Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Jemaah Haji Debarkasi Makassar Pertama Kali Turun Lewat Garbarata

Jemaah Haji Debarkasi Makassar Pertama Kali Turun Lewat Garbarata
Garbarata saat akan beroperasi IDN Times/ Ricky Lodar
Intinya Sih
  • Pemulangan jemaah haji Debarkasi Makassar 2026 akan menggunakan garbarata untuk pertama kalinya di Bandara Sultan Hasanuddin, menggantikan sistem tangga pesawat.
  • Jemaah sehat diarahkan melalui garbarata menuju terminal dan bus, sementara lansia serta pengguna kursi roda mendapat jalur khusus dengan lift dan layanan klinik di Asrama Haji Sudiang.
  • Kloter pertama asal Kabupaten Soppeng dijadwalkan tiba pada 1 Juni 2026 pukul 22.30 WITA, dengan seluruh persiapan kedatangan telah disiapkan oleh PPIH Debarkasi Makassar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Makassar, IDN Times - Proses pemulangan jemaah haji Debarkasi Makassar tahun 2026 akan menghadirkan perubahan dalam mekanisme kedatangan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Untuk pertama kalinya, jemaah haji akan turun dari pesawat menggunakan garbarata, menggantikan sistem lama yang menggunakan tangga pesawat.

Hal itu disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Selatan, Ikbal Ismail. Dia mengatakan perubahan tersebut merupakan hasil koordinasi dengan berbagai pihak terkait menjelang pemulangan jemaah haji.

"Kalau tahun-tahun sebelumnya jemaah diturunkan dari pesawat menggunakan dua pintu secara manual melalui tangga, tahun ini, setelah rapat dengan berbagai stakeholder, jemaah haji akan turun melalui garbarata," kata Ikbal, Sabtu (30/5/2026).

1. Jemaah sehat dan lansia mendapat jalur berbeda

Ilustrasi jemaah haji. (dok. Kemenag)
Ilustrasi jemaah haji. (dok. Kemenag)

Ikbal menjelaskan jemaah yang dalam kondisi sehat akan berjalan melalui garbarata menuju terminal bandara. Setelah itu, mereka diarahkan keluar terminal dan naik bus menuju Asrama Haji Sudiang Makassar.

Sementara itu, jemaah lanjut usia dan pengguna kursi roda mendapat jalur khusus. Mereka tetap turun melalui garbarata, namun akan menggunakan lift sebelum diarahkan menuju bus yang telah disiapkan.

"Jemaah yang sehat akan turun melalui garbarata, masuk ke terminal, kemudian keluar dan naik bus. Sementara jemaah yang menggunakan kursi roda dan lanjut usia akan keluar melalui garbarata, turun menggunakan lift, lalu langsung masuk ke bus," katanya. 

2. Lansia langsung diarahkan ke klinik

Ilustrasi jemaah haji. (dok. Kemenag)
Ilustrasi jemaah haji. (dok. Kemenag)

Setibanya di Asrama Haji Sudiang, jemaah lanjut usia akan mendapat pelayanan khusus. Mereka akan diarahkan terlebih dahulu ke klinik untuk beristirahat sebelum mengikuti proses serah terima dengan panitia daerah.

"Saat penerimaan di Aula Arafah, jemaah lanjut usia akan langsung diarahkan untuk beristirahat di klinik. Setelah itu, jemaah akan diserahkan ke pihak daerah masing-masing," kata Ikbal.

Menurut Ikbal, penggunaan garbarata akan membuat proses kedatangan jemaah menjadi lebih nyaman dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sistem ini juga diharapkan memudahkan pelayanan bagi jemaah lanjut usia serta kelompok berisiko tinggi selama proses pemulangan.

3. Kloter pertama tiba 1 Juni

IMG_20260530_164608.jpg
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Selatan, Ikbal Ismail. IDN Times/Asrhawi Muin

Debarkasi Makassar dijadwalkan menerima kloter pertama pada 1 Juni 2026 pukul 22.30 WITA. Kloter tersebut berasal dari Kabupaten Soppeng.

PPIH Debarkasi Makassar mengaku telah menyiapkan seluruh kebutuhan untuk menyambut kepulangan jemaah haji. Persiapan tersebut mencakup pengaturan jalur kedatangan, transportasi, hingga sistem pelayanan di Asrama Haji Sudiang Makassar.

"Insyaallah Asrama Haji Makassar akan menerima kloter pertama pada tanggal 1 Juni pukul 22.30 WITA. Kami dari PPIH Embarkasi/Debarkasi Makassar sudah menyiapkan segala sesuatunya untuk menerima jemaah haji Kloter 1 dari Kabupaten Soppeng," kata Ikbal.

Share Article
Topics
Editorial Team
Irwan Idris
EditorIrwan Idris

Latest News Sulawesi Selatan

See More