Verifikasi Rumah ke Rumah, Unhas Pastikan KIP Kuliah Tepat Sasaran

- Unhas melakukan verifikasi lapangan ke rumah calon penerima KIP Kuliah 2026/2027 di Sulawesi Selatan dan Barat untuk memastikan bantuan tepat sasaran bagi mahasiswa kurang mampu.
- Wakil dekan turun langsung memeriksa kondisi sosial ekonomi calon penerima, mencocokkan data pendaftaran dengan fakta di lapangan demi menjaga integritas dan objektivitas seleksi.
- Selama verifikasi, tim menemukan banyak kisah perjuangan calon mahasiswa yang bersemangat melanjutkan pendidikan, menegaskan pentingnya KIP Kuliah sebagai jembatan harapan keluarga sederhana.
Makassar, IDN Times – Universitas Hasanuddin (Unhas) melakukan verifikasi lapangan terhadap calon penerima Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah untuk tahun akademik 2026/2027. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bantuan pendidikan tersebut benar-benar diterima mahasiswa dari keluarga kurang mampu.
Proses verifikasi dilakukan dengan mendatangi langsung rumah calon mahasiswa di berbagai wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari proses seleksi agar penyaluran bantuan berjalan tepat sasaran.
1. Wakil dekan turun langsung cek kondisi calon penerima

Tim verifikasi Unhas terdiri dari para wakil dekan dari berbagai fakultas. Mereka mengunjungi tempat tinggal calon mahasiswa untuk melihat secara langsung kondisi sosial ekonomi keluarga.
Selain memantau kondisi rumah dan lingkungan sekitar, tim juga berdialog dengan orang tua maupun wali calon mahasiswa. Langkah ini dilakukan untuk mencocokkan data yang telah disampaikan saat proses pendaftaran dengan kondisi nyata di lapangan.
Verifikasi lapangan tersebut telah dimulai sejak Selasa (23/6/2026). Pelaksanaannya menyasar sejumlah kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan serta Sulawesi Barat.
2. Unhas sebut verifikasi penting untuk jaga integritas seleksi

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof. Muhammad Ruslin, mengatakan verifikasi lapangan menjadi bentuk komitmen kampus dalam menjaga akurasi dan integritas proses seleksi KIP Kuliah.
Menurutnya, KIP Kuliah merupakan salah satu instrumen pemerintah untuk membuka akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa berprestasi yang berasal dari keluarga kurang mampu.
"KIP Kuliah merupakan wujud komitmen pemerintah dalam membuka akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu. Unhas bertanggung jawab untuk memastikan proses seleksi berlangsung cermat, obyektif, dan berintegritas. Karena itu, verifikasi lapangan sangat penting agar bantuan ini benar-benar diterima oleh mereka yang berhak," ujar Ruslin.
Ia menambahkan, keterlibatan langsung para wakil dekan menunjukkan keseriusan Unhas dalam menjaga kredibilitas program tersebut. Penetapan penerima beasiswa, kata dia, harus berbasis kondisi riil agar tidak terjadi salah sasaran.
"Kami ingin setiap keputusan didasarkan pada kondisi riil di lapangan. Dengan demikian, penyaluran KIP Kuliah dapat berlangsung tepat sasaran dan memberikan kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda untuk memperoleh pendidikan tinggi yang berkualitas," tambahnya.
3. Tim temukan banyak kisah perjuangan calon mahasiswa

Selama proses verifikasi berlangsung, tim Unhas tidak hanya mengumpulkan data sosial ekonomi keluarga. Mereka juga menemukan banyak cerita perjuangan dari calon mahasiswa yang memiliki semangat kuat untuk melanjutkan pendidikan.
Dari rumah-rumah sederhana yang dikunjungi, tersimpan harapan besar untuk mengubah masa depan melalui pendidikan tinggi. Hal itu menjadi pengingat bahwa KIP Kuliah bukan sekadar bantuan biaya pendidikan.
Bagi banyak keluarga, program ini menjadi jembatan harapan agar anak-anak mereka bisa meraih cita-cita. Dengan proses verifikasi yang ketat, Unhas berharap akses pendidikan tinggi semakin terbuka bagi generasi muda berpotensi.

















