Makassar Targetkan 23 Ribu Mahasiswa Jadi Agen Mitigasi Bencana

- Pemerintah Kota Makassar bekerja sama dengan 23 perguruan tinggi untuk melatih sekitar 23 ribu mahasiswa agar memiliki kompetensi dasar di bidang kebencanaan.
- BPBD menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai kunci ketangguhan daerah, bukan hanya melalui pembangunan infrastruktur fisik.
- Wali Kota Makassar mengajak seluruh elemen masyarakat membangun budaya sadar bencana lewat edukasi, pelatihan, dan kolaborasi lintas sektor demi kesiapsiagaan bersama.
Makassar, IDN Times - Pemerintah Kota Makassar menggandeng 23 perguruan tinggi untuk memperkuat kapasitas penanggulangan bencana melalui pengembangan sumber daya manusia. Kolaborasi tersebut ditargetkan melahirkan sekitar 23 ribu mahasiswa yang memiliki kompetensi dasar di bidang kebencanaan.
Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar dan 23 perguruan tinggi dalam Apel Kesiapsiagaan terhadap Bencana Kota Makassar Tahun Anggaran 2026. Penandatangaan berlangsung di Anjungan MNEK, Center Point of Indonesia (CPI), Selasa (14/7/2026)
1. Targetkan 23 ribu mahasiswa memiliki kompetensi kebencanaan

Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Muhammad Fadli Tahar, mengatakan kerja sama tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat kapasitas kebencanaan. Strategi tersebut berfokus pada pengembangan sumber daya manusia sejak di lingkungan perguruan tinggi.
"Kolaborasi ini menjadi investasi besar dalam membangun sumber daya manusia kebencanaan di Kota Makassar," kata Fadli.
Fadli menjelaskan program tersebut menargetkan sedikitnya 1.000 mahasiswa dari masing-masing perguruan tinggi yang terlibat. Dengan demikian, sekitar 23.000 mahasiswa diharapkan memiliki kompetensi dasar di bidang kebencanaan.
Menurut Fadli, mahasiswa akan mendapatkan kesempatan belajar langsung di lapangan. Dengan begitu, mereka tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki pengalaman dalam mitigasi, kesiapsiagaan, hingga penanganan bencana.
"Mahasiswa akan belajar langsung di lapangan sehingga memiliki pengalaman dan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai penanggulangan bencana," katanya.
2. Ketangguhan daerah tidak hanya dibangun lewat infrastruktur

Fadli menilai penguatan ketangguhan daerah tidak cukup hanya melalui pembangunan infrastruktur. Menurutnya, upaya tersebut juga harus dibarengi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang siap menghadapi berbagai potensi ancaman bencana.
"Ketangguhan tidak hanya dibangun melalui infrastruktur, tetapi juga dengan menyiapkan generasi muda yang memiliki kapasitas, kepedulian, dan kesiapan menjadi garda terdepan dalam penanggulangan bencana di Kota Makassar," katanya.
Melalui kerja sama tersebut, BPBD berharap lahir ekosistem kebencanaan yang melibatkan kalangan akademisi sebagai mitra strategis pemerintah. Mahasiswa diharapkan turut menjadi agen edukasi dan mitigasi bencana di tengah masyarakat.
3. Wali Kota ajak seluruh elemen bangun budaya sadar bencana

Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah. Menurutnya, Kota Makassar menghadapi berbagai potensi ancaman seperti banjir, cuaca ekstrem, kekeringan, hingga banjir rob akibat perubahan iklim.
"Potensi bencana datang kapan saja, maka penanggulangan bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat," kata Munafri.
Dia mendorong penguatan budaya sadar bencana melalui edukasi, pelatihan, dan simulasi secara berkelanjutan. Menurutnya, upaya diperlukan agar masyarakat mampu mengenali risiko, melakukan mitigasi, serta merespons kondisi darurat dengan cepat dan tepat.
Munafri juga mengajak seluruh unsur pentahelix, mulai dari pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, media, hingga masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang berbasis ilmu pengetahuan dan berorientasi pada keselamatan masyarakat. Menurutnya, kerja sama dengan perguruan tinggi menjadi salah satu langkah konkret untuk memperkuat budaya sadar bencana di Kota Makassar.
"Masyarakat harus memiliki kemampuan mengenali ancaman, melakukan penyelamatan secara mandiri, merespons keadaan darurat dengan tepat, serta mampu bangkit kembali setelah bencana," katanya.




![[BREAKING] Bupati Husniah Tiba-Tiba Tinggalkan Sidang Angket DPRD Gowa](https://image.idntimes.com/post/20260714/upload_e04396de43ef0f4f690e6cbafc0f76f4_3ca9d9fd-f8f5-4d90-a087-95e16267a0dc_watermarked_idntimes-1.jpeg)















