DPR Minta SPAM Mamminasata Dioptimalkan di Tengah El Nino

- Komisi V DPR RI menyoroti lonjakan keluhan krisis air bersih di Makassar dan meminta mitigasi menghadapi El Nino serta potensi kemarau panjang.
- DPR meminta SPAM Regional Mamminasata dioptimalkan sebelum pembangunan tahap kedua, agar infrastruktur yang ada benar-benar menyediakan air bersih bagi warga.
- Hasil kunjungan ke Gowa akan dibahas lanjut bersama mitra kerja; pemerintah diminta memperkuat koordinasi untuk menangani pasokan air di Makassar, Maros, Gowa, dan Takalar.
Makassar, IDN Times - Komisi V DPR RI meminta pemerintah memperkuat langkah mitigasi untuk menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat Makassar di tengah ancaman fenomena El Nino. Pemerintah juga diminta memastikan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Mamminasata yang telah dibangun dapat berfungsi optimal dan benar-benar dimanfaatkan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andi Iwan Aras dan Anggota Komisi V DPR RI Hamka B. Kady saat melakukan Kunjungan Kerja Spesifik di Sulawesi Selatan, Jumat (18/9/2026). Sebelum rapat, Komisi V meninjau langsung SPAM Regional Mamminasata di Kabupaten Gowa untuk melihat progres infrastruktur penyediaan air bersih tersebut.
1. Keluhan krirs air bersih meluas

Petugas PDAM Makassar menyalurkan air bersih gratis menggunakan mobil pickup bertandon kepada warga di kawasan permukiman saat kemarau panjang, Selasa (22/9/2026). (Dok. PDAM Makassar) Andi Iwan Aras mengatakan keluhan masyarakat terkait krisis air bersih di Makassar meningkat dalam sepekan terakhir. Keluhan tersebut disampaikan melalui berbagai saluran, mulai dari aksi demonstrasi hingga media massa, media sosial, dan konstituen.
"Seminggu ini, terdapat lonjakan tajam keluhan yang meluas di Makassar. Mulai dari demonstrasi, komplain di sejumlah media massa dan media sosial, hingga keluhan yang disampaikan langsung oleh konstituen," ungkapnya.
Menurut Andi Iwan, kondisi tersebut perlu diantisipasi pemerintah karena adanya ancaman El Nino dan potensi kemarau panjang. Ia meminta BMKG bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menjelaskan langkah mitigasi yang disiapkan untuk menjaga pasokan air bagi masyarakat.
"Sejauhmana upaya mitigasi, termasuk skema kedaruratan di wilayah hulu oleh Ditjen SDA dan di hilir oleh Ditjen CK atas peringatan El Nino panjang dari BMKG yang telah disampaikan pada tahun-tahun sebelumnya?" ujar legislator Fraksi Partai Gerindra tersebut.
2. DPR soroti optimalisasi SPAM Mamminasata

Anggota Komisi V DPR RI, Hamka B. Kady meninjau Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Mammisata dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (18/9/2026). (Dok. DPR) Selain persoalan mitigasi, Hamka B. Kady meminta pemerintah mengoptimalkan SPAM Regional Mamminasata sebelum melanjutkan pembangunan tahap berikutnya. Menurutnya, infrastruktur yang telah dibangun harus dipastikan berfungsi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Saya sudah tegaskan tadi, bahwa tahap ke-2 kami tidak mengizinkan untuk dibangun kalau tidak terjadi optimalisasi dari pemanfaatan SPAM yang sudah ada. Itu menjadi catatan," tegas Hamka.
SPAM Regional Mamminasata melayani kawasan Makassar, Maros, Gowa, dan Takalar. Infrastruktur tersebut dibangun untuk memperluas akses masyarakat terhadap air bersih di kawasan Mamminasata.
Hamka meminta Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PU segera menindaklanjuti catatan Komisi V tersebut. Ia menegaskan keberhasilan pembangunan SPAM tidak hanya diukur dari selesainya konstruksi, tetapi juga dari kemampuan infrastruktur tersebut menyediakan air yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
3. Pemerintah diminta pastikan air mengalir ke warga

Fasilitas SPAM di Kelurahan Cambaya, Kecamatan Ujung Tanah, Makassar, Rabu (19/8/2026). (Dok. Pemkot Makassar) Hamka berharap pengelolaan SPAM Regional Mamminasata segera dibenahi agar fasilitas yang telah dibangun dapat berfungsi secara optimal. Ia secara khusus menyoroti kebutuhan air bersih masyarakat di Makassar, Maros, Gowa, dan Takalar.
"Saya berharap bisa ditindaklanjuti secepat mungkin agar supaya proyek SPAM Mamminasata ini berfungsi dengan baik kepada rakyat yang membutuhkan air bersih, terutama Makassar, Maros, Gowa, dan Takalar," ujarnya.
Sementara itu, Andi Iwan mengatakan hasil kunjungan dan masukan dari para mitra kerja akan menjadi bahan pembahasan lanjutan di DPR RI. Komisi V akan membawa hasil kunjungan tersebut ke Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat bersama mitra kerja untuk menentukan langkah selanjutnya.
Komisi V juga meminta pemerintah memperkuat koordinasi antara kementerian, BMKG, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota agar persoalan ketersediaan air bersih dapat ditangani secara lebih terukur.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)




















