Sekuriti Minimarket Ditikam dan Dikeroyok Jukir saat CFD di Makassar

- Seorang sekuriti minimarket di Makassar bernama Syahril dikeroyok dan ditikam oleh sejumlah juru parkir saat pelaksanaan Car Free Day di Jalan Boulevard, Panakkukang.
- Insiden bermula ketika korban menegur juru parkir agar tidak menutup akses jalan menuju minimarket karena menghambat karyawan yang hendak masuk bekerja.
- Akibat serangan itu, korban mengalami luka tikam di punggung dan sabetan di tangan, sementara polisi telah mengidentifikasi serta memburu dua pelaku pengeroyokan.
Makassar, IDN Times - Seorang petugas keamanan (sekuriti) minimarket di Jalan Boulevard, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, menjadi korban pengeroyokan disertai penikaman oleh sejumlah juru parkir (jukir) saat pelaksanaan Car Free Day (CFD), Minggu (12/4/2026) pagi.
Korban bernama Syahril mengalami luka serius akibat serangan tersebut dan saat ini menjalani perawatan di Rumah Sakit Grestelina. Ia mengalami luka tikam di bagian punggung kiri serta luka sabetan di tangan.
1. Bermula dari teguran soal akses jalan

Kanit Reskrim Polsek Panakkukang, Iptu Uji Mughni, membenarkan insiden tersebut dan menyatakan kasusnya masih didalami. “Kami sudah menerima laporan korban dan saat ini masih dalam proses penyelidikan,” ujar Uji kepada awak media.
Berdasarkan keterangan polisi, insiden bermula saat korban yang sedang bertugas menegur salah satu juru parkir di area CFD. Korban meminta agar akses jalan menuju minimarket tempatnya bekerja tidak ditutup total karena menghambat karyawan yang hendak masuk.
2. Pelaku tak terima ditegur

Menurut Uji, akses tersebut merupakan satu-satunya jalur yang bisa digunakan. Terutama dari arah samping dekat kawasan Pizza Hut, setelah jalur lain tidak dapat dilalui.
“Korban menyampaikan agar diberikan sedikit akses jalan untuk karyawan yang bekerja di sekitar Ramayana dan Pizza Hut, karena tidak bisa lagi lewat jalur belakang,” jelasnya.
Namun, teguran itu justru memicu emosi juru parkir. Salah satu jukir yang ditegur kemudian memanggil rekannya hingga berujung pada pengeroyokan terhadap korban. Di tengah keributan, salah satu pelaku mengayunkan senjata tajam ke arah korban.
3. Korban alami luka tikam dan sabetan

Akibat kejadian tersebut, Syahril mengalami luka tikam di punggung serta luka sabetan di tangan yang diduga berasal dari senjata tajam jenis parang. “Korban mengalami luka tikam di punggung dan luka di tangan yang diduga akibat tebasan parang,” kata Uji.
Usai melakukan aksinya, para pelaku langsung melarikan diri. Polisi menyebut telah mengantongi identitas pelaku dan kini tengah melakukan pengejaran. “Pelaku sudah kami identifikasi. Sementara ada dua orang yang masih kami kejar keberadaannya,” dia menambahkan.


















