Banjir Bandang Terjang Pulau Siau Sulawesi Utara, 13 Orang Tewas

- Banjir bandang menewaskan 13 orang di Pulau Siau, Kepulauan Sitaro.
- Tiga kecamatan terdampak.
- Pemprov hingga Polda Sulut kirim personel dan bantuan.
Manado, IDN Times - Banjir bandang menerjang sejumlah wilayah di Pulau Sia, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, Senin (5/1/2026). Peristiwa tersebut dipicu hujan dengan intensitas tinggi sejak Minggu (4/1/2026) malam.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sitaro, Joickson Sagune, mengatakan sebanyak 13 orang tewas termasuk bayi berusia 2 bulan. "Tiga orang hilang dan 18 lainnya luka-luka," katanya.
Selain menimbulkan korban jiwa, sejumlah jalan terputus dan fasilitas umum rusak parah. Rumah warga dan fasilitas umum ikut tertimbun material berupa lumpur, kayu, hingga batu.
1. Wilayah terdampak

Hingga saat ini, petugas masih mencari para korban hilang. "Kami juga masih berupaya menangani para pengungsi," tambah Joickson.
Selain korban jiwa, sebanyak 26 rumah warga dan Kantor Polres Sitaro rusak berat. Berikut sejumlah wilayah yang terdampak:
- Kecamatan Siau Barat: Kelurahan Paniki, Paseng, Bumbiha, dan Peling.
- Kecamatan Siau Barat Selatan: Desa Laghaeng dan Peling Batusenggo.
- Kecamatan Siau Timur: Kelurahan Ulu dan Bahu.
2. Pemprov Sulut kirim bantuan

Gubernur Sulut, Yulius Selvanus, mengaku sudah mendapat informasi tersebut usai apel awal tahun. Ia mendapat kabar bahwa banyak material yang tidak memungkinkan dipindah menggunakan tenaga manusia.
"Di banyak titik ada batu-batu besar yang tidak mungkin diangkat menggunakan tenaga manusia, harus menggunakan alat berat," katanya.
Yulius pun sudah berkoordinasi dengan Pemkab Sitaro agar memaksimalkan alat berat yang ada di lokasi. Selain itu Pemprov Sulut juga mengirimkan kebutuhan pokok, 5 orang dalam tim kesehatan, 4 orang dalam Tim Respon Cepat (TRC) BPBD Sulut, dan 3 personel Tagana Dinas Sosial Sulut.
3. Polda Sulut kirim 204 personel

Selain Pemprov Sulut, Polda Sulut juga mengirimkan 204 personel gabungan untuk menangani dampak bencana. Para personel diberangkatkan dari Kota Bitung dan Manado dengan jalur laut.
Ada yang berangkat menggunakan kapal instansi, ada juga yang menggunakan KM Glory Mary bersama bantuan barang. Personel yang dikirimkan berasal dari satuan Samapta, Polair, Dokkes, hingga Humas.
"Para personel akan membantu mengevakuasi warga, mencari korban hilang, mendistribusikan bantuan, memulihkan infrastruktur, hingga melayani infrastruktur," jelas Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Alamsyah P Hasibuan.


















