Gubernur Sulsel Minta Pemda Kurangi Agenda Seremonial selama Ramadan

Makassar, IDN Times – Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengeluarkan imbauan kepada seluruh pemerintah kabupaten/kota di Sulsel untuk menyesuaikan pelaksanaan kegiatan seremonial selama Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah. Imbauan tersebut bertujuan menjaga efektivitas penyelenggaraan pemerintahan sekaligus menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat kepedulian sosial kepada masyarakat kurang mampu.
Melalui surat resmi tertanggal 7 Januari 2026, Gubernur mengimbau agar peringatan Hari Jadi Kabupaten/Kota maupun event daerah yang melibatkan banyak orang, termasuk yang mengundang Gubernur, Wakil Gubernur, dan pejabat Pemprov Sulsel, dapat dijadwalkan ulang dan dilaksanakan setelah Ramadan, yakni pada April 2026.
“Ramadan adalah bulan ibadah dan kepedulian sosial. Momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat empati dan berbagi kepada fakir miskin, anak yatim piatu, serta warga yang kurang mampu,” ujar Andi Sudirman Sulaiman.
1. Kegiatan tetap boleh, tapi sederhana dan internal

Dalam surat imbauan tersebut, Gubernur Sulsel menekankan bahwa pelaksanaan kegiatan seremonial yang melibatkan banyak orang, baik di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi, sebaiknya tidak dilaksanakan menjelang maupun selama Bulan Ramadan. Penyesuaian jadwal ini dilakukan untuk menjaga kekhusyukan ibadah Ramadan serta memastikan pelayanan publik dan tugas pemerintahan tetap berjalan optimal selama bulan suci.
Meski demikian, Gubernur memberikan pengecualian bagi pemerintah daerah yang tetap harus melaksanakan kegiatan seremonial selama Ramadan. Namun, pelaksanaannya diimbau dilakukan secara internal di daerah masing-masing dan digelar secara sederhana.
Pelaksanaan kegiatan juga diminta tidak mengganggu fokus ibadah aparatur maupun pelayanan publik kepada masyarakat selama Bulan Suci Ramadan.
2. Buka puasa bersama diminta libatkan fakir miskin dan yatim piatu

Surat imbauan tidak hanya berisi pengaturan agenda pemerintahan. Lewat surat itu, Gubernur Andi Sudirman Sulaiman juga menekankan pentingnya menjadikan Ramadan sebagai momentum berbagi dan memperkuat kepedulian sosial.
Pemerintah kabupaten/kota yang melaksanakan kegiatan buka puasa bersama diimbau agar lebih mengutamakan kehadiran fakir miskin dan anak yatim piatu sebagai wujud nyata kebersamaan selama Ramadan.
3. Pejabat diminta kurangi agenda saling mengundang

Gubernur Sulsel juga mengimbau agar intensitas kegiatan pejabat yang saling mengundang selama Bulan Ramadan dapat dikurangi. Kegiatan para pejabat diharapkan lebih diarahkan pada aktivitas yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat kurang mampu.
Tak hanya jajaran pemerintahan, imbauan ini juga ditujukan kepada sektor swasta, perusahaan, BUMN, dan BUMD di Sulawesi Selatan. Mereka diminta melaksanakan kegiatan buka puasa bersama dengan melibatkan warga di sekitar lingkungan kerja masing-masing, termasuk rekanan dan mitra kerja.
“Semangat Ramadan adalah kebersamaan dan keberkahan. Mari kita hadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan,” kata Andi Sudirman Sulaiman.


















