Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Bulog Sulselbar Catat 895 Ribu Ton Beras, Diklaim Aman hingga 2027

Bulog Sulselbar Catat 895 Ribu Ton Beras, Diklaim Aman hingga 2027
Ilustrasi beras di gudang Bulog Makassar, Rabu (30/7/2025). (IDN Times/Asrhawi Muin)
Intinya Sih
  • Bulog Sulselbar mencatat stok beras tertinggi sepanjang sejarah, mencapai 895 ribu ton atau sekitar 17–20 persen dari total stok nasional.
  • Sebanyak 2 juta penerima manfaat di Sulsel dan Sulbar mendapat bantuan pangan, sejalan dengan upaya menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan daerah.
  • Kapasitas gudang diperluas hingga 600 ribu ton, sementara stok beras dipastikan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sampai Juni 2027.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Makassar, IDN Times - Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) menyatakan kebutuhan beras masih tetap memenuhi gudang. Di tengah ancaman cuaca ekstrem dan kekhawatiran pasokan pangan, wilayah ini justru mencatat stok beras tertinggi sepanjang sejarah Bulog Sulselbar berdiri.

Wakil Pimpinan Perum Bulog Sulselbar, Karmila Hasmi, mengatakan stok beras nasional saat ini mencapai 5,2 juta ton. Dari jumlah tersebut, sekitar 895 ribu ton berada di wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

"Stok kita saat ini mencapai 895 ribu ton. Artinya provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat memiliki cadangan kurang lebih 17-20 persen secara stok nasional yang ada di Indonesia," kata Karmila, Selasa (12/5/2026).

1. Bulog salurkan bantuan pangan untuk 2 juta penerima

Ilustrasi beras (IDN Times/Khaerul Anwar)
Ilustrasi beras (IDN Times/Khaerul Anwar)

Karmila menyebut cadangan pangan tersebut menjadi capaian terbesar sepanjang sejarah Bulog Sulselbar. Menurutnya, capaian itu sejalan dengan tema peringatan HUT ke-59 Bulog tahun ini, yakni Mengawal Pangan, Menjaga Masa Depan. 

Tidak hanya menjaga ketersediaan stok, Bulog juga berupaya menjaga kestabilan harga di tingkat petani maupun konsumen. Salah satu upaya yang dijalankan adalah penyaluran bantuan pangan dari Badan Pangan Nasional.

Untuk wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Bulog menyalurkan bantuan pangan kepada sekitar 2 juta penerima manfaat untuk alokasi Februari hingga Maret 2026. Penyaluran tersebut mengacu pada data penerima dari dinas sosial.

"Kita ada di 2 juta penerima bantuan pangan. Jadi harapannya ini tepat sasaran pastinya," kata Karmila.

2. Kapasitas gudang diperluas hingga 600 ribu ton

Ilustrasi beras Bulog. (dok. Humas Perum BULOG tahun 2023)
Ilustrasi beras Bulog. (dok. Humas Perum BULOG tahun 2023)

Stok yang terus bertambah membuat Bulog memperluas kapasitas penyimpanan. Gudang existing di Sulsel memiliki kapasitas sekitar 364 ribu ton. 

Bulog memperluas kapasitas penyimpanan lewat kerja sama sewa gudang dan jasa pergudangan dengan mitra. Saat ini total kapasitas penyimpanan yang dimiliki mencapai sekitar 600 ribu ton.

Karmila menjelaskan stok besar tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Bulog. Perputaran beras harus tetap terjaga agar kualitas beras di gudang tetap baik hingga sampai ke masyarakat.

"Harapannya adalah beras yang fresh sehingga nanti ketika dikonsumsi oleh masyarakat tetap dalam kondisi baik dan layak untuk dikonsumsi oleh masyarakat kita," katanya. 

3. Stok beras disebut aman hingga Juni 2027

Pekerja mengenakan kaus biru bertuliskan Bulog mengangkat karung beras di gudang penyimpanan yang dipenuhi tumpukan karung beras putih.
Ilustrasi beras (ANTARA FOTO/Dhimas Budi Pratama)

Untuk menjaga kualitas, Bulog rutin mengadakan spraying setiap bulan dan fumigasi setiap tiga bulan. Upaya itu menjadi bagian mitigasi agar beras tidak rusak selama masa penyimpanan.

Di sisi lain, Bulog juga mulai menyiapkan antisipasi menghadapi dampak El Nino berkepanjangan. Karmila menyebut stok 895 ribu ton tersebut diperkirakan cukup menopang kebutuhan pangan hingga Juni 2027.

"Tidak perlu khawatir. Ini pun kita sudah kirim ke kawasan timur, tetapi yakin menurut saya ini sangat aman, " tuturnya.

Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional dan Iduladha, Bulog bersama pemerintah daerah juga mulai menggelar Gerakan Pangan Murah. Program itu disiapkan untuk menjaga harga beras tetap stabil di tingkat konsumen.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Irwan Idris
EditorIrwan Idris
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More