Manado, IDNTimes - Seorang mahasiswa asal Sulawesi Utara, Juan Eliezer Richard Nemba-Opit, meninggal dunia usai tenggelam di Danau Gaisalp, Bavaria, Jerman pada Senin, 6 Juli 2026. Jenazah tiba di Kompleks Pemakaman Taman Arimatea, Kayuwatu, Kota Manado, pada Sabtu, 11 Juli 2026.
Mahasiswa Asal Sulut Meninggal Tenggelam di Jerman Dimakamkan Hari Ini

Mahasiswa asal Sulawesi Utara, Juan Nemba-Opit, meninggal dunia akibat tenggelam di Danau Gaisalp.
Juan dikenal sebagai anak berprestasi dan aktif berolahraga.
Tim SAR Jerman menemukan jasad Juan di kedalaman 3,5 meter.
Jenazah Juan disambut isak tangis dari keluarga, kerabat, hingga teman-temannya. Ayah korban, Matius Nemba, mengaku sempat tak percaya anaknya dinyatakan meninggal usia tenggelam di Danau Gaisalp.
"Keluarga punya rencana, tapi Tuhan punya rencana-Nya. Dan memang itu yang terbaik menurut Tuhan," tuturnya, Senin (13/7/2026).
1. Berencana pulang ke Indonesia

Matius menyebut Juan adalah anak tengah dari 3 bersaudara. Ia ke Jerman pada awal tahun 2026 untuk melanjutkan sekolah S2.
Di sana, ia bersama kakak tertuanya sedangkan sang adik di Indonesia. Juan sendiri sudah memiliki sejumlah rencana tahun ini.
Pada September ia akan ke Italia, kemudian Oktober pulang ke Indonesia. "Tapi ya dia sudah selesai dengan sekolah kehidupan di dunia ini," ujar Matius sambil menahan air mata.
2. Jago berenang

Matius juga mengaku Juan adalah anak kebangaan keluarga. Selain pintar secara akademik, ia juga jago olahraga.
"Tenis, badminton, muaythai, renang juga dia jago. Makanya saya sempat tak percaya," tutur Matius.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Jerman saat Juan dinyatakan hilang. Hanya dalam waktu 20 menit usai laporan diterima, 2 helikopter dan tim SAR diterjunkan ke TKP.
3. Ditemukan di kedalaman 3,5 meter

Sebelumnya, mahasiswa yang merupakan warga negara Indonesia (WNI) berinisial JERN (29) dilaporkan meninggal dunia usai tenggelam di Danau Gaisalp, kawasan Pegunungan Alpen, Bavaria, Jerman. Kabar tersebut dibenarkan oleh pihak Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI.
Rekan-rekan korban melaporkan kejadian tersebut sekitar pukul 16.00 waktu setempat. Tim pencarian baru berhasil menyelamatkan korban 6 jam kemudian.
Jasad korban ditemukan di kedalaman 3,5 meter. Kepolisian setempat menyatakan peristiwa tersebut murni kecelakaan, tidak ada dugaan unsur pidana.


















