Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Tips Sebelum Memulai Investasi, Investor Pemula Catat Nih!

5 Tips Sebelum Memulai Investasi, Investor Pemula Catat Nih!
ilustrasi investasi (unsplash.com/Austin Distel)
Share Article

Investasi kian menjadi penting seiring bertambah dewasa. Tidak hanya bermanfaat untuk mempersiapkan hari tua, investasi juga berguna sebagai dana darurat ketika dibutuhkan. Berinvestasi merupakan habit baik yang perlu dibiasakan sedini mungkin.

Eits tapi tenang, tidak ada kata terlambat untuk memulai investasi. Ada banyak sekali jenis instrumen investasi yang bisa kamu pilih, mulai dari reksa dana yang memiliki risiko rendah sampai saham dengan risiko yang paling besar. Sesuaikan profil risiko dengan instrumen investasi yang kamu pilih. Nah, sebelum kamu berinvestasi, simak dulu yuk beberapa tips memulai investasi berikut!

1. Pakai uang dingin untuk berinvestasi

ilustrasi uang (unsplash.com/Alexander Mils)
ilustrasi uang (unsplash.com/Alexander Mils)

Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah sumber dana yang kamu gunakan. Pakailah uang dingin untuk berinvestasi. Uang dingin adalah dana yang tidak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari atau mendesak. Jadi, jika suatu hari nanti kamu punya keperluan mendesak atau investasimu sedang tidak dalam kondisi baik, kamu tak perlu khawatir. 

Jadikanlah uang dingin kamu sebagai passive income yang menguntungkan. Kamu juga tidak harus memantau terus menerus investasimu. Jadi, daripada tidak terpakai dan hanya mengendap di saldo rekening, lebih baik diinvestasikan agar menjadi keuntungan, kan?

2. Jangan gegabah!

ilustrasi grafik pergerakan saham (unsplash.com/Ishant Mishra)
ilustrasi grafik pergerakan saham (unsplash.com/Ishant Mishra)

Yang tak kalah penting dalam berinvestasi adalah menjaga sisi psikologis kamu agar tetap rasional. Jangan gegabah saat memutuskan untuk menjual suatu instrumen investasi saat melihat harganya naik terus menerus. Begitupula sebaliknya, jangan tergesa-gesa membeli suatu instrumen investasi saat harganya anjlok terus menerus. 

Kamu harus mengutamakan berpikir rasional saat berinvestasi. Saat suatu harga instrumen investasi naik ataupun turun secara terus menerus, kamu perlu memahami betul apa yang sebenarnya terjadi di balik fenomena tersebut. Carilah informasi yang cukup agar kamu mengetahui timing yang pas untuk menjual atau membeli suatu instrumen investasi.

3. Pahami profil risiko kamu

ilustrasi pebisnis (unsplash.com/Hunters Race)
ilustrasi pebisnis (unsplash.com/Hunters Race)

Sebelum memutuskan untuk memilih instrumen investasi, kamu juga perlu memahami profil risiko kamu. Profil risiko menunjukkan seberapa besar kemampuan seorang investor dalam menerima risiko berinvestasi. Sesuaikanlah instrumen investasi yang akan kamu ambil dengan profil risiko kamu. 

Profil risiko terbagi menjadi konservatif, moderat, hingga agresif. Untuk profil risiko konservatif, kamu cocok berinvestasi di instrumen yang memiliki risiko rendah, seperti deposito. Untuk yang moderat, instrumen dengan risiko sedang seperti obligasi dapat menjadi pilihan. Sementara profil risiko agresif cocok berinvestasi di instrumen dengan risiko tinggi, seperti saham.

4. Jangan termakan ajakan-ajakan membeli suatu produk investasi

ilustrasi saham (unsplash.com/Jamie Street)
ilustrasi saham (unsplash.com/Jamie Street)

Dalam berinvestasi, keputusan untuk membeli atau menjual suatu instrumen investasi harus sepenuhnya berada di bawah kendali kamu. Pahamilah dengan baik instrumen investasi yang kamu pilih. Hal ini dikarenakan kamulah yang akan bertanggung jawab sepenuhnya terhadap risiko investasi yang kamu pilih, baik untung maupun rugi.  

Jangan termakan oleh ajakan seseorang atau suatu kelompok untuk membeli suatu instrumen investasi. Perlu dicatat, mereka yang mempromosikan suatu instrumen investasi belum tentu telah memiliki atau membeli instrumen tersebut. Oleh karena itu, pilihan sepenuhnya berada di tanganmu. Be wise, guys!

5. Mulai dari sekarang!

ilustrasi investasi (pixabay.com/mohamed_hassan)
ilustrasi investasi (pixabay.com/mohamed_hassan)

Yang terakhir dan tak kalah penting adalah mulai dari sekarang! Jangan kebanyakan nunggu atau ragu sampai-sampai tidak memulai sama sekali. Tanamkan mindset bahwa jika kamu untung, maka bagus untukmu. Namun, jika kamu rugi, anggap saja sebagai "ongkos" belajar.

Biasakanlah untuk menyisihkan sebagian pendapatanmu untuk berinvestasi, bukan menyisakan pendapatan untuk diinvestasikan. Pahamilah bahwa keduanya merupakan hal yang berbeda. Jangan ragu untuk memulai!

Semoga beberapa tips di atas dapat menjadi bekal untuk kamu memulai investasi. Ingatlah bahwa tidak ada kata terlambat untuk memulai investasi. So, wait no more.. Invest now!

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Angga Kurnia Saputra
EditorAngga Kurnia Saputra

Latest News Sulawesi Selatan

See More

WALHI: 21 Daerah Sulsel Masuk Zona Risiko Ekologis dan Ruang Sipil

06 Jun 2026, 20:33 WIBNews