Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Basarnas Koreksi Data Penumpang KM Nurul Salsa, 15 Korban Masih Hilang

Kota Makassar
Basarnas Koreksi Data Penumpang KM Nurul Salsa, 15 Korban Masih Hilang
Basarnas Makassar mengerahkan KN Kamajaya dalam proses pencarian penumpang hilang usai Kapal Motor Nurul Salsa tenggelam di perairan Selayar, Sulawesi Selatan, Kamis (16/7/2026). Dok. Basarnas Makassar
Intinya Sih
  • Basarnas memperbarui data penumpang KM Nurul Salsa dari 78 menjadi 76 orang setelah verifikasi, dengan hasil 58 selamat, tiga meninggal, dan 15 masih hilang.
  • Dua dari tiga korban meninggal dunia masih dalam proses identifikasi oleh Tim DVI Polda Sulsel karena kondisi jasad belum dapat dikenali sepenuhnya.
  • Operasi pencarian hari kesembilan difokuskan di Kepulauan Sabalana dengan pembagian tiga SRU dan melibatkan kapal SAR, pemerintah desa, serta nelayan setempat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Makassar, IDN Times – Tim SAR gabungan kembali melanjutkan pencarian korban tenggelamnya Kapal Motor (KM) Nurul Salsa di perairan barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Kamis (23/7/2026). Memasuki hari kesembilan operasi, Basarnas memperbarui data jumlah penumpang setelah dilakukan verifikasi ulang terhadap manifest kapal.

Hasil verifikasi menunjukkan jumlah penumpang KM Nurul Salsa berubah dari 78 orang menjadi 76 orang. Perubahan itu berdampak pada pembaruan data korban, di mana hingga kini tercatat 58 orang selamat, tiga orang meninggal dunia, dan 15 orang masih dalam pencarian.

1. Basarnas temukan data ganda dalam manifest penumpang

IMG-20260113-WA0105.jpg
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Andi Sultan. (Dok. Humas Basarnas Makassar)

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Makassar, Andi Sultan, mengatakan pembaruan data dilakukan setelah proses verifikasi bersama keluarga korban, operator kapal, dan instansi terkait.

"Berdasarkan hasil verifikasi terbaru, jumlah korban KM Nurul Salsa mengalami perubahan dari sebelumnya 78 orang menjadi 76 orang. Perubahan ini terjadi karena ditemukan dua nama yang tercatat ganda dalam data penumpang, serta satu nama yang sebelumnya masuk dalam daftar manifest, namun setelah dilakukan pendalaman dipastikan tidak jadi berangkat menggunakan KM Nurul Salsa," kata Andi Sultan.

Dengan perubahan tersebut, jumlah korban yang masih dinyatakan hilang juga berubah menjadi 15 orang. Basarnas menegaskan data tersebut menjadi acuan dalam pelaksanaan operasi pencarian selanjutnya.

2. Dua korban meninggal masih menjalani proses identifikasi DVI

 Tim SAR gabungan kembali menemukan satu jenazah yang diduga merupakan korban tenggelamnya KM Nurul Salsa pada hari ketujuh operasi pencaria
Tim SAR gabungan kembali menemukan satu jenazah yang diduga merupakan korban tenggelamnya KM Nurul Salsa pada hari ketujuh operasi pencarian, Selasa (21/7/2026). Dok. Basarnas Makassar

Hingga hari kesembilan operasi, Tim SAR gabungan telah menemukan tiga korban meninggal dunia. Namun, dua di antaranya masih belum dapat dipastikan identitasnya karena masih menjalani proses identifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulsel.

Menurut Andi Sultan, salah satu korban ditemukan masih mengenakan pelampung KM Nurul Salsa, sedangkan korban lainnya ditemukan dalam kondisi berupa bagian tubuh (body part).

"Dua korban yang ditemukan pada hari ketujuh operasi masih dalam proses identifikasi. Salah satu korban ditemukan menggunakan pelampung KM Nurul Salsa, sementara satu lainnya berupa body part. Selama identitas keduanya belum dapat dipastikan, kami tetap melanjutkan pencarian terhadap 15 korban yang masih dinyatakan hilang," ujarnya.

3. Pencarian difokuskan di Kepulauan Sabalana

Tim SAR menggelar operasi pencarian korban KM Nurul Salsa yang tenggelam di perairan Kepulauan Selayar, Kamis (15/7/2026). Dok. Basarnas Mak
Tim SAR menggelar operasi pencarian korban KM Nurul Salsa yang tenggelam di perairan Kepulauan Selayar, Kamis (15/7/2026). Dok. Basarnas Makassar

Pada hari kesembilan, Tim SAR gabungan membagi operasi ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU). KN SAR Pacitan 102 bersama RIB Pacitan melakukan penyisiran di perairan Pulau Sapuka, sementara KN SAR Kamajaya 104 bersama RIB Kamajaya menyisir perairan Pulau Aloang dan Pulau Sapinggan.

Sementara itu, KLM Mattoangin, kapal Pemerintah Desa Kepulauan Sabalana, serta kapal-kapal nelayan dikerahkan menyisir pulau-pulau tidak berpenghuni di kawasan Kepulauan Sabalana. Lokasi tersebut dipilih berdasarkan hasil evaluasi dan analisis pergerakan arus laut.

Andi Sultan mengatakan strategi pencarian akan terus disesuaikan dengan kondisi di lapangan, termasuk memperhitungkan potensi hanyutnya korban ke wilayah yang lebih luas.

"Seluruh unsur SAR gabungan tetap bekerja secara maksimal dengan mengoptimalkan seluruh potensi yang ada. Kami juga terus berkoordinasi dengan masyarakat pesisir dan nelayan yang beraktivitas di sekitar wilayah pencarian karena informasi dari mereka sangat membantu dalam menentukan arah operasi," katanya.

Operasi SAR KM Nurul Salsa masih akan dilanjutkan selama masa perpanjangan pencarian. Evaluasi dilakukan setiap hari dengan mempertimbangkan kondisi cuaca, pergerakan arus laut, serta hasil operasi di lapangan guna memaksimalkan peluang menemukan seluruh korban yang masih dinyatakan hilang.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More