Sulawesi Utara Berpotensi Banjir Rob Akibat Super New Moon

BMKG memperingatkan potensi banjir rob di Sulawesi Utara akibat fenomena super new moon.
Selain banjir rob, Sulut juga berpotensi mengalami gelombang tinggi akibat Bibit Siklon Tropis 97W.
Pemerintah dan masyarakat diminta waspada serta memantau informasi cuaca resmi BMKG.
Manado, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi mengalami banjir pesisir atau rob beberapa hari ke depan. Hal ini disebabkan adanya fenomena super new moon pada Selasa (14/7/2026).
Salah satu daerah yang turut terdampak adalah Sulawesi Utara. Hal ini dibenarkan oleh Kepala Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Bitung, Ricky Daniel Aror, Minggu (12/7/2026).
"Pada saat itu posisi bulan berada dekat dengan bumi atau perigee yang berpotensi meningkatkan tinggi muka air laut maksimum," tuturnya.
1. Wilayah terdampak

Ricky menyebut bahwa potensi banjir rob di Sulut tak terjadi secara serentak. Namun, periodenya diperkirakan pada 13-18 Juli 2026.
Berikut daftarnya:
Kepulauan Sangihe: 13–18 Juli 2026
Bolaang Mongondow Utara: 14–18 Juli 2026
Bolaang Mongondow, Minahasa Selatan, Manado Tua, Manado, Kepulauan Sitaro, Bitung, Minahasa Utara, serta Kepulauan Talaud: 14–17 Juli 2026
Minahasa Tenggara: 14–16 Juli 2026
2. Potensi gelombang tinggi

Selain itu, Sulut juga berpotesi mengalami gelombang tinggi akibat Bibit Siklon Tropis 97W di Laut Filipina sebelah utara Papua yang bergerak ke arah barat. Umumnya, angin dominan bertiup dari arah selatan ke baray dengan kecepatan rata-rata 6-25 knots.
"Umumnya dampak siklon adalah pertumbuhan awan konvektif yang bisa memicu hujan lebat disertai angin kencang dan kilat/petir, biasanya bersamaan dengan gelombang tinggi," tambah Ricky.
Gelombang dengan tinggi 1,25-2,5 meter (sedang) berpotensi terjadi di:
Perairan selatan Sulut
Perairan Minahasa Utara
Perairan Kepulauan Sitaro
Perairan Kepulauan Sangihe
Perairan Kepulauan Talaud
Laut Maluku
3. Imbauan

Ricky pun mengimbau pemerintah dan masyarakat waspada terhadap dua fenomena tersebut. Dampaknya bisa jadi semakin parah dengan gelombang tinggi dan banjir rob yang terjadi bersamaan.
Selain itu, masyarakat juga diminta memantau informasi cuaca di situs dan media sosial resmi BMKG sebagai dasar merencanakan aktivitas selama beberapa hari ke depan. Jika tak ada kepentingan, masyarakat diminta menjauhi pesisir sementara.
"Apalagi bagi masyarakat yang aktivitasnya di pesisir, pelabuhan, permukiman pantai, serta tambak," kata Ricky.



















