Menteri PPPA: Keluarga Harus Jadi Ruang Aman bagi Perempuan dan Anak

- Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi menegaskan pentingnya keluarga sebagai ruang aman bagi perempuan dan anak, mengingat masih tingginya angka kekerasan yang terjadi di lingkungan rumah tangga.
- Perempuan dan anak disebut memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional, sehingga pemberdayaan dan perlindungan mereka menjadi kunci menuju visi Indonesia Emas 2045 melalui kolaborasi lintas sektor.
- Gerakan PKK diapresiasi sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperkuat edukasi pola asuh serta pencegahan kekerasan demi menciptakan keluarga yang berkualitas dan lingkungan aman bagi perempuan serta anak.
Makassar, IDN Times - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi, menegaskan keluarga harus menjadi ruang yang aman bagi perempuan dan anak. Pesan itu disampaikannya dalam puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 di Hotel Claro Makassar, Sabtu (11/7/2026).
Menurut Arifatul, pembangunan perempuan tidak bisa dipisahkan dari pembangunan keluarga. Sebab, keluarga merupakan lingkungan pertama dalam membentuk karakter, nilai kebangsaan, serta melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas.
"Pembangunan perempuan tidak bisa dilepaskan dari pembangunan keluarga. Karena keluarga adalah lingkungan pertama dan utama dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan, nilai kemanusiaan, dan membentuk karakter anak," kata Arifa.
1. Keluarga dinilai belum sepenuhnya menjadi ruang aman

Arifa mengungkapkan masih tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Indonesia. Berdasarkan data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA), sepanjang 2025 tercatat sebanyak 35.020 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Kemudian, berdasarkan Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja (SNPHAR) 2024, sebanyak 50,78 persen atau satu dari dua anak usia 13-17 tahun di Indonesia pernah mengalami satu atau lebih bentuk kekerasan sepanjang hidupnya.
Sementara itu, Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN) 2024 mencatat 6,6 persen atau sekitar satu dari empat perempuan usia 15-64 tahun pernah mengalami kekerasan.
Menurutnya, mayoritas kasus yang dilaporkan merupakan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Kondisi itu menunjukkan rumah belum sepenuhnya menjadi tempat yang aman bagi perempuan dan anak.
"Padahal harusnya rumah yang paling aman dan nyaman untuk keluarganya. Tetapi, laporan ini menunjukkan bahwa keluarga masih belum menjadi hal yang aman untuk perempuan dan anak," katanya.
Arifa mengatakan angka tersebut diyakini belum menggambarkan kondisi sebenarnya. Sebab, masih banyak korban yang memilih tidak melapor.
"Ini namanya terlaporkan. Dan sesungguhnya, masih banyak sekali korban-korban yang mengalami kekerasan yang belum berani berbicara," katanya.
2. Perempuan dan anak menjadi kelompok strategis pembangunan

Arifa juga mengatakan perempuan dan anak memiliki posisi strategis dalam pembangunan nasional. Berdasarkan data yang dipaparkannya, sekitar 49,5 persen penduduk Indonesia merupakan perempuan, sedangkan 31,6 persen merupakan anak-anak.
Karena itu, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak menjadi bagian penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Dia menjelaskan tema HKG PKK tahun ini menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mewujudkan perempuan berdaya, anak terlindungi, dan keluarga berkualitas.
"Penting membangun kolaborasi lintas sektor dengan menempatkan keluarga sebagai fondasi utama dalam pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak," katanya.
3. PKK dinilai menjadi mitra strategis pemerintah

Arifa pun mengapresiasi peran Tim Penggerak PKK yang dinilai konsisten mendampingi keluarga hingga tingkat desa. Menurutnya, jaringan PKK menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas keluarga Indonesia.
Dia berharap gerakan PKK terus memperkuat edukasi tentang pola asuh dan pencegahan kekerasan. Menurutnya, upaya tersebut penting untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak.
"Kita ingin menjadikan rumah sebagai ruang yang aman dan nyaman bagi seluruh anggota keluarga, serta menjadikan keluarga sebagai tempat terbaik untuk melahirkan generasi yang cerdas, sehat, dan berkualitas," kata Arifa.

















![[BREAKING] Bupati Gowa Dilaporkan Mantan Suaminya ke Polda Sulsel](https://image.idntimes.com/post/20260710/upload_cbb45968c51bf6ebbd18a6f271513e5d_6d939fe5-c99f-4bc3-9697-2130007b9cd3_watermarked_idntimes-2.jpeg)

