakao/cokelat US$7,72 juta. Dibandingkan bulan sebelumnya, ekspor besi dan baja melonjak 362,97 persen, sedangkan kakao meningkat 69,19 persen.
2. Jepang masih menjadi tujuan utama ekspor Sulsel

Jepang tetap menjadi negara tujuan ekspor terbesar Sulawesi Selatan pada Juni 2026 dengan nilai mencapai US$65,17 juta atau 55,66 persen dari total ekspor. Posisi berikutnya ditempati Tiongkok sebesar US$37,30 juta, Amerika Serikat US$5,99 juta, Taiwan US$3,33 juta, dan Timor Leste US$1,56 juta.
Dibandingkan Mei 2026, ekspor ke Jepang turun 18,28 persen. Sebaliknya, ekspor ke Tiongkok meningkat 35,22 persen, Amerika Serikat naik 89,93 persen, dan Timor Leste tumbuh 79,14 persen.
3. Ekspor terbanyak dikirim melalui Pelabuhan Malili

Berdasarkan pelabuhan muat, ekspor terbesar Sulawesi Selatan pada Juni 2026 dilakukan melalui Pelabuhan Malili dengan nilai US$62,17 juta atau 53,10 persen dari total ekspor. Pelabuhan Makassar berada di posisi kedua dengan nilai ekspor US$41,19 juta atau 35,18 persen.
BPS mencatat nilai ekspor melalui Pelabuhan Malili turun 19,70 persen dibandingkan Mei 2026. Sementara itu, ekspor melalui Pelabuhan Makassar justru meningkat 7,87 persen pada periode yang sama.


















