Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mengenang Sejarah Perlawanan di Balik Patung Taman Macan Makassar

Mengenang Sejarah Perlawanan di Balik Patung Taman Macan Makassar
Taman Macan, lokasi yang dipilih untuk pembangunan Mal Pelayanan Publik. IDN Times / Aan Pranata
Intinya Sih
  • Patung di Taman Macan Makassar sebenarnya adalah Monumen Laskar Harimau Indonesia, diresmikan pada 10 November 1985 untuk mengenang perjuangan melawan pendudukan Belanda.
  • Laskar Harimau Indonesia terdiri dari pemuda dan pelajar angkatan 45, termasuk tokoh seperti Mochammad Syah, Wolter Monginsidi, Maulwi Saelan, dan Emmy Saelan yang bergerilya di Sulawesi Selatan.
  • Perlawanan mereka membuat Makassar tidak aman bagi Belanda melalui taktik gerilya, sabotase komunikasi, dan serangan mendadak meski akhirnya kalah karena kurangnya organisasi dan persenjataan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Makassar, IDN Times - Taman Macan termasuk ruang publik favorit bagi warga kota Makassar, Sulawesi Selatan. Taman berbentuk segi tiga yang terletak di jalan Sultan Hasanuddin ini kerap jadi pilihan untuk berolahraga atau sekadar berjalan-jalan menghirup udara segar di sore hari.

Sebagaimana namanya, di taman ini terdapat patung macan. Patung yang menghadap ke tenggara itu berdiri gagah dengan pose menyeringai. Meski sering disaksikan, banyak warga yang belum tahu makna keberadaan patung kuning bermotif loreng tersebut.

1. Monumen Laskar Harimau Indonesia

Patung Macan di Taman Macan Makassar. IDN Times/Aan Pranata
Patung Macan di Taman Macan Makassar. IDN Times/Aan Pranata

Patung yang berdiri di Taman Macan sejatinya bukan macan, melainkan harimau. Itu seperti yang terpampang pada prasasti di bawah patung. Patung tersebut bernama Monumen Lasykar Pemberontak Harimau Indonesia, untuk mengenang pemberontakan laskan pejuang angkatan 45 terhadap pendudukan Belanda.

Entah apa alasan dan sejak kapan mulai disebut patung macan. Namun Menurut prasasti, monumen patung macan diresmikan pada 10 November 1985 oleh Menkopolkam Surono. Monumen tersebut turut memuat nama petinggi dan wilayah gerakan Laskar Harimau Indonesia, yang dipimpin Mochammad Syah. 

2. Mewakili tokoh-tokoh legendaris

Tulisan di patung macan di Taman Macan Makassar. IDN Times/Aan PranataIDN Times / Aan Pranata
Tulisan di patung macan di Taman Macan Makassar. IDN Times/Aan PranataIDN Times / Aan Pranata

Menurut sejumlah catatan sejarah, Laskar Harimau Indonesia merupakan pasukan khusus yang digerakkan para pemuda dan pelajar. Dalam pasukan ini tergabung sejumlah tokoh pejuang angkatan 45, selain Mochammad Syah. Mereka antara lain Wolter Monginsidi pimpinan wilayah Makassar, serta dua bersaudara Maulwi Saelan dan Emmy Saelan.

Pasukan Harimau Indonesia beroperasi antara tahun 1946-1947 di wilayah kota Makassar dan sekitarnya, seperti Gowa, Takalar, Pangkep, Barru, Enrekang, hingga Tana Toraja. Mereka terbagi dalam unit-unit kecil yang selalu bergerak cepat dan berpindah tempat. Pasukan bergerilya melawan pendudukan Belanda pasca kemerdekaan. Sasaran utama melucuti senjata-senjata penjajah.

3. Saat Makassar tidak aman bagi Belanda

Patung macan di Taman Macan Makassar. IDN Times/Aan PranataIDN Times / Aan Pranata
Patung macan di Taman Macan Makassar. IDN Times/Aan PranataIDN Times / Aan Pranata

Willem Yzereef dalam bukunya berjudul The South Celebes Affair, yang dikutip di laman Laniratulangi, mengungkapkan kegigihan taktik gerilya pemuda Makassar. Laskan gencar melakukan aksi pelemparan granat atau pun rentetan tembakan terhadap kamp-kamp militer dan rumah-rumah pembesar Belanda. Juga melakukan perang psikologis dengan penyebaran pamflet diberbagai pelosok kota. 

Makassar dibuat terisolir dengan penebangan pohon-pohon yang melintang di jalan-jalan, dibantu oleh masyarakat. Semua jaringan komunikasi militer terputus karena kabel-kabel telepon sudah dipotong. Laskar dengan senjata dan seragam rampasan dari KNIL juga sering menyerang secara tiba-tiba ke pos Belanda.

Gencarnya perlawanan membuat militer dan sipil Belanda tidak bisa leluasa beraktivitas. Walau begitu aksi perlawanan Laskar Harimau Indonesia tak dapat memenangkan pertarungan, karena sebagian besar pemukanya berada di Jawa. Di lain sisi laskar tidak terorganisasi rapi mengimbangi militer Belanda, yang lebih baik dalam sistem pertempuran maupun persenjataan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Irwan Idris
Aan Pranata
3+
Irwan Idris
EditorIrwan Idris
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More