Bulog Sulselbar Tambah Kapasitas Gudang hingga 600 Ribu Ton

- Bulog Sulselbar memperluas kapasitas gudang hingga 600 ribu ton melalui kerja sama sewa, pinjam pakai, dan jasa pergudangan untuk menampung lonjakan stok beras.
- Stok beras di wilayah Sulselbar mencapai sekitar 895 ribu ton, menjadi yang terbesar sepanjang sejarah, sehingga Bulog menjaga keseimbangan pemasukan dan pengeluaran beras.
- Revitalisasi gudang dilakukan di berbagai daerah sentra pangan seperti Makassar, Maros, dan Sidrap guna memastikan kualitas serta kesiapan penyimpanan beras tetap optimal.
Makassar, IDN Times - Lonjakan stok beras membuat Bulog harus memperluas ruang penyimpanan agar pasokan tetap aman dan kualitas beras tetap terjaga. Wakil Pimpinan Perum Bulog Sulselbar, Karmila Hasmi, mengatakan kapasitas gudang existing yang dimiliki Bulog di Sulawesi Selatan saat ini mencapai sekitar 364 ribu ton.
Namun, jumlah tersebut tidak lagi cukup menampung stok beras yang terus bertambah. Bulog kemudian memperluas kapasitas penyimpanan lewat kerja sama sewa gudang, pinjam pakai, hingga jasa pergudangan bersama mitra.
"Ada sistemnya sewa, ada pinjam pakai, maupun jasa pergudangan. Itu kurang lebih sekarang kita ada 600 ribu ton," kata Karmila, Selasa (12/5/2026).
1. Stok beras Sulselbar disebut terbesar sepanjang sejarah

Menurut Karmila, stok beras di wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat saat ini mencapai sekitar 895 ribu ton. Jumlah itu disebut menjadi stok terbesar sepanjang sejarah Bulog Sulselbar berdiri.
Besarnya stok tersebut membuat Bulog harus menjaga keseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran beras. Hal itu agar tidak terjadi penumpukan terlalu lama di gudang.
"Harapannya adalah beras yang fresh sehingga nanti ketika dikonsumsi oleh masyarakat tetap dalam kondisi baik dan layak untuk dikonsumsi oleh masyarakat kita," katanya.
2. Revitalisasi gudang berlangsung di sejumlah daerah

Selain memperluas gudang lewat kerja sama dengan mitra, Bulog juga menjalankan revitalisasi fasilitas penyimpanan. Revitalisasi tersebut berlangsung di sejumlah daerah sentra produksi pangan di Sulawesi Selatan.
Revitalisasi tersebut berlangsung di Makassar, Maros, Takalar, Jeneponto, Bulukumba, Parepare, hingga Sidrap. Langkah itu disiapkan untuk mendukung kapasitas penyimpanan yang terus meningkat.
"Sekarang lagi proses rekitalisasi juga di gudang Bulog dan nantinya akan ada penambahan gudang-gudang Bulog itu dalam proses di kantor pusat," katanya.
3. Bulog jaga kualitas beras di tengah lonjakan stok

Di tengah tingginya stok beras, Bulog juga menjaga kualitas penyimpanan agar beras tetap aman dikonsumsi masyarakat. Perawatan berlangsung lewat spraying setiap bulan dan fumigasi setiap tiga bulan.
Karmila menegaskan Bulog terus memastikan stok beras yang tersimpan di gudang existing maupun gudang sewa tetap terjaga kualitasnya. Beras tersebut dipastikan tetap berada dalam kondisi layak konsumsi.
"Kami jamin pastinya yang dikonsumsi oleh masyarakat dengan stok kami yang cukup besar itu pastinya baik, aman dan terjaga kualitasnya sampai dengan dikonsumsi," katanya.



















