Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

HUT Dekranas dan HKG PKK di Makassar Catat Transaksi Rp5 Miliar

HUT Dekranas dan HKG PKK di Makassar Catat Transaksi Rp5 Miliar
Pameran Kriya dan Wastra HUT ke-46 Dekranas di Trans Studio Mall Makassar, Jumat (10/7/2026). IDN Times/Asrhawi Muin
Intinya Sih
  • Penyelenggaraan HUT ke-46 Dekranas dan HKG PKK ke-54 di Makassar mencatat transaksi pameran sekitar Rp5 miliar, dengan kontribusi signifikan dari peserta asal Sulawesi Selatan.
  • Acara nasional ini menarik sekitar 180 ribu pengunjung dan menggerakkan sektor hotel, kuliner, transportasi, serta pariwisata dengan total perputaran ekonomi lebih dari Rp100 miliar.
  • Dekranasda Makassar menyiapkan program pelatihan satu tahun bagi 20 calon penenun baru bekerja sama dengan Cita Tenun Indonesia untuk memperkuat identitas wastra khas Makassar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Makassar, IDN Times - Penyelenggaraan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 di Kota Makassar memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Selain mencatat transaksi miliaran rupiah selama pameran berlangsung, kegiatan berskala nasional itu juga menggerakkan sektor perhotelan, pariwisata, kuliner, hingga UMKM.

Ketua Panitia Harian HUT ke-46 Dekranas, Sukarniaty Kondolele, mengatakan hingga 11 Juli 2026 total transaksi seluruh stan pameran mencapai Rp4,16 miliar. Nilai tersebut diperkirakan meningkat menjadi sekitar Rp5 miliar hingga penutupan kegiatan.

"Dari jumlah tersebut, stan peserta asal Sulawesi Selatan mencatat transaksi sebesar Rp1.012.340.400 atau sekitar 24,3 persen dari total transaksi nasional," kata Sukarniaty, Minggu (12/7/2026).

1. Perputaran ekonomi diperkirakan melampaui Rp100 miliar

IMG_20260710_174722.jpg
Pameran Kriya dan Wastra HUT ke-46 Dekranas di Trans Studio Mall Makassar, Jumat (10/7/2026). IDN Times/Asrhawi Muin

Sukarniaty menjelaskan manfaat penyelenggaraan HUT Dekranas dan HKG PKK tidak hanya dirasakan peserta pameran, tetapi juga sektor jasa dan pariwisata di Makassar.

Selama kegiatan berlangsung, lebih dari 3.000 peserta resmi hadir di Makassar. Kehadiran mereka berdampak pada meningkatnya tingkat hunian hotel, aktivitas transportasi, restoran, pusat kuliner, pusat oleh-oleh, hingga destinasi wisata.

"Secara keseluruhan, perputaran ekonomi yang dihasilkan dari penyelenggaraan HKG PKK ke-54 dan HUT Dekranas ke-46 diperkirakan mencapai lebih dari Rp100 miliar," katanya.

Selain transaksi di area pameran utama, panitia mencatat transaksi produk premium Sulawesi Selatan mencapai sekitar Rp150 juta. Sementara transaksi pada pameran HKG PKK ke-54 mencapai Rp551,75 juta.

2. Pameran dikunjungi sekitar 180 ribu orang

IMG_20260710_173447.jpg
Pameran Kriya dan Wastra HUT ke-46 Dekranas di Trans Studio Mall Makassar, Jumat (10/7/2026). IDN Times/Asrhawi Muin

Pameran yang diikuti 203 stan dari provinsi, kabupaten, dan kota se-Indonesia mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.

Hingga 11 Juli 2026, jumlah pengunjung tercatat mencapai sekitar 180 ribu orang, dengan rata-rata 30 ribu hingga 40 ribu pengunjung setiap hari. Pada puncak peringatan HUT Dekranas, jumlah pengunjung diperkirakan mencapai 80 ribu orang dalam sehari.

"Tingginya angka kunjungan menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap produk kerajinan, wastra, dan ekonomi kreatif,  memperlihatkan tingginya kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan event nasional di Kota Makassar," kata Sukarniaty.

3. Dekranasda Makassar siapkan program cetak penenun baru

IMG_20260710_173625.jpg
Pameran Kriya dan Wastra HUT ke-46 Dekranas di Trans Studio Mall Makassar, Jumat (10/7/2026). IDN Times/Asrhawi Muin

Ketua TP PKK sekaligus Ketua Dekranasda Kota Makassar, Melinda Aksa, mengatakan keberhasilan penyelenggaraan HUT Dekranas menjadi momentum memperkuat pembinaan UMKM setelah kegiatan berakhir. Menurutnya, Dekranasda Makassar akan melanjutkan berbagai program pengembangan industri kerajinan, termasuk mencetak penenun baru untuk menghasilkan kain tenun berciri khas Makassar.

"Kami sedang mencari sekitar 20 orang yang memiliki pengalaman menenun untuk mengikuti pelatihan selama satu tahun. Program ini akan kami laksanakan bekerja sama dengan Cita Tenun Indonesia," kata Melinda.

Pelatihan tersebut direncanakan dimulai pada Agustus hingga September 2026. Melinda berharap program itu mampu melahirkan penenun profesional sekaligus memperkuat identitas wastra khas Kota Makassar.

"Harapan kami bukan hanya meningkatkan kualitas produk kerajinan, tetapi juga melahirkan penenun-penenun Makassar yang mampu menghasilkan motif khas daerah sehingga menjadi identitas baru wastra Kota Makassar di masa mendatang," katanya.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata

Latest News Sulawesi Selatan

See More