Pemkot Makassar Siapkan 13 SPAM Baru Hadapi Kemarau Panjang

- Pemkot Makassar menyiapkan 13 SPAM baru untuk mengantisipasi kemarau panjang dan kekeringan, dengan prioritas wilayah yang sulit mendapat air bersih.
- SPAM Cambaya di Ujung Tanah, dengan lima sumur bor, kini melayani 109 rumah atau melampaui target awal 83 rumah.
- Pemkot akan memetakan kawasan dengan kebutuhan air tinggi melalui masukan kecamatan; SPAM Cambaya dikelola mandiri warga dan memiliki sumur bor sedalam 180 meter.
Makassar, IDN Times - Pemerintah Kota Makassar menyiapkan pembangunan 13 titik Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) baru. Pembangunan tersebut ditujukan untuk mengantisipasi potensi kemarau panjang dan kekeringan yang berdampak terhadap ketersediaan air bersih masyarakat.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengatakan pembangunan SPAM tersebut akan diprioritaskan di wilayah yang selama ini mengalami keterbatasan akses air. Terutama di kawasan yang kesulitan mendapatkan air bersih saat musim kemarau.
"Di beberapa wilayah tahun ini, Dinas PU juga sudah merencanakan membuat SPAM seperti ini di 13 titik tambahan lagi yang harus kita maksimalkan di wilayah-wilayah yang sangat terdampak," kata Munafri saat meninjau SPAM di Kelurahan Cambaya, Kecamatan Ujung Tanah, Rabu (19/8/2026).
Munafri menilai kondisi musim kemarau tahun ini perlu diantisipasi secara serius. Sebab, periode musim kering diperkirakan berlangsung cukup panjang dengan kondisi yang relatif lebih kering dibandingkan biasanya.
"Hitungan kita ini lumayan panjang musim keringnya dan sangat kering. Memang dibutuhkan supporting, khususnya daerah-daerah yang pada musim biasa saja susah air, apalagi musim kering," katanya.
1. SPAM Cambaya sudah layani 109 rumah

Fasilitas SPAM di Kelurahan Cambaya, Kecamatan Ujung Tanah, Makassar, Rabu (19/8/2026). (Dok. Pemkot Makassar) Munafri mengatakan keberadaan SPAM Cambaya menjadi salah satu contoh penyediaan air bersih. Fasilitas tersebut membantu masyarakat menghadapi keterbatasan air saat musim kemarau.
Fasilitas yang berada di sekitar RW 03 Kelurahan Cambaya tersebut memiliki lima sumur bor. Tiga di antaranya merupakan bantuan dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar.
SPAM Cambaya awalnya diproyeksikan hanya melayani sekitar 83 rumah. Namun, jaringan tersebut kini telah mampu menjangkau 109 rumah warga.
"Ini mengaliri, target awalnya kurang lebih hanya 83 rumah, tapi akhirnya menjadi 109 rumah yang mereka layani," kata Munafri.
2. Warga kelola SPAM secara mandiri

WalFasilitas SPAM di Kelurahan Cambaya, Kecamatan Ujung Tanah, Makassar, Rabu (19/8/2026). (Dok. Pemkot Makassar) Menurut Munafri, fasilitas SPAM Cambaya telah diserahkan kepada masyarakat. Warga mengelola fasilitas tersebut secara mandiri dan swadaya.
"Sekitar empat bulan berjalan, diberikan oleh PU kepada masyarakat untuk dikelola secara mandiri, secara swadaya," katanya.
Air dari sumur bor kemudian didistribusikan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga di kawasan tersebut. Warga juga dapat mengambil air secara langsung dengan membawa wadah atau jeriken.
"Didistribusikan, dilakukan secara mandiri oleh masyarakat," kata Munafri.
3. Pemkot petakan wilayah kekurangan air

Ilustrasi air bersih (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar) Munafri mengatakan Pemkot Makassar akan memetakan wilayah yang membutuhkan dukungan fasilitas air bersih. Pemerintah kecamatan juga diminta memberikan masukan mengenai lokasi yang mengalami tingkat kebutuhan air tinggi.
"Makanya dari peninjauan ini, kita mau lihat juga di Cambaya dan melihat masukan dari Pak Camat, di mana lagi lokasi yang sangat membutuhkan untuk kita bisa buat," tuturnya.
Dia berharap pembangunan SPAM tambahan dapat memperluas akses masyarakat terhadap air bersih. Fasilitas tersebut juga diharapkan menjadi salah satu upaya menghadapi dampak kekeringan.
Sementara itu, SPAM Cambaya memiliki sumur bor dengan kedalaman sekitar 180 meter. Munafri menyebut kualitas air yang dihasilkan dari fasilitas tersebut dalam kondisi baik dan dapat dimanfaatkan masyarakat.
"Langkah ini, menjadi bagian dari upaya pemerintah Kota memperkuat ketahanan masyarakat terhadap perubahan kondisi cuaca, terutama di kawasan yang secara rutin mengalami persoalan ketersediaan air saat musim kemarau" katanya.



















