Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Makkah Route Pangkas Antrean Haji saat Tiba di Arab Saudi

Makkah Route Pangkas Antrean Haji saat Tiba di Arab Saudi
Petugas imigrasi Arab Saudi memeriksa dokumen jamaah calon haji yang menggunakan layanan Fast Track Haji Makkah Route. (ANTARA FOTO/Umarul Faruq)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Program Makkah Route di Embarkasi Makassar mempermudah jemaah haji dengan menyelesaikan pemeriksaan paspor dan visa di Bandara Sultan Hasanuddin, sehingga tak perlu antre imigrasi saat tiba di Arab Saudi.
  • Layanan Makkah Route juga diterapkan di beberapa bandara besar Indonesia, mencakup perekaman biometrik, penerbitan visa elektronik, hingga pengelolaan bagasi yang langsung dikirim ke tempat menginap jemaah.
  • Kuota jemaah haji asal Maros meningkat menjadi 626 orang tahun ini, menurunkan masa tunggu dari 32 tahun menjadi 26 tahun, dengan mayoritas peserta lanjut usia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Makassar, IDN Times – Pemerintah Kabupaten Maros mengapresiasi penerapan program Makkah Route yang menghadirkan layanan fast track bagi jemaah haji Embarkasi Makassar. Program ini dinilai mempermudah proses keberangkatan sekaligus mengurangi kelelahan jemaah setelah perjalanan panjang ke Arab Saudi.

Bupati Maros, HAS Chaidir Syam, mengatakan seluruh proses pemeriksaan paspor dan visa kini sudah diselesaikan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Dengan begitu, jemaah tidak perlu lagi mengantre saat tiba di bandara tujuan.

“Alhamdulillah, pemeriksaan paspor dan visa sudah dilakukan di Bandara Sultan Hasanuddin, sehingga jamaah tidak perlu antre lagi di Bandara King Abdul Aziz. Ini sangat membantu mengurangi kelelahan jamaah setelah penerbangan panjang sekitar 11 jam,” ujar Chaidir saat mendampingi jemaah kloter 14 UPG Embarkasi Makassar, Kamis (30/4/2026).

1. Jemaah tak perlu antre imigrasi di Arab Saudi

Bupati Maros Chaidir Syam saat mendampingi jemaah kloter 14 UPG Embarkasi Makassar, Kamis (30/4/2026). (Dok. Kemenhaj Sulsel)
Bupati Maros Chaidir Syam saat mendampingi jemaah kloter 14 UPG Embarkasi Makassar, Kamis (30/4/2026). (Dok. Kemenhaj Sulsel)

Program Makkah Route merupakan inovasi layanan yang memungkinkan proses keimigrasian Arab Saudi dilakukan sejak di bandara keberangkatan di Indonesia. Skema ini membuat jemaah tidak perlu lagi melalui antrean imigrasi di Jeddah maupun Madinah, sehingga proses kedatangan menjadi lebih cepat dan efisien.

Setibanya di Arab Saudi, jemaah langsung diarahkan menuju akomodasi tanpa harus menjalani pemeriksaan ulang. Hal ini menjadi salah satu keunggulan utama layanan tersebut dalam meningkatkan kenyamanan jemaah.

2. Layanan terpadu Makkah Route sejak dari Indonesia

Ilustrasi petugas imigrasi Arab Saudi memeriksa jemaah haji menggunakan layanan Fast Track Haji Makkah Route. (Dok. Kementerian Haji)
Ilustrasi petugas imigrasi Arab Saudi memeriksa jemaah haji menggunakan layanan Fast Track Haji Makkah Route. (Dok. Kementerian Haji)

Selain di Makassar, layanan Makkah Route juga diterapkan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta, Bandara Adi Soemarmo Solo, dan Bandara Juanda Surabaya dengan tujuan Bandara Pangeran Mohammad bin Abdulaziz di Madinah. Program ini mencakup berbagai layanan, mulai dari perekaman biometrik, penerbitan visa elektronik, pemeriksaan kesehatan, hingga proses keimigrasian yang dilakukan di bandara keberangkatan. Dengan sistem ini, seluruh proses administrasi haji dapat diselesaikan sejak di tanah air.

Tak hanya itu, pengelolaan bagasi juga telah diatur sehingga barang bawaan jemaah langsung dikirim ke tempat menginap di Arab Saudi sesuai dengan pengaturan transportasi dan akomodasi.

3. Kuota jemaah Maros naik, masa tunggu turun

ilustrasi haji
ilustrasi haji (pexels.com/Muhammad Khawar Nazir)

Chaidir menyampaikan bahwa kloter 14 tahun ini sepenuhnya diisi oleh jemaah asal Kabupaten Maros dengan total 626 orang. Jumlah tersebut meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

“Alhamdulillah, hari ini saya bersama Wakil Bupati dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Maros mengunjungi langsung calon jamaah haji kita yang tergabung dalam kloter 14. Tahun ini jumlah jamaah meningkat hampir dua kali lipat dibanding tahun lalu, yaitu sebanyak 626 orang,” jelasnya.

Dari total tersebut, sebanyak 387 jemaah tergabung dalam satu penerbangan penuh, dengan sekitar 60 persen merupakan lanjut usia. Ia juga menyebut peningkatan kuota berdampak pada penurunan masa tunggu haji di Maros dari sekitar 32 tahun menjadi 26 tahun.

“Tahun lalu daftar tunggu haji di Maros sekitar 32 tahun, sekarang sudah berkurang menjadi sekitar 26 tahun. Kita berharap ke depan bisa terus menurun sebagaimana komitmen pemerintah pusat,” tambahnya.

Ia pun mengimbau seluruh jemaah untuk menjaga kondisi fisik selama berada di Tanah Suci, mengingat cuaca di Mekkah dan Madinah cukup panas. Ia berharap seluruh jemaah dapat menunaikan ibadah dengan lancar dan kembali dalam keadaan sehat.

“Kami menghimbau jamaah untuk menjaga kondisi fisik, istirahat yang cukup, dan mengikuti semua arahan petugas. Cuaca di Mekkah dan Madinah cukup panas, jadi kesehatan harus benar-benar dijaga,” ujarnya.

“Kita berharap 626 jamaah yang berangkat, semuanya bisa kembali dengan jumlah yang sama dalam keadaan sehat dan menjadi haji yang mabrur,” tutupnya.

Share
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More