Kawal Massa di DPRD Sulsel, Polisi Salat Magrib Berjemaah di Jalan

Massa masih memadati lokasi hingga jelang malam

Makassar, IDN Times - Aksi unjuk rasa aliansi mahasiswa dan masyarakat terus berlanjut di depan Kantor DPRD Sulawesi Selatan, Jalan Urip Sumiharko Makassar, Jumat (27/9). Ribuan peserta aksi masih bertahan di lokasi hingga pukul 18.00 Wita.

Seiring demonstrasi mahasiswa, aparat Kepolisian juga masih terus berjaga di sekitar DPRD Sulsel. Polisi memblokade Kantor DPRD dengan kawat besi. Pada dua sisi jalan, petugas berjaga dengan membentuk barikade.

1. Polisi salat magrib berjamaah

Kawal Massa di DPRD Sulsel, Polisi Salat Magrib Berjemaah di JalanIDN Times/Aan Pranata

Bertepatan dengan masuknya waktu salat magrib, sejumlah petugas Polisi rehat untuk melaksanakan ibadah secara berjamaah. Puluhan di antara mereka salat membentuk barisan di tengah jalan.

Saat sebagian Polisi salat berjamaah, sebagian lain membentuk barisan untuk berjaga. Salat dilaksanakan secara bergantian.

2. Massa masih berada di sekitar DPRD Sulsel

Kawal Massa di DPRD Sulsel, Polisi Salat Magrib Berjemaah di JalanIDN Times/Aan Pranata

Saat berita dihimpun pukul 18.16 Wita, ribuan anggota massa masih berdiam di sekitar DPRD Sulsel. Konsentrasi massa terbagi dalam beberapa titik, hinga ke jembatan layang atau fly over.

Jelang Magrib, aliansi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar berorasi di depan Kantor DPRD Sulsel. Mereka menyuarakan protes senada dengan demonstrasi lain di berbagai daerah Indonesia. Antara lain menolak berbagai revisi undang-undang yang dianggap merugikan masyarakat.

3. Demo lanjutan sejak Selasa (24/9)

Kawal Massa di DPRD Sulsel, Polisi Salat Magrib Berjemaah di JalanIDN Times/Aan Pranata

Pada Jumat (27/9) siang, massa dari berbagai aliansi masyarakat dan gabungan mahasiswa terus berdatangan ke depan DPRD Sulsel. Demonstran bergantian menyuarakan kritik dan protes terhadap sejumlah kebijakan DPR dan Pemerintah, terutama sejumlah revisi undang-undang.

Seperti hari-hari sebelumnya, massa datang dengan membawa bendera dan spanduk. Mahasiswa juga mengenakan jas penanda almamater dari berbagai kampus.

Seiring demonstrasi di DPRD Sulsel, aparat Kepolisian berjaga di sekitar lokasi. Polisi menutup dua arah Jalan Urip Sumoharjo, hingga ke kawasan jembatan layang atau fly over. Warga yang hendak melintas harus mengalihkan kendaraan ke jalan lain.

Pada Selasa (24/9) demonstrasi di DPRD Sulsel ricuh. Lebih dari dua ratus peserta aksi ditangkap, meski belakangan dibebaskan. Selain itu puluhan orang luka-luka dalam bentrok massa dengan Polisi.

Baca Juga: Demonstrasi Berlanjut di DPRD Sulsel, Fly Over Ditutup

Topik:

  • Irwan Idris

Berita Terkini Lainnya