Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Panen Raya Lapas Sulsel Hasilkan 3,3 Ton Pangan

IMG-20260115-WA0188.jpg
Panen warga binaan saat Panen Raya Ketahanan Pangan di Lapas Kelas I Makassar, Kamis (15/1/2026). (Dok. Humas Pemkot Makassar)

Makassar, IDN Times - Program ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan Sulawesi Selatan mencatat hasil produksi pada Panen Raya Serentak Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) periode Januari 2026. Produksi pangan tersebut berasal dari kegiatan pertanian, perikanan, dan peternakan yang dijalankan warga binaan di sejumlah lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan.

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan melaporkan, hasil panen sektor pertanian mencapai 2,6 ton. Sementara dari sektor perikanan, produksi ikan lele dan nila tercatat sebanyak 600 kilogram. Adapun sektor peternakan ayam menghasilkan 110 kilogram. Secara keseluruhan, total produksi pangan mencapai sekitar 3,3 ton.

Pelaksanaan panen raya di Sulawesi Selatan berlangsung di beberapa satuan kerja, di antaranya Lapas Kelas I Makassar, Lapas Perempuan Makassar, Lapas Narkotika Sungguminasa, Lapas Maros, Lapas Anak Maros, serta Rutan Kelas I Makassar. Kegiatan ini merupakan bagian dari Panen Raya Serentak Pemasyarakatan yang dilaksanakan secara nasional dan dipusatkan di Lapas Kelas I Cirebon pada Kamis (15/1/2026).

1. Pembinaan kemandirian warga binaan berjalan produktif

IMG-20260115-WA0168.jpg
Panen warga binaan saat Panen Raya Ketahanan Pangan di Lapas Kelas I Makassar, Kamis (15/1/2026). (Dok. Humas Pemkot Makassar)

Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Sulawesi Selatan, Rudy Sianturi, menilai panen raya menunjukkan aktivitas pembinaan kemandirian di lingkungan pemasyarakatan berjalan secara produktif. Kegiatan tersebut menggambarkan keterlibatan aktif warga binaan dalam pengelolaan sektor pertanian dan pangan yang memberi manfaat nyata.

"Kegiatan ini merupakan bukti nyata bahwa pembinaan di lingkungan pemasyarakatan dapat berjalan produktif dan memberikan manfaat sosial serta ekonomi. Harapannya, program ketahanan pangan ini terus diperkuat sebagai kontribusi nyata Pemasyarakatan terhadap ketahanan pangan daerah," kata Rudy.

Selain menopang kebutuhan internal lapas, hasil panen juga memberi nilai ekonomi. Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Sulsel mencatat total penjualan sekitar Rp35 juta yang direncanakan disalurkan untuk membantu korban bencana alam di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.

2. Hasil pembinaan berkelanjutan di rutan dan lapas

Lapas Kelas 1 Makassar. IDN Times / Sahrul Ramadan
Lapas Kelas 1 Makassar. IDN Times / Sahrul Ramadan

Sementara itu, Kepala Rutan Kelas I Makassar, Jayadikusumah, menilai panen raya merupakan hasil dari pembinaan berbasis kemandirian yang berjalan secara berkesinambungan. Proses pembinaan tersebut terlihat dari keterlibatan warga binaan dalam pengelolaan kegiatan produktif hingga menghasilkan panen bernilai guna.

"Panen raya ini menunjukkan bahwa pembinaan yang tepat dapat memberikan dampak positif bagi warga binaan. Kami berharap program ini terus berlanjut dan semakin memberikan nilai tambah," ungkap Jayadikusumah.

Secara nasional, Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi melaporkan Panen Raya Serentak Kemenimipas Januari 2026 mencakup sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan. Hasil panen pertanian dan perkebunan mencapai 99.930 kilogram, sektor peternakan 4.019 kilogram, serta sektor perikanan 19.608 kilogram.

Hingga akhir Desember 2025, program ketahanan pangan di lapas dan rutan melibatkan 12.146 warga binaan dengan luas lahan garapan lebih dari 4,4 juta meter persegi. Dari program tersebut, total premi yang diterima warga binaan tercatat lebih dari Rp905 juta.

3. Dukungan Pemkot Makassar terhadap pembinaan warga binaan

IMG-20260115-WA0178.jpg
Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham meninjau hasil panen warga binaan saat Panen Raya Ketahanan Pangan di Lapas Kelas I Makassar, Kamis (15/1/2026). (Dok. Humas Pemkot Makassar)

Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, yang hadir dalam panen raya itu mengapresiasi pelaksanaan program ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan. Menurut Aliyah, kegiatan tersebut memberi ruang pembinaan keterampilan sekaligus membangun sikap produktif warga binaan.

"Program ini sangat positif karena memberikan bekal keterampilan sekaligus menanamkan semangat produktif bagi warga binaan. Ini merupakan langkah nyata dalam proses pembinaan agar mereka siap kembali dan berdaya di tengah masyarakat," kata Aliyah.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More

Panen Raya Lapas Sulsel Hasilkan 3,3 Ton Pangan

16 Jan 2026, 11:04 WIBNews