Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Zulhas: Kopdes Merah Putih Bukan Sekadar Toko

Kota Makassar
Zulhas: Kopdes Merah Putih Bukan Sekadar Toko
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyampaikan paparan dalam Seminar Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar, Selasa (4/8/2026). IDN Times/Asrhawi Muin
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Zulkifli Hasan menyebut Kopdes Merah Putih dirancang untuk pemberdayaan masyarakat desa dan pelaksanaan program pemerintah.
  • Kopdes akan menyalurkan bantuan sosial, pangan, LPG bersubsidi, KUR, pembiayaan PNM Mekaar, serta alsintan.
  • Pemerintah menargetkan 80 ribu Kopdes, sementara koperasi juga direncanakan menyerap gabah petani sesuai HPP.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, peran utama Kopdes Merah Putih yang mana?
Share Article

Makassar, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih bukan sekadar toko atau supermarket. Menurutnya, koperasi tersebut dirancang sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat desa sekaligus menjadi infrastruktur pemerintah dalam menyalurkan berbagai program kepada masyarakat.

Hal itu disampaikan Zulkifli Hasan saat menjadi pembicara dalam Seminar Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar, Selasa (4/8/2026).

Menurut Zulkifli, tujuan utama pembentukan Koperasi Desa Merah Putih adalah untuk memberdayakan masyarakat desa. Melalui koperasi tersebut, desa diharapkan memiliki akses yang lebih mudah terhadap permodalan, pusat produksi, dan layanan pemerintah, sekaligus menjadi infrastruktur bagi pemerintah dalam menjalankan berbagai program.

"Jadi, Koperasi Desa Merah Putih bukan supermarket, bukan. Bayangan orang, koperasi itu supermarket, bukan," kata Zulkifli.

1. Kopdes menjadi pusat penyaluran berbagai program pemerintah

Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Mangasa di Jalan Mallengkeri Raya, Makassar, pada 16 Mei 2026.
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Mangasa di Jalan Mallengkeri Raya, Makassar, Sabtu (16/5/2026). IDN Times/Asrhawi Muin

Menurut Zulkifli, Kopdes Merah Putih akan menjadi pusat penyaluran berbagai program pemerintah. Mulai dari bantuan sosial, bantuan pangan, LPG 3 kilogram bersubsidi, Kredit Usaha Rakyat (KUR), pembiayaan PNM Mekaar, hingga bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan).

"Nanti Kopdes ini akan powerful. Bantuan-bantuan pemerintah nanti adanya di Kopdes. Apa contohnya? Bantuan sosial dari Kemensos seluruhnya ke Kopdes," katanya.

Dia mencontohkan penyaluran bantuan pangan berupa beras 10 kilogram selama tiga bulan kepada 33,7 juta keluarga penerima manfaat (desil 1 hingga desil 4) nantinya akan diserahkan melalui Kopdes. Ia mengatakan bantuan tunai dari pemerintah juga akan disalurkan melalui Kopdes.

"Kopdes yang akan mengantar ke rumah-rumah penduduknya. Itu sebagai infrastruktur pemerintah," katanya.

2. Pemerintah targetkan 80 ribu Kopdes dan siapkan Perpres

Suasana peresmian operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih secara virtual di KDKMP Mangasa, Makassar.
Peresmian Operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih secara virtual di KDKMP Mangasa, Jalan Mallengkeri Raya, Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate, Makassar, Sabtu (16/5/2026). IDN Times/Asrhawi Muin

Zulkifli mengatakan pemerintah menargetkan pembentukan jaringan 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, sekitar 35 ribu koperasi ditargetkan telah rampung hingga akhir tahun ini.

"Kalau sudah selesai 80 ribu desa itu, maka pemerintah punya infrastruktur yang kuat. Sekarang akan kelar 35 ribu, mungkin akhir tahun 35 ribu. Jadi target kita memang seluruh desa ada," Zulkifli.

Zulkifli mengatakan pemerintah tengah menyusun Peraturan Presiden (Perpres) terkait Koperasi Desa Merah Putih. Regulasi tersebut bertujuan memperkuat peran Kopdes sebagai pelaksana berbagai program pemerintah.

"September ini saya sedang susun Perpres (Peraturan Presiden) ini akan kuat sekali. Nanti Kopdes ini akan powerfull," ucapnya.

3. Kopdes juga akan menyerap hasil panen petani

Bangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Mangasa di Jalan Mallengkeri Raya, Makassar, yang telah rampung dibangun.
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Mangasa di Jalan Mallengkeri Raya, Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate, Makassar, Sabtu (16/5/2026) yang pembangunannya rampung 100 persen. IDN Times/Asrhawi Muin

Selain menjadi pusat penyaluran program pemerintah, Kopdes Merah Putih juga akan berperan sebagai offtaker atau pihak yang menyerap hasil produksi petani. Peran tersebut diharapkan memperkuat posisi tawar petani sekaligus memperpendek rantai distribusi hasil panen.

Dalam skema itu, koperasi akan membeli gabah petani sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Kopdes juga akan menyediakan gudang yang dapat dimanfaatkan Bulog untuk menyimpan hasil panen.

"Bulog itu adanya di kabupaten. Jadi nanti pembelian gabah, itu yang beli Kopdes. Sewa gudang, bulog, gak usah ke tempat lain, sewanya Kopdes. Ya, dia sebagai offtaker," katanya.

Dia menegaskan setelah perannya sebagai infrastruktur pemerintah berjalan optimal, Kopdes dapat mengembangkan berbagai unit usaha lain. Namun, fungsi utamanya tetap sebagai sarana pemberdayaan masyarakat desa dan penghubung pelaksanaan program-program pemerintah.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More