Ekspor Sulsel Januari 2026 Tembus US$67,27 Juta, Nikel dan Kakao Dominasi

- Nilai ekspor Sulawesi Selatan Januari 2026 mencapai US$67,27 juta, turun 10,64% dari bulan sebelumnya namun naik 3,92% dibanding Januari 2025.
- Komoditas utama penyumbang ekspor adalah nikel dan kakao olahan, disusul lemak serta minyak hewan atau nabati yang mendominasi sektor industri pengolahan.
- Tiongkok dan Jepang menjadi tujuan ekspor terbesar, sementara impor senilai US$56,88 juta membuat Sulsel tetap mencatat surplus perdagangan pada awal 2026.
Makassar, IDN Times – Nilai ekspor Provinsi Sulawesi Selatan pada Januari 2026 tercatat sebesar US$67,27 juta. Angka ini turun 10,64 persen dibandingkan Desember 2025 yang mencapai US$75,28 juta, namun masih tumbuh 3,92 persen dibanding Januari 2025.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan dalam Berita Resmi Statistik yang dikutip Rabu (4/3/2026) mencatat penurunan ekspor secara bulanan dipengaruhi berkurangnya nilai ekspor pada sejumlah komoditas utama. Meski demikian, beberapa komoditas berbasis pertanian dan pertambangan tetap menunjukkan kontribusi signifikan terhadap total ekspor daerah.
1. Ekspor didominasi nikel dan kakao olahan

BPS mencatat komoditas nikel dan barang dari nikel masih menjadi penyumbang terbesar nilai ekspor Sulsel pada Januari 2026. Selain itu, lemak dan minyak hewan/nabati serta kakao dan olahannya juga memberikan kontribusi besar terhadap total ekspor.
Secara rinci, golongan barang berbasis industri pengolahan mendominasi struktur ekspor Sulsel. Sementara dari sektor pertanian, komoditas kakao dan hasil perikanan masih menjadi penopang utama pengiriman barang ke luar negeri.
Penurunan ekspor secara month to month terutama terjadi pada beberapa komoditas tambang dan produk turunannya. Namun secara year on year, nilai ekspor Sulsel masih mencatat pertumbuhan positif sebesar 3,92 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
2. Tiongkok dan Jepang jadi tujuan utama

Dari sisi negara tujuan, Tiongkok dan Jepang masih menjadi pasar utama ekspor Sulawesi Selatan pada Januari 2026. Nilai ekspor ke kedua negara tersebut memberikan kontribusi terbesar terhadap total ekspor provinsi.
Selain Tiongkok dan Jepang, beberapa negara di kawasan Asia lainnya juga menjadi tujuan ekspor utama, terutama untuk komoditas nikel dan produk olahannya. Sementara produk kakao dan hasil perikanan tersebar ke berbagai negara di Asia dan Eropa.
Struktur ekspor Sulsel masih sangat bergantung pada pasar Asia, khususnya negara-negara dengan kebutuhan bahan baku industri dan komoditas primer.
3. Impor Januari 2026 capai US$56,88 juta

Pada periode yang sama, nilai impor Sulawesi Selatan pada Januari 2026 tercatat sebesar US$56,88 juta. Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan Desember 2025.
Komoditas impor didominasi oleh bahan baku dan penolong untuk kebutuhan industri. Selain itu, barang modal juga memberikan kontribusi terhadap total impor Sulsel pada awal tahun 2026.
Dengan capaian ekspor sebesar US$67,27 juta dan impor US$56,88 juta, Sulawesi Selatan mencatat surplus neraca perdagangan pada Januari 2026. Surplus ini menunjukkan kinerja perdagangan luar negeri daerah masih berada dalam posisi positif meskipun terjadi fluktuasi nilai ekspor secara bulanan.

![[FOTO] Momen Gerhana Bulan Hiasi Langit di Malam Ramadan](https://image.idntimes.com/post/20260304/upload_75e2d0fca389cfb264f68d288a2aa1e9_7f5c2962-3d28-4b83-8415-9b82fd3894e6.jpg)
















