Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Sulsel Inflasi 6,13 di Februari 2026, Tarif Listrik dan Emas Pemicu Utama

Sulsel Inflasi 6,13 di Februari 2026, Tarif Listrik dan Emas Pemicu Utama
ilustrasi inflasi (IDN Times/Arief Rahmat)
Intinya Sih
5W1H
  • Inflasi tahunan Sulawesi Selatan pada Februari 2026 mencapai 6,13 persen dengan Indeks Harga Konsumen naik dari 104,52 menjadi 110,93 menurut data BPS setempat.
  • Kenaikan tarif listrik dan harga emas perhiasan jadi pemicu utama inflasi, masing-masing menyumbang andil besar terhadap lonjakan harga di berbagai kelompok pengeluaran.
  • Kabupaten Sidenreng Rappang mencatat inflasi tertinggi sebesar 7,54 persen, sedangkan Kota Palopo menjadi yang terendah dengan angka 5,14 persen pada periode yang sama.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Makassar, IDN Times – Inflasi tahunan (year on year/y-on-y) Provinsi Sulawesi Selatan pada Februari 2026 tercatat sebesar 6,13 persen. Kenaikan harga tarif listrik dan emas perhiasan menjadi penyumbang terbesar inflasi, masing-masing memberi andil 2,27 persen dan 1,4 persen terhadap inflasi tahunan.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan dalam Berita Resmi Statistik yang dikutip Rabu (4/3/2026) mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) Sulsel mencapai 110,93 pada Februari 2026. Angka ini naik dibandingkan Februari 2025 yang sebesar 104,52.

1. IHK naik dari 104,52 ke 110,93

Ilustrasi bps IDN Times/Hana Adi Perdana
Ilustrasi bps IDN Times/Hana Adi Perdana

BPS Sulsel mencatat inflasi y-on-y sebesar 6,13 persen terjadi akibat kenaikan harga di sebagian besar kelompok pengeluaran. Secara rinci, inflasi month to month (m-to-m) Februari 2026 sebesar 1,04 persen dan inflasi year to date (y-to-d) sebesar 1,51 persen.

Kenaikan harga tertinggi secara tahunan terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 18,60 persen, serta kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 18,57 persen. Sementara itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi 6,48 persen.

Sebaliknya, terdapat tiga kelompok yang mengalami deflasi y-on-y. Kelompok pakaian dan alas kaki mengalami deflasi 0,58 persen, perlengkapan dan pemeliharaan rutin rumah tangga deflasi 0,31 persen, serta informasi, komunikasi, dan jasa keuangan deflasi 0,23 persen.

2. Tarif listrik dan emas dominasi andil inflasi

WhatsApp Image 2026-01-31 at 15.55.54.jpeg
Perhiasan emas. (IDN Times/Muhammad Saifullah)

Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga memberi andil terbesar terhadap inflasi y-on-y yakni 2,36 persen. Komoditas tarif listrik sendiri menyumbang 2,27 persen terhadap inflasi tahunan Sulsel.

Sementara itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya memberi andil 1,5 persen terhadap inflasi y-on-y. Komoditas emas perhiasan menjadi penyumbang dominan dengan andil 1,4 persen.

Dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang menyumbang 2,02 persen terhadap inflasi y-on-y, komoditas utama yang berkontribusi adalah daging ayam ras sebesar 0,22 persen, beras 0,22 persen, ikan bandeng 0,17 persen, ikan layang 0,16 persen, ikan cakalang 0,16 persen, telur ayam ras 0,15 persen, dan udang basah 0,12 persen.

Secara bulanan (m-to-m), emas perhiasan juga menjadi penyumbang terbesar dengan andil 0,28 persen. Disusul cabai rawit 0,12 persen, udang basah 0,05 persen, ikan cakalang 0,05 persen, ikan bandeng 0,05 persen, serta nasi dengan lauk 0,05 persen.

3. Sidrap tertinggi 7,54 persen, Palopo terendah 5,14 persen

ilustrasi inflasi
ilustrasi inflasi (IDN Times/Aditya Pratama)

BPS Sulsel memantau perkembangan harga di delapan kabupaten/kota IHK. Seluruh wilayah tersebut mengalami inflasi tahunan pada Februari 2026.

Inflasi y-on-y tertinggi terjadi di Kabupaten Sidenreng Rappang sebesar 7,54 persen dengan IHK 109,37. Sementara inflasi terendah terjadi di Kota Palopo sebesar 5,14 persen dengan IHK 109,55.

Kota Makassar sebagai ibu kota provinsi mencatat inflasi y-on-y sebesar 6,23 persen dengan IHK 111,23 dan inflasi m-to-m sebesar 1,23 persen. Kota Parepare mencatat inflasi 5,95 persen, Luwu Timur 5,86 persen, Watampone 5,87 persen, Bulukumba 5,47 persen, serta Wajo 5,61 persen.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More