Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Bulog Sulselbar Pertahankan Harga Beras SPHP Rp12.500 per Kg

Bulog Sulselbar Pertahankan Harga Beras SPHP Rp12.500 per Kg
Ilustrasi beras SPHP (Foto: IDN Times)
Intinya Sih
  • Bulog Sulselbar mempertahankan harga beras SPHP di Rp12.500 per kilogram untuk menjaga kestabilan harga di tengah fluktuasi pangan dan cuaca ekstrem.
  • Penyaluran beras SPHP dilakukan melalui Gerakan Pangan Murah bersama pemerintah daerah, TNI, dan Polri guna menekan lonjakan harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional.
  • Stok beras Sulselbar mencapai 895 ribu ton, menjadi yang terbesar sepanjang sejarah Bulog wilayah tersebut, sementara harga gabah petani tetap stabil di kisaran Rp6.500 per kilogram.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Makassar, IDN Times - Beras berlabel Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) masih terus bergerak dari gudang Bulog menuju pasar-pasar. Di tengah fluktuasi harga pangan dan ancaman cuaca ekstrem, Perum Bulog Sulselbar memilih mempertahankan harga lama beras SPHP di angka Rp12.500 per kilogram.

Wakil Pimpinan Perum Bulog Sulselbar, Karmila Hasmi, mengatakan harga beras SPHP masih dipertahankan di angka Rp12.500 per kilogram. Kebijakan itu ditempuh untuk menjaga kestabilan harga beras di tingkat konsumen.

"Untuk harga beras sudah diatur oleh pemerintah di harga eceran tertinggi, dan sampai saat ini SPHP masih dijaga di harga eceran lama, yaitu Rp12.500," kata Karmila, Selasa (12/5/2026).

1. Beras SPHP dijual lewat Gerakan Pangan Murah

Ilustrasi beras SPHP (Dok.IDN Times)
Ilustrasi beras SPHP (Dok.IDN Times)

Menurut Karmila, penyaluran beras SPHP biasanya berlangsung lewat Gerakan Pangan Murah bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, dan Bulog. Beras SPHP dijual langsung di tengah masyarakat sebagai upaya menekan lonjakan harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional termasuk Iduladha nanti .

"Pastinya ini tepat sasaran yang kita lakukan di tengah-tengah masyarakat untuk melakukan penjualan beras SPHP ini," katanya. 

2. Stok beras Sulselbar capai 895 ribu ton

Ilustrasi beras (IDN Times/Khaerul Anwar)
Ilustrasi beras (IDN Times/Khaerul Anwar)

Karmila menjelaskan Bulog tidak hanya fokus menjaga stok pangan tetap tersedia, tetapi juga memastikan harga tetap terjangkau bagi masyarakat. Saat ini, stok beras di wilayah Sulsel dan Sulbar mencapai sekitar 895 ribu ton.

Jumlah tersebut disebut menjadi stok terbesar sepanjang sejarah Bulog Sulselbar berdiri. Menurut Karmila, stok besar itu menjadi modal untuk menjaga kestabilan pasokan dan harga di pasar.

"Harapannya nanti ke depan tidak hanya sekedar stok, tetapi harga di tingkat konsumen, di tingkat produsen semua bisa terjaga dengan stabil," tuturnya.

3. Bulog sebut harga gabah petani tetap terjaga

ilustrasi gabah. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
ilustrasi gabah. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Di sisi lain, Bulog juga terus menyerap gabah petani. Harga gabah kering panen saat ini disebut masih berada di angka Rp6.500 per kilogram.

"Alhamdulillah sampai sekarang kita tidak mendengar adanya harga di bawah HPP (harga pembelian pemerintah)," katanya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Irwan Idris
EditorIrwan Idris
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More