Polisi Ungkap Motif Geng Motor Serang dan Tebas Remaja di Makassar

- Seorang remaja 13 tahun di Makassar mengalami luka tebas serius akibat diserang geng motor di Jalan Abubakar Lambogo pada dini hari, dan kini dirawat intensif di RSUD Daya.
- Kapolrestabes Makassar mengungkapkan motif penyerangan dipicu dendam setelah salah satu pelaku merasa diancam dengan busur, lalu mengajak rekan-rekannya menyerang sambil membawa parang dan busur.
- Polisi menangkap lima anggota geng motor berusia 18–20 tahun yang diduga terlibat dalam aksi tersebut, sementara penyelidikan masih berlanjut untuk memastikan target sebenarnya dari serangan itu.
Makassar, IDN Times - Aksi sadis komplotan geng motor di Jalan Abubakar Lambogo (Ablam), Kota Makassar, Sulawesi Selatan, nyaris merenggut nyawa seorang remaja laki-laki berusia 13 tahun berinisial H.
Korban mengalami luka tebas di bagian punggung akibat sabetan parang saat diserang sekelompok pelaku pada Minggu (10/5/2026) dini hari, dan kini menjalani perawatan intensif di RSUD Daya Makassar.
1. Bermotif balas dendam

Kapolrestabes Makassar, Kombes Arya Perdana mengungkapkan, aksi penyerangan tersebut dipicu motif balas dendam. Salah satu pelaku bernama Aswar mengaku sempat diancam menggunakan busur saat melintas di sekitar lokasi kejadian beberapa jam sebelum penyerangan terjadi.
“Jadi motifnya dendam. Pelaku yang namanya Aswar itu beberapa jam sebelum kejadian memang sudah melintas di TKP, terus sempat diancam mau dibusur,” kata Arya, Selasa (12/5/2026).
Merasa terancam, Aswar kemudian mendatangi rekan-rekannya dan mengajak melakukan aksi balasan. Sebelum menyerang, kelompok tersebut lebih dulu berkumpul sambil mengonsumsi minuman tradisional jenis ballo.
“Mereka bersepakat untuk melakukan aksi penyerangan dengan bawa parang, bawa busur, semua itu,” ungkapnya.
2. Pesta miras ballo sebelum menyerang

Setelah berkumpul, komplotan tersebut kembali mendatangi lokasi kejadian dan langsung menyerang orang-orang yang berada di sekitar tempat itu.
“Ketika sampai di lokasi, ada orang di situ, itulah yang diserang. Jadi memang sudah ada dendam sebelumnya,” imbuh Arya.
Meski demikian, polisi menduga korban kemungkinan bukan target utama dan menjadi salah sasaran dalam aksi balas dendam tersebut. Menurut Arya, pelaku hanya mengingat lokasi saat dirinya merasa diancam, namun tidak mengenali secara pasti orang yang disebut hendak membusurnya.
“Dia lewat situ hanya mendengar ada yang mau membusur. Karena malam hari dan situasinya cepat, belum tentu dia tahu pasti siapa orangnya,” jelasnya.
Polisi kini masih mendalami apakah korban memang menjadi target para pelaku atau hanya berada di lokasi saat penyerangan berlangsung. Namun, dipastikan aksi tersebut dilakukan setelah pelaku merasa tersinggung dan kembali ke lokasi bersama kelompoknya untuk melakukan pembalasan.
“Yang jelas, dia merasa ada yang mengancam dia dengan panah busur, lalu dia kembali ajak teman-temannya ke situ karena tahu lokasi kejadiannya,” tandasnya.
3. Lima anggota geng motor ditangkap

Tim Jatanras Satrekrim Polrestabes Makassar telah menangkap lima anggota geng motor yang diduga terlibat dalam penyerangan tersebut.
Adapun lima terduga pelaku masing-masing berinisial FGI (19), pekerjaan buruh bangunan, MYM (20), pekerjaan buruh bangunan, MA (18) pekerjaan buruh harian, AF (19) pekerjaan wiraswasta, dan MR (18) seorang mahasiswa.


















