Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Makassar Darurat Geng Motor Sadis, Polisi Ancam Tembak Pelaku

Makassar Darurat Geng Motor Sadis, Polisi Ancam Tembak Pelaku
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana didampingi Kasi Humas Polrestabes Makassar, Kompol Wahiduddin dan Kasi Propam Polrestabes Makassar, Kompol Ramli, Kamis (12/2/2026) IDN Times / Darsil Yahya.
Intinya Sih
  • Geng motor di Makassar makin brutal dengan serangan acak bersenjata tajam yang menimbulkan ketakutan dan korban di kalangan warga.
  • Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana memerintahkan tindakan tegas, termasuk tembak di tempat bagi pelaku yang mengancam nyawa masyarakat atau aparat.
  • Arya menegaskan setiap tindakan polisi harus sesuai SOP, dengan prioritas penangkapan jika situasi masih bisa dikendalikan tanpa ancaman jiwa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Makassar, IDN Times - Teror geng motor di Kota Makassar kian menjadi ancaman serius bagi masyarakat. Dalam dua bulan terakhir, aksi penyerangan nyaris terjadi setiap pekan dengan korban mayoritas merupakan warga biasa yang sama sekali tidak memiliki persoalan dengan para pelaku.

Kawanan geng motor itu bergerak secara brutal di jalanan sambil membawa berbagai senjata berbahaya seperti parang, busur panah, hingga petasan. Mereka menyerang secara acak, menebar ketakutan, bahkan melukai warga yang sedang melintas atau berkumpul di malam hari.

1. Kapolrestabes Makassar perintahkan tembak di tempat

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana (tengah) saat memperlihatkan barang bukti kasus geng motor brutal, Selasa (12/5/2026). IDN T
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana (tengah) saat memperlihatkan barang bukti kasus geng motor brutal, Selasa (12/5/2026). IDN Times/Darsil Yahya

Kondisi tersebut memicu keresahan luas di tengah masyarakat yang mendesak aparat kepolisian bertindak lebih tegas. Desakan penindakan keras tidak hanya datang dari warga.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, turut meminta aparat mengambil langkah tegas terhadap pelaku kejahatan jalanan, mulai dari begal hingga geng motor yang meresahkan masyarakat.

Menanggapi desakan tersebut, Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, menyatakan pihaknya tidak akan memberi ruang bagi pelaku geng motor yang mengancam keselamatan warga.

Arya bahkan mengeluarkan instruksi kepada seluruh jajarannya untuk menindak tegas pelaku yang membawa senjata dan membahayakan masyarakat.

"Kalau memang pelaku kejahatan itu sudah mengancam nyawa masyarakat, perintah saya tembak di tempat," tegas Arya saat konferensi pers di Aula Mapolrestabes Makassar, Selasa (12/5/2026).

2. Tembakan hanya dalam situasi darurat

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, Selasa (3/3/2026). IDN Times/Darsil Yahya
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, Selasa (3/3/2026). IDN Times/Darsil Yahya

Arya menekankan, tindakan tegas itu berlaku apabila pelaku menyerang warga atau aparat menggunakan senjata tajam maupun alat berbahaya lainnya di lokasi kejadian.

"Ada polisi di situ, dia mengancam nyawa masyarakat di situ dengan parang atau mungkin dengan senjata lainnya, tembak di tempat," lanjutnya.

3. Aparat kepolisian diminta tetap patuhi SOP

Aksi komplotan geng motor menyerang warga di Makassar, Minggu (10/5/2026) dini hari. Dok. Istimewa
Aksi komplotan geng motor menyerang warga di Makassar, Minggu (10/5/2026) dini hari. Dok. Istimewa

Meski demikian, Arya memastikan setiap tindakan kepolisian tetap harus mengedepankan standar operasional prosedur (SOP). Menurutnya, jika situasi di lapangan masih dapat dikendalikan tanpa membahayakan nyawa petugas maupun masyarakat, maka pelaku cukup ditangkap untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.

"Kalau memang tidak mengancam, dilakukan upaya-upaya yang tegas tapi terukur, tidak serta merta langsung menembak. Tapi kalau mengancam jiwa masyarakat ataupun anggota kepolisian yang sedang bertugas, tembak di tempat," pungkasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Irwan Idris
EditorIrwan Idris
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More