Forum Keluarga Sebut Husniah Talenrang Bersikeras Bela Basri Kajang

- Keluarga besar Husniah Talenrang menilai hubungan Bupati Gowa dengan Basri Kajang telah melanggar etika dan norma, serta mengintervensi urusan pemerintahan hingga ranah pribadi.
- Penasihat hukum keluarga menegaskan tidak ada dukungan atau intervensi dari Kombes Pol Fadil Imran terhadap polemik yang melibatkan adiknya, Husniah Talenrang.
- Keluarga memperingatkan sejumlah pihak berinisial AJ, AR, RH, dan AM agar berhenti memanfaatkan nama keluarga untuk kepentingan pribadi yang merugikan reputasi mereka.
Makassar, IDN Times - Keluarga besar Bupati Gowa, Husniah Talenrang akhirnya buka suara terkait isu kedekatan Husniah Talenrang dan konsultan politiknya, Muhammad Basri atau Basri Kajang (BK). Menurut keluarga, apa dilakukan keduanya adalah penyimpangan etika, moral, dan norma sebagai pejabat publik.
Penasihat hukum keluarga, Zaky Ramadhan, mengatakan peran Basri Kajang yang awalnya diperkenalkan secara profesional sebagai konsultan politik, telah bergeser terlalu jauh hingga mengintervensi urusan aparatur, kebijakan, hingga ranah pribadi yang merusak tatanan birokrasi pemerintahan di Kabupaten Gowa.
"Pihak keluarga sudah berulang kali mengingatkan, menegur, dan berupaya maksimal secara internal agar saudari HT mengubah perilaku tersebut agar selaras dengan norma yang berlaku," kata Zaky dalam konferensi pers di rumah orang tua Husniah di Desa Manjapai, Kabupaten Gowa, Sabtu (11/7/2026).
1. Keluarga sebut Husniah Talenrang putar balik fakta

Meski telah berulang kali diingatkan, Husniah Talenrang tetap bersikukuh bahkan terkesen membela Basri Kajang saat pihak keluarganya mengadakan pertemuan dan diskusi internal membahas isu kedekatan mereka berdua.
"Sangat disayangkan, dalam diskusi internal keluarga besar, saudari HT justru berkeras membela saudara BK," ucapnya.
Menurut pihak keluarga, sikap Husniah Talenrang membela penyimpangan, memutarbalikkan fakta, tidak berjiwa ksatria, serta melakukan kebohongan publik.
"Ini jelas bukan cerminan nilai-nilai yang ditanamkan oleh orang tua kami, dan sama sekali tidak patut dicontoh oleh seorang pejabat publik," ujar Zaky saat membacakan pernyataan sikap resmi keluarga besar HT.
2. Menepis isu soal Fadil Imran

Dalam kesemparan itu, Zaky juga meluruskan narasi menyesatkan di media sosial yang mengklaim seolah-olah Husniah Talenrang mendapat back-up atau atensi khusus dari sang kakak, Kombes Pol Fadil Imran yang merupakan Jenderal Bintang Tiga di Bareskrim Mabes Polri, terkait polemik ini.
"Narasi Bupati di-backup Jenderal adalah kebohongan besar. Bapak Fadil Imran secara institusiinal maupun pribadi berdiri tegak lurus pada aturan hukum yang berlaku. Tidak ada perlindungan, tidak ada pembelaan, dan tidak ada intervensi dari beliau maupun keluarga besar terhadap Saudari HT," tegasnya.
Zaky menyebut, tugas mengingatkan sebagai kakak dan keluarga besar sudah dilakukan secara maksimal. Sehingga pihak keluarga meminta Husniah Talenrang untuk menghadapi sendiri dengan segala risiko hukum maupun risiko sosialnya.
"Terkait dengan proses hukum sebagai dampak dari dinamika yang terjadi, kami serahkan sepenuhnya kepada mekanisme hukum yang berlaku secara objektif," tuturnya.
3. Peringatkan sejumlah orang

Tak hanya itu, keluarga besar Husniah Talenrang memperingatkan secara tegas kepada oknum-oknum dengan inisial AJ, AR, RH dan AM yang kerap kali bermain drama di balik layar, mengatasnamakan keluarga, atau memanipulasi citra seolah bertindak demi kepentingan keluarga besar Husniah Talenrang.
"Hentikan tindakan tersebut, karena keluarga besar tidak pernah memberikan mandat kepada anda sekalian dan tindakan anda telah merugikan nama baik kami," pungkasnya.



















