Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Dispusarsip Sulsel: Banyak Perpustakaan Sekolah Belum Penuhi Standar

Dispusarsip Sulsel: Banyak Perpustakaan Sekolah Belum Penuhi Standar
Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusarsip) Sulsel, Muhammad Jufri. IDN Times/Asrhawi Muin
Intinya Sih
  • Dispusarsip Sulsel mencatat banyak perpustakaan SMA, SMK, dan SLB belum terakreditasi karena ruang baca belum memenuhi standar dan sering memakai kelas kosong.
  • Muhammad Jufri menekankan pentingnya lokasi perpustakaan yang strategis agar mudah dijangkau siswa dan tidak ditempatkan di area kurang menarik seperti dekat kamar mandi.
  • Sebagian besar perpustakaan sekolah masih dikelola guru tanpa pustakawan profesional, sehingga Dispusarsip mendorong pembenahan sarana dan SDM untuk meningkatkan budaya literasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Makassar, IDN Times - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusarsip) Sulawesi Selatan mencatat masih banyak perpustakaan di tingkat SMA, SMK, dan SLB yang belum terakreditasi. Salah satu penyebab utamanya adalah belum tersedianya ruang perpustakaan yang memenuhi standar.

Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusarsip) Sulsel, Muhammad Jufri, mengatakan sebagian sekolah masih memanfaatkan ruang kelas yang tidak lagi digunakan sebagai perpustakaan. Kondisi tersebut menjadi kendala dalam pemenuhan standar akreditasi.

"Masih banyak sekolah-sekolah kita yang belum terakreditasi. Kendala yang masih kita jumpai, belum seluruh sekolah betul-betul memiliki ruang perpustakaan yang standar. Mereka biasanya hanya menggunakan ruangan kelas yang tidak terpakai," kata Jufri, Sabtu (4/7/2026).

1. Perpustakaan sebaiknya berada di lokasi yang mudah dijangkau siswa

ilustrasi perpustakaan (unsplash.com/@svqmedia)
ilustrasi perpustakaan (unsplash.com/@svqmedia)

Jufri mendorong sekolah menyediakan ruang perpustakaan yang layak dan menempatkannya di lokasi yang mudah dijangkau siswa. Menurutnya, perpustakaan sebaiknya tidak berada di sudut sekolah atau berdekatan dengan kamar mandi karena dapat mengurangi minat siswa untuk berkunjung.

"Kami selalu meminta agar perpustakaan ditempatkan di posisi yang gampang terjangkau oleh murid. Jangan di sudut-sudut, apalagi dekat kamar mandi, sehingga tidak terlalu menarik bagi anak-anak untuk datang ke perpustakaan," katanya.

2. Sebagian besar perpustakaan masih dikelola guru

ilustrasi perpustakaan (pexels.com/Pixabay)
ilustrasi perpustakaan (pexels.com/Pixabay)

Selain persoalan sarana, Dispusarsip Sulsel juga menyoroti keterbatasan pustakawan profesional di sekolah. Berdasarkan pendataan, sebagian besar perpustakaan masih dikelola oleh guru atau tenaga pendidik yang mendapat tugas tambahan, bukan pustakawan khusus.

"Karena dari data kita, kebanyakan pustakawan di sekolah sebenarnya bukan pustakawan, melainkan guru-guru atau guru bantu yang diberi tugas tambahan di perpustakaan," kata Jufri.

3. Pembenahan perpustakaan diharapkan meningkatkan budaya literasi

ilustrasi perpustakaan. (unsplash.com/Alex Block)
ilustrasi perpustakaan. (unsplash.com/Alex Block)

Dispusarsip Sulsel berharap pembenahan sarana dan sumber daya manusia dapat menjadikan perpustakaan sekolah sebagai ruang baca yang nyaman bagi para pelajar. Upaya tersebut juga diharapkan mampu mendorong peningkatan budaya literasi di lingkungan sekolah.

"Kita sebenarnya sangat mengharapkan perpustakaan-perpustakaan sekolah menjadi ruang membaca yang nyaman bagi anak-anak untuk meningkatkan kemampuan literasinya," kata Jufri.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata

Latest News Sulawesi Selatan

See More