Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pengendara di Makassar Diduga Dianiaya Jukir Usai Minta Karcis Parkir

Pengendara di Makassar Diduga Dianiaya Jukir Usai Minta Karcis Parkir
Seorang pengendara diduga menjadi korban penganiayaan oleh juru parkir di Jalan Sungai Tangka, Makassar. (Instagram/makassar_iinfo)
Intinya Sih
  • Seorang pengendara di Makassar mengaku dianiaya juru parkir liar setelah meminta karcis parkir, dan video pertengkaran mereka viral di media sosial.
  • Korban sempat mengajak pelaku ke kantor polisi untuk menyelesaikan masalah secara hukum, namun pria yang diduga jukir tersebut kabur dari lokasi.
  • Perumda Parkir Makassar Raya menyatakan akan memeriksa rekaman video, menurunkan tim reaksi cepat, dan memproses hukum jika terbukti ada pelanggaran.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Makassar, IDN Times - Seorang pengendara mengaku menjadi korban dugaan penganiayaan oleh juru parkir (jukir) liar di Jalan Sungai Tangka, Kota Makassar. Peristiwa itu viral di media sosial setelah rekaman video pertengkaran antara korban dan pria yang diduga jukir beredar di Instagram.

Dalam video yang diunggah akun Instagram @makassar_iinfo, terlihat korban berdebat dengan pria yang diduga sebagai jukir. Korban mempertanyakan keberadaan karcis parkir sebelum memberikan uang parkir.

"Kenapa saya harus menunggu dia tidak bawa karcis. Toh, betul tidak. Harusnya kalau dia tukang parkir resmi, dia bawa karcis dong," ucap korban dalam video.

Korban mengaku sempat memberikan uang parkir sebesar Rp2.000. Namun, pria itu disebut meminta bayaran lebih besar dan menyuruh korban menunggu karena akan mengambil karcis dari rekannya.

Korban menolak menunggu karena menganggap juru parkir seharusnya sudah membawa karcis saat menarik retribusi. Karcis itu dinilai menjadi bukti bahwa pungutan parkir dipungut secara resmi.

1. Korban mengaku dipukul hingga berdarah

IMG_20260711_191433.jpg
Seorang juru parkir di Jalan Sungai Tangka, Makassar, yang diduga jadi pelaku penganiayaan. (Instagram/makassar_iinfo)

Dalam unggahan tersebut dijelaskan, insiden bermula setelah korban bersama istrinya selesai menjalani tes kesehatan di kawasan Jalan Sungai Tangka. Saat hendak meninggalkan lokasi, pria yang diduga jukir meminta uang parkir.

Korban lantas mempertanyakan karcis parkir karen jukir disebut tidak berada di lokasi saat kendaraan diparkir. Saat korban memberikan uang, jukir diduga marah lalu melempar uang yang telah diberikan korban.

Adu mulut pun tak terhindarkan. Setelah terjadi adu mulut, korban dipukul hingga mengalami luka berdarah. Kondisi ini tampak dalam video tersebut. Selain itu, mobil korban juga disebut mengalami kerusakan akibat dipukul.

2. Korban ajak ke kantor polisi namun pelaku disebut kabur

IMG_20260711_191413.jpg
Seorang pengendara diduga menjadi korban penganiayaan oleh juru parkir di Jalan Sungai Tangka, Makassar. (Instagram/makassar_iinfo)

Video tersebut memperlihatkan korban beberapa kali mengajak jukir itu ke kantor polisi. Korban meminta persoalan tersebut diselesaikan melalui jalur hukum.

"Ayo mana sini. Ayo pergi polisi, Pak," kata korban dalam rekaman.

Namun, berdasarkan keterangan dalam unggahan di media sosial tersebut, pria yang diduga sebagai juru parkir itu meninggalkan lokasi. Kejadian itu disebut terjadi setelah korban mengajaknya membuat laporan ke polisi.

"Korban ajak ke kantor polisi, jukir langsung kabur!" demikian keterangan unggahan tersebut.

3. Perumda Parkir akan proses jukir yang melanggar hukum

Plt Dirut Perumda Parkir Makassar, Adi Rasyid Ali (ARA), saat pertemuan jajaran Plt Direksi dan Dewas di Kantor Wali Kota Makassar, Selasa (22/4/2025). (Dok. Humas Pemkot Makassar)
Plt Dirut Perumda Parkir Makassar, Adi Rasyid Ali (ARA), saat pertemuan jajaran Plt Direksi dan Dewas di Kantor Wali Kota Makassar, Selasa (22/4/2025). (Dok. Humas Pemkot Makassar)

Dikonfirmasi terpisah, Direktur Utama Perumda Parkir Makassar Raya, Adi Rasyid Ali (ARA), mengaku belum menerima laporan perihal kejadian tersebut. Namun dia menyatakan akan memeriksa rekaman tersebut dan akan menindaklanjutinya.

"Yang pertama itu harus diproses secara hukum dari awal kami komitmen dari Perumda Parkir, siapapun jukir baik jukir liar maupun jukir resmi itu ketika ada masalah, ketika dia bersentuhan soal hukum maka itu harus diproses," kata ARA, kepada IDN Times melalui sambungan telepon, Sabtu (11/7/2026).

Hngga kini pihaknya belum dapat memastikan apakah pria dalam video merupakan juru parkir resmi atau jukir liar. Namun RA mengatakan pihaknya akan menurunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk mengecek langsung di lapangan.

"Kita belum tahu apakah dia itu jukir resmi atau jukir liar. Nanti kita akan turunkan tim TRC untuk monitoring," katanya.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata

Latest News Sulawesi Selatan

See More