Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Gempa M5,4 di Buol Sebabkan Kerusakan Sejumlah Bangunan

Gempa M5,4 di Buol Sebabkan Kerusakan Sejumlah Bangunan
Gempa bumi mengguncang Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, pada Minggu malam (12/7/2026). (Dok. BPBD Sulteng)
Intinya Sih
  • Gempa tektonik magnitudo 5,4 mengguncang Buol, Sulawesi Tengah, Minggu malam, dengan pusat di laut dan dipastikan BMKG tidak berpotensi tsunami.
  • Guncangan menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas seperti RSUD Buol, Kantor Mal Pelayanan Publik, dan beberapa rumah warga; BPBD masih melakukan pendataan dampak gempa.
  • Warga sempat mengungsi ke daerah tinggi akibat panik, listrik padam di beberapa wilayah, sementara tim BPBD terus melakukan asesmen dan imbauan agar masyarakat tetap tenang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Makassar, IDN TimesGempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,4 mengguncang wilayah Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, Minggu (12/7/2026) malam. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa yang berpusat di laut tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Guncangan menyebabkan kepanikan warga dan mengakibatkan kerusakan pada sejumlah bangunan di Buol. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buol masih melakukan pendataan untuk mengetahui dampak pasti dari gempa tersebut.

1. BMKG: Gempa dipicu aktivitas subduksi

Gempa bumi mengguncang Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, pada Minggu malam (12/7/2026). (Dok. BMKG)
Gempa bumi mengguncang Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, pada Minggu malam (12/7/2026). (Dok. BMKG)

BMKG mencatat gempa terjadi pada pukul 20.46.35 WIB atau 21.46 Wita. Hasil analisis menunjukkan gempa bermagnitudo 5,1 dengan kedalaman 21 kilometer. Episenter gempa berada pada koordinat 1,31 derajat Lintang Utara dan 121,36 derajat Bujur Timur, atau sekitar 37 kilometer timur laut Buol, Sulawesi Tengah. Berdasarkan hasil pemodelan BMKG, gempa tersebut dipastikan tidak berpotensi tsunami.

BMKG menjelaskan gempa merupakan gempa dangkal yang dipicu aktivitas subduksi. Sementara hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan naik geser (oblique thrust).

Berdasarkan peta guncangan (shakemap), gempa dirasakan dengan intensitas IV MMI di Karamat, Biau, Lakea, Kota Tolitoli, dan Kota Buol. Sementara intensitas III MMI dirasakan di Kota Parigi, Kota Marisa, dan Kota Tilamuta.

2. Sejumlah bangunan dilaporkan mengalami kerusakan

Gempa bumi mengguncang Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, pada Minggu malam (12/7/2026). (Dok. BPBD Sulteng)
Gempa bumi mengguncang Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, pada Minggu malam (12/7/2026). (Dok. BPBD Sulteng)

Kepala BPBD Kabupaten Buol Moh Khacfy Mardjuni mengimbau masyarakat tetap berhati-hati, namun tidak panik menyikapi gempa yang terjadi. "Waspada tetap, namun jangan panik," katanya melalui keterangan tertulis.

Hingga pukul 22.40 Wita, BPBD masih berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kondisi pascagempa tetap kondusif. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bersama pemerintah kecamatan dan desa diterjunkan melakukan kaji cepat terhadap dampak gempa.

BPBD juga meminta para kepala desa membantu proses pendataan apabila ditemukan kerusakan di wilayah masing-masing.

Data sementara menunjukkan sejumlah fasilitas mengalami kerusakan, di antaranya Kantor Mal Pelayanan Publik, sebagian ruang perawatan pasien di RSUD Buol, Kantor Inspektorat, serta beberapa rumah warga di Kelurahan Kali.

3. Warga sempat mengungsi, listrik padam di sejumlah wilayah

Ilustrasi gempa bumi. (IDN Times/Sukma Shakti)
Ilustrasi gempa bumi. (IDN Times/Sukma Shakti)

Selain menimbulkan kerusakan bangunan, gempa juga menyebabkan kepanikan warga. Sebagian masyarakat dilaporkan memilih mengungsi ke daerah yang lebih tinggi sesaat setelah guncangan dirasakan.

Di sisi lain, aliran listrik di beberapa wilayah Buol dilaporkan sempat padam pascagempa. Hingga kini, Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Buol bersama Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Provinsi Sulawesi Tengah masih melakukan asesmen di lapangan.

Sementara itu, jumlah warga terdampak, korban, pengungsi, maupun kebutuhan mendesak masih dalam proses pendataan.

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Warga juga diminta menghindari bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat gempa serta mengikuti informasi resmi yang dikeluarkan BMKG melalui kanal resminya.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata

Latest News Sulawesi Selatan

See More