Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Hari Kedelapan Operasi SAR KM Nurul Salsa, Area Pencarian Diperluas

Hari Kedelapan Operasi SAR KM Nurul Salsa, Area Pencarian Diperluas
Basarnas Makassar mengerahkan KN Kamajaya dalam proses pencarian penumpang hilang usai Kapal Motor Nurul Salsa tenggelam di perairan Selayar, Sulawesi Selatan, Kamis (16/7/2026). Dok. Basarnas Makassar
Intinya Sih
  • Operasi SAR hari kedelapan KM Nurul Salsa diperpanjang tiga hari dengan fokus pencarian di Kepulauan Sabalana berdasarkan analisis arus laut yang menunjukkan kemungkinan korban hanyut ke area tersebut.
  • Tim SAR membagi pencarian menjadi dua sektor menggunakan KN SAR Pacitan dan KLM Mattoangin, sementara 16 dari total 78 penumpang masih belum ditemukan hingga hari kedelapan operasi.
  • Kondisi gelombang tinggi di sekitar Kepulauan Sabalana menjadi tantangan utama, namun tim tetap melanjutkan pencarian hingga perairan NTB sambil menyesuaikan pola operasi demi keselamatan personel.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Makassar, IDN Times - Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan pencarian korban tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan sebelah barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, pada hari kedelapan operasi, Rabu (22/7/2026). Operasi pencarian dilanjutkan setelah masa pencarian resmi diperpanjang selama tiga hari.

Fokus pencarian hari ini diarahkan ke wilayah Kepulauan Sabalana. Lokasi tersebut dipilih berdasarkan hasil evaluasi operasi sebelumnya serta analisis arus laut yang memperkirakan korban hanyut ke kawasan tersebut.

1. Pencarian dibagi dalam dua sektor

Basarnas Makassar mengerahkan KN Kamajaya dalam proses pencarian penumpang hilang usai Kapal Motor Nurul Salsa tenggelam di perairan Selayar
Basarnas Makassar mengerahkan KN Kamajaya dalam proses pencarian penumpang hilang usai Kapal Motor Nurul Salsa tenggelam di perairan Selayar, Sulawesi Selatan, Kamis (16/7/2026). Dok. Basarnas Makassar

Tim SAR Gabungan membagi area operasi menjadi dua sektor untuk memperluas jangkauan pencarian. Search and Rescue Unit (SRU) pertama menggunakan KN SAR Pacitan bersama Rigid Inflatable Boat (RIB) menyisir bagian timur Kepulauan Sabalana, terutama pulau-pulau yang tidak berpenghuni.

Sementara itu, SRU kedua yang menggunakan KLM Mattoangin melakukan penyisiran di bagian barat Kepulauan Sabalana. Seluruh unsur SAR gabungan tetap mengoptimalkan pencarian dengan mengerahkan personel, kapal SAR, dan potensi SAR lainnya yang masih berada di lokasi kejadian.

2. Sebanyak 16 korban masih dalam pencarian

Basarnas Makassar mengerahkan KN Kamajaya dalam proses pencarian penumpang hilang usai Kapal Motor Nurul Salsa tenggelam di perairan Selayar
Basarnas Makassar mengerahkan KN Kamajaya dalam proses pencarian penumpang hilang usai Kapal Motor Nurul Salsa tenggelam di perairan Selayar, Sulawesi Selatan, Kamis (16/7/2026). Dok. Basarnas Makassar

Hingga hari kedelapan operasi, dari total 78 orang yang berada di atas KM Nurul Salsa, sebanyak 59 orang ditemukan selamat. Tiga orang ditemukan meninggal dunia, sedangkan 16 orang lainnya masih dalam pencarian.

Meski demikian, Basarnas Makassar menyebut identitas salah satu jenazah yang ditemukan masih belum dapat dipastikan sebagai penumpang KM Nurul Salsa. Kepastian identitas masih menunggu proses identifikasi dari tim Disaster Victim Identification (DVI).

"Satu jenazah masih belum dapat dipastikan apakah ia adalah salah satu dari penumpang KM Nurul Salsa, kami masih menunggu info dari tim DVI," ujar Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Makassar, Andi Sultan.

3. Gelombang tinggi jadi tantangan operasi

Tim SAR menggelar operasi pencarian korban KM Nurul Salsa yang tenggelam di perairan Kepulauan Selayar, Kamis (15/7/2026). Dok. Basarnas Mak
Tim SAR menggelar operasi pencarian korban KM Nurul Salsa yang tenggelam di perairan Kepulauan Selayar, Kamis (15/7/2026). Dok. Basarnas Makassar

Andi Sultan mengatakan kondisi cuaca masih menjadi tantangan utama dalam pelaksanaan operasi SAR. Gelombang tinggi di sekitar Kepulauan Sabalana membuat pergerakan personel dan armada harus dilakukan dengan lebih hati-hati.

"Kendala utama yang kami hadapi saat ini adalah kondisi gelombang yang cukup tinggi di sekitar Kepulauan Sabalana. Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam pelaksanaan operasi karena keselamatan personel tetap menjadi prioritas. Meski demikian, pencarian tetap berjalan dengan melakukan penyesuaian pola operasi di lapangan agar tetap efektif dan aman," jelasnya.

Selain menyisir Kepulauan Sabalana, Tim SAR Gabungan juga memperluas pemantauan ke arah perairan Nusa Tenggara Barat (NTB). Langkah itu diambil berdasarkan analisis arus laut yang menunjukkan adanya potensi objek hanyut bergerak ke wilayah tersebut.

"Berdasarkan analisis data arus laut yang kami gunakan sebagai acuan operasi, terdapat potensi objek hanyut bergerak ke arah perairan Nusa Tenggara Barat. Oleh karena itu, pencarian juga akan terus kami laksanakan dan pantau pada jalur perairan yang mengarah ke wilayah NTB dengan berkoordinasi bersama seluruh unsur SAR terkait," tambah Andi Sultan.

Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya nelayan yang beraktivitas di sekitar Kepulauan Sabalana hingga perairan yang berbatasan dengan NTB, agar segera melapor ke Posko SAR apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban maupun benda yang diduga berkaitan dengan KM Nurul Salsa.

Basarnas Makassar menyatakan evaluasi operasi akan dilakukan setiap hari dengan mempertimbangkan perkembangan di lapangan, kondisi cuaca, serta analisis arus laut untuk meningkatkan efektivitas pencarian.

Share Article
Editorial Team

Latest News Sulawesi Selatan

See More