Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Legislator Makassar Usul RT-RW dan Linmas Bubarkan Remaja Nongkrong

Legislator Makassar Usul RT-RW dan Linmas Bubarkan Remaja Nongkrong
Anggota DPRD Kota Makassar dari Fraksi PKS, Adi Akbar, Rabu (13/5/2026). IDN Times/Asrhawi Muin
Intinya Sih
Gini Kak
  • Anggota DPRD Makassar Adi Akbar mendorong pemberdayaan RT, RW, dan Linmas untuk membubarkan remaja yang nongkrong larut malam guna mencegah terbentuknya geng motor.
  • Adi mengusulkan pendataan serta edukasi bagi remaja yang sering berkumpul malam hari agar aparat dapat memahami latar belakang mereka dan melakukan pembinaan lebih tepat.
  • Ia juga meminta sanksi administratif bagi pelaku geng motor serta peningkatan pengawasan CCTV dan kegiatan positif berbasis lingkungan untuk memperkuat pembinaan karakter remaja.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Makassar, IDN Times - Maraknya aksi geng motor di Kota Makassar membuat sejumlah pihak mendorong keterlibatan lebih luas dari masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. Anggota DPRD Kota Makassar dari Fraksi PKS, Adi Akbar, meminta Pemerintah Kota Makassar memberdayakan RT, RW, dan Linmas untuk membantu mencegah munculnya kelompok remaja yang berpotensi terlibat aksi kriminal jalanan.

Pernyataan itu disampaikan Adi menyusul aksi brutal geng motor yang terjadi di Makassar dalam beberapa waktu terakhir. Salah satunya penyerangan di Jalan Abu Bakar Lambogo yang menyebabkan seorang bocah berinisial H (13) mengalami luka parah akibat ditebas parang.

Menurut Adi, keterlibatan aparat lingkungan dibutuhkan untuk memantau aktivitas remaja yang sering berkumpul hingga larut malam di sejumlah titik kota. Kelompok tersebut dinilai perlu dibubarkan lebih awal agar tidak berkembang menjadi aksi geng motor yang meresahkan warga.

"Saya berharap pemerintah kota untuk melibatkan semua elemen masyarakat, terutama RT, RW, dan Linmas. Ketika ini semua diberdayakan untuk menjadi Satgas untuk membubarkan anak-anak yang ngumpul-ngumpul itu," kata Adi saat diwawancarai di Balai Kota Makassar, Rabu (13/5/2026).

1. Usul remaja yang nongkrong didata dan diedukasi

Ilustrasi geng motor (dok IDN Times)
Ilustrasi geng motor (dok IDN Times)

Adi juga mengusulkan pendataan terhadap remaja yang sering berkumpul pada malam hari. Menurutnya, pendekatan tersebut dapat membantu aparat mengetahui latar belakang dan lingkungan keluarga para remaja tersebut.

"Kalau perlu ini kita data, kita cari tahu siapa nama orang tuanya. Setelah kita dapat data siapa nama orang tuanya, maka diedukasi," katanya.

2. Dorong sanksi administratif bagi pelaku geng motor

Ilustrasi geng motor (Google)
Ilustrasi geng motor (Google)

Selain pembinaan, Adi turut mendorong adanya sanksi administratif bagi remaja yang terbukti terlibat dalam aksi geng motor maupun tindak kriminal jalanan. Menurutnya, langkah itu dapat memberi efek jera sekaligus menjadi bentuk pengawasan sosial.

"Kalau perlu yang terlibat di situ dikasih sanksi administratif. Jadi siapapun yang terlibat, ketika dia mau mengurus administrasi, itu ada catatan. Ini harus dilibatkan, kapan tidak dilibatkan ini yang terjadi," katanya.

3. Polisi diminta perkuat pengawasan CCTV dan pembinaan remaja

ilustrasi CCTV (IDN Times/Zainul Arifin
ilustrasi CCTV (IDN Times/Zainul Arifin

Di sisi lain, Adi meminta aparat kepolisian memperkuat deteksi dini terhadap pergerakan kelompok geng motor di Makassar. Pengawasan melalui pos keamanan lingkungan dan kamera CCTV dinilai perlu dimaksimalkan agar aparat dapat bergerak cepat sebelum terjadi penyerangan.

"Supaya ketika ada kelihatan lewat CCTV, langsung bergerak aparatnya untuk membuntuti supaya tidak terjadi apa yang kita saksikan bersama," katanya.

Menurut Adi, maraknya geng motor juga berkaitan dengan persoalan karakter dan pembinaan remaja. Karena itu, Pemerintah Kota Makassar didorong memperbanyak kegiatan positif untuk anak muda, termasuk pembinaan berbasis lingkungan dan masjid.

"Kita manfaatkan ini masjid-masjid, banyak masjid, kita buat kegiatan mungkin pencerahan-pencerahan kalbu daripada ada lagi kejadian yang membuat kita merasa was-was," katanya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More