Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Tanah Pesisir di Selayar Ambles usai Gempa NTT M 7,4

Tanah Pesisir di Selayar Ambles usai Gempa NTT M 7,4
ilustrasi laut dan ombak (IDN Times/Sunariyah)

Makassar, IDN TimesGempa bumi M 7,4 di Laut Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 14 Desember 2021 lalu, menyisakan dampak lain di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Selain banyak bangunan yang rusak, gempa juga memicu tanah ambles.

Kondisi itu dilaporkan terjadi di Pulau Kalaotoa, Kecamatan Pasilambena. Permukaan tanah di salah satu bibir pantai pulau tersebut turun sehingga menimbulkan ceruk.

"Banyak infrastruktur yang rusak, jalanan, tambatan perahu, terus tanah juga di sekitar bibir pantai itu mengalami penurunan satu meter lebih," kata Camat Pasilambena Patta Bau saat dihubungi IDN Times, Selasa (15/2/2022).

1. Kondisi itu diperparah gelombang pasang

Ilustrasi gelombang tinggi (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)
Ilustrasi gelombang tinggi (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)

Patta mengatakan, penurunan permukaan tanah baru diketahui pekan ini. Namun diperkirakan kondisi itu sudah terjadi sejak gempa Desember lalu. Penurunan tanah juga dipengaruhi gelombang pasang laut.

"Karena letaknya kan di kawasan pesisir," ucapnya.

Patta mengungkapkan, kawasan pesisir itu biasanya digunakan masyarakat khususnya nelayan untuk mencari hasil laut. Namun lokasinya jauh dari pemukiman.

2. Tanggul pembatas gelombang roboh

Ilustrasi gelombang tinggi (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)
Ilustrasi gelombang tinggi (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)

Selain Pulau Kalaotoa, kerusakan infrastruktur juga terjadi di Pulau Madu. Di sana, sebagian besar masyarakat terdampak gempa masih bertahan di sekitar lokasi rumah yang rusak karena gempa.

"Mereka bangun rumah-rumah semi permanen untuk tinggal," ucap Patta.

Tak hanya jalan dan rumah warga, kerusakan akibat gempa bahkan merobohkan tanggul pembatas gelombang di kawasan pantai. Bila kondisi pasang, air masuk ke pemukiman warga setempat.

3. Pemerintah fokus upaya pemulihan pascabencana

Dermaga rusak akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,4 di Desa Sambali, Kecamatan Pasimarannu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Rabu (15/12/2021). Pihak Basarnas menerima laporan sementara kerusakan rumah akibat gempa pada Selasa (14/12/2021) sebanyak 164 unit di Desa Sambali, Kecamatan Pasimarannu dan sebagian warga masih memilih mengungsi. ANTARA FOTO/HO/BASARNAS
Dermaga rusak akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,4 di Desa Sambali, Kecamatan Pasimarannu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Rabu (15/12/2021). Pihak Basarnas menerima laporan sementara kerusakan rumah akibat gempa pada Selasa (14/12/2021) sebanyak 164 unit di Desa Sambali, Kecamatan Pasimarannu dan sebagian warga masih memilih mengungsi. ANTARA FOTO/HO/BASARNAS

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar masih terus memantau kondisi warga yang terdampak gempa Desember lalu. Kini pemerintah juga fokus pada upaya pemulihan pascagempa.

"Kita fokus pemulihan, dengan memperbaiki kerusakan infrastruktur," kata Patta Baru.

Pemkab Selayar juga gencar mengedukasi warganya terkait mitigasi bencana. Dengan harapan, warga bisa mengevakuasi diri bila bencana serupa kembali terjadi.

"Tapi untuk sementara itu kita fokuskan perbaikan prasarana," ucap Patta.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sahrul Ramadan
Aan Pranata
Sahrul Ramadan
EditorSahrul Ramadan
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More

Legislator Makassar Dukung Polisi Tindak Tegas Geng Motor Brutal

14 Mei 2026, 15:43 WIBNews