Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Legislator Makassar Dukung Polisi Tindak Tegas Geng Motor Brutal

Legislator Makassar Dukung Polisi Tindak Tegas Geng Motor Brutal
Anggota DPRD Kota Makassar dari Fraksi Hanura, Muchlis Misbah. IDN Times/Asrhawi Muin
Intinya Sih
  • Anggota DPRD Makassar Muchlis Misbah mendukung langkah tegas polisi terhadap geng motor yang makin brutal dan menyerang warga tak bersalah di berbagai wilayah kota.
  • Muchlis menilai penanganan geng motor perlu melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk RT, RW, Linmas, dan tokoh warga untuk memperkuat pengawasan lingkungan.
  • Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana menegaskan tindakan tembak di tempat bagi pelaku geng motor yang mengancam nyawa warga, dengan tetap mengikuti prosedur hukum yang berlaku.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Makassar, IDN Times - Maraknya aksi geng motor di Kota Makassar membuat berbagai pihak mendesak aparat kepolisian bertindak lebih tegas. Anggota DPRD Kota Makassar dari Fraksi Hanura, Muchlis Misbah, mendukung langkah tegas polisi terhadap pelaku geng motor yang dinilai semakin brutal dan membahayakan masyarakat.

Menurut Muchlis, kondisi geng motor di Makassar sudah sangat meresahkan. Aksi penyerangan kini tidak lagi menyasar kelompok tertentu, melainkan warga biasa yang tidak memiliki persoalan dengan pelaku.

"Makanya ada instruksi tembak di tempat kalau memang sudah terbukti dan meresahkan masyarakat karena geng motor ini sudah menyerang bukan sesama kelompok tapi menyerang orang yang tidak bersalah," kata Muchlis saat diwawancarai di Balai Kota Makassar, Rabu (13/5/2026).

1. Penanganan geng motor dinilai bukan hanya tugas polisi

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana meunjukkan barang bukti kejahatan geng motor, Senin (2/6/2025)/Istimewa
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana meunjukkan barang bukti kejahatan geng motor, Senin (2/6/2025)/Istimewa

Di tengah meningkatnya aksi kekerasan jalanan, Muchlis menilai penanganan geng motor tidak bisa hanya dibebankan kepada kepolisian. Menurutnya, seluruh elemen masyarakat perlu dilibatkan untuk memperkuat pengawasan lingkungan.

Tokoh masyarakat, RT, RW, Linmas, kelurahan, hingga kecamatan dinilai harus ikut membantu mencegah aksi geng motor. Mereka diharapkan aktif memantau kelompok remaja yang berkumpul hingga larut malam dan berpotensi terlibat aksi kriminal.

"Semua elemen masyarakat harus terlibat dalam penanganan geng motor termasuk tokoh masyarakat, RT, RW, Linmas, Kecamatan, Kelurahan. Kepolisian juga paling inti sebagai pemberi penindakan," katanya.

2. Warga diminta bantu bubarkan kelompok motor bergerombol

Tangkapan layar geng motor serang warga di Jalan Metro Tanjung Bunga menuju Kelurahan Barombong, Senin malam (26/5/2025)/Istimewa
Tangkapan layar geng motor serang warga di Jalan Metro Tanjung Bunga menuju Kelurahan Barombong, Senin malam (26/5/2025)/Istimewa

Muchlis mengatakan masyarakat juga perlu membantu aparat dengan segera membubarkan kelompok pengendara motor yang bergerombol di jalanan. Namun tindakan hukum tetap menjadi kewenangan polisi agar tidak memicu persoalan baru di tengah masyarakat.

"Artinya, pada dasarnya kalau ada bergerombol naik motor ya kita harus bubarkan, tapi tugas kepolisian kita harus bantu. Penindakannya ada sama polisi karena kalau kita massa bahaya juga, kita bisa dapat teguran atau sanksi hukum," katanya.

3. Polisi diminta tetap tegas demi keamanan warga

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana (tengah) saat memperlihatkan barang bukti kasus geng motor brutal, Selasa (12/5/2026). IDN T
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana (tengah) saat memperlihatkan barang bukti kasus geng motor brutal, Selasa (12/5/2026). IDN Times/Darsil Yahya

Selain itu, Muchlis meminta aparat kepolisian tetap bertindak tegas terhadap pelaku geng motor demi memberi rasa aman kepada masyarakat. Menurutnya, keberadaan geng motor sudah menjadi ancaman serius di Kota Makassar.

"Oleh karena itu saya minta kepolisian untuk tegas dalam hal ini tapi tugas-tugas polisi kita bantu, khususnya Linmas, RT, RW, dan Satpol PP sebagai perangkat daerah di Kota Makassar. Yang kedua, jagai anak-ta, intinya," katanya.

4. Polisi ancam tembak pelaku yang mengancam nyawa warga

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana. (IDN Times/Asrhawi Muin).
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana. (IDN Times/Asrhawi Muin).

Sebelumnya, aksi brutal geng motor di Jalan Abu Bakar Lambogo, Makassar, menyebabkan seorang bocah berinisial H (13) mengalami luka parah setelah ditebas parang. Polisi telah menangkap lima terduga pelaku, sementara dua lainnya masih dalam pengejaran.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, menegaskan pihaknya tidak akan memberi ruang bagi pelaku geng motor yang membahayakan keselamatan warga. Arya menyebut tindakan tegas akan diberikan jika pelaku menyerang warga atau aparat menggunakan senjata tajam.

"Kalau memang pelaku kejahatan itu sudah mengancam nyawa masyarakat, perintah saya tembak di tempat," tegas Arya saat konferensi pers di Aula Mapolrestabes Makassar, Selasa (12/5/2026).

Meski begitu, Arya menekankan seluruh tindakan kepolisian tetap harus sesuai standar operasional prosedur (SOP). Penembakan disebut hanya menjadi pilihan terakhir dalam kondisi darurat yang membahayakan jiwa masyarakat maupun petugas.

"Kalau memang tidak mengancam, dilakukan upaya-upaya yang tegas tapi terukur, tidak serta merta langsung menembak. Tapi kalau mengancam jiwa masyarakat ataupun anggota kepolisian yang sedang bertugas, tembak di tempat," katanya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Irwan Idris
EditorIrwan Idris
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More