Karantina Sulsel Perketat Pengawasan Ribuan Hewan Kurban ke Kalimantan

- Balai Besar Karantina Sulsel memperketat pengawasan hewan kurban menjelang Idul Adha 2026 untuk memastikan ternak sehat, layak kirim, dan bebas penyakit menular seperti PMK serta LSD.
- Dalam dua bulan terakhir, lebih dari 3.700 sapi dan ratusan kambing dikirim dari Sulsel ke Kalimantan melalui pelabuhan Parepare dan Garongkong dengan pemeriksaan ketat termasuk uji laboratorium RBT.
- Sulawesi Selatan tetap menjadi pemasok utama ternak ke Kalimantan menjelang Idul Adha, dengan total lebih dari 5.000 sapi dan 20.000 kambing dikirim sejak Januari hingga Mei 2026.
Makassar, IDN Times - Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulawesi Selatan memperketat pengawasan lalu lintas hewan kurban antardaerah menjelang Idul Adha 2026. Pengawasan diperketat untuk memastikan hewan ternak yang dikirim ke berbagai wilayah tujuan dalam kondisi sehat, layak, dan bebas dari penyakit hewan menular.
Peningkatan pengawasan dilakukan di sejumlah titik pengeluaran ternak di Sulawesi Selatan, termasuk Pelabuhan Parepare dan Pelabuhan Garongkong, Barru. Kedua pelabuhan tersebut menjadi jalur utama distribusi sapi dari Sulawesi Selatan menuju Pulau Kalimantan.
1. Pengawasan diperketat cegah penyebaran PMK dan LSD

Kepala Karantina Sulawesi Selatan, Sitti Chadidjah, mengatakan peningkatan pengawasan dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan hewan kurban di berbagai daerah menjelang Idul Adha. Menurut dia, tingginya mobilitas ternak harus diimbangi dengan pengawasan ketat agar tidak menjadi jalur penyebaran penyakit hewan menular strategis.
“Menjelang Idul Adha, lalu lintas ternak mengalami peningkatan cukup signifikan. Karena itu, setiap hewan yang dilalulintaskan wajib memenuhi persyaratan karantina dan dipastikan dalam kondisi sehat sebelum diberangkatkan ke daerah tujuan,” ujar Sitti dalam siaran pers yang diterima di Makassar, Minggu (24/5/2026).
Ia menjelaskan tindakan karantina tidak hanya bertujuan melindungi kesehatan hewan, tetapi juga menjaga keamanan pangan asal hewan. Selain itu, pengawasan dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat sebagai konsumen.
“Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari administrasi hingga kondisi fisik hewan. Kami juga melakukan pengujian laboratorium untuk mendeteksi secara dini kemungkinan adanya penyakit tertentu sehingga pengiriman ternak tetap aman dan sesuai ketentuan,” katanya.
2. Ribuan sapi dikirim ke Kalimantan dalam dua bulan terakhir

Selain mengawasi pengiriman 17 ekor sapi potong dari Parepare menuju Balikpapan, Kalimantan Timur menggunakan KM Swarna Bahtera Nusantara, Karantina Sulsel juga melakukan pengawasan di Pelabuhan Garongkong, Barru.
Pada Sabtu (23/5/2026), petugas melakukan tindakan karantina terhadap 29 ekor sapi asal Kabupaten Takalar yang akan dikirim menuju Kotawaringin Barat menggunakan KMP Awu Awu. Pemeriksaan meliputi verifikasi dokumen administrasi, pemeriksaan fisik kesehatan hewan, hingga pengambilan sampel darah untuk pengujian laboratorium.
“Sebelum diberangkatkan, seluruh sapi telah melalui serangkaian tindakan karantina hewan sesuai prosedur. Pemeriksaan meliputi verifikasi dokumen administrasi, pemeriksaan fisik kesehatan hewan, hingga pengambilan sampel darah untuk pengujian laboratorium sebagai langkah antisipasi terhadap potensi penyebaran penyakit hewan,” imbuh Sitti.
Ia menambahkan pengujian laboratorium dilakukan menggunakan metode Rose Bengal Test (RBT) untuk mendeteksi penyakit brucellosis pada ternak. Pemeriksaan itu dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap penyebaran penyakit hewan menular melalui lalu lintas ternak antarpulau.
Berdasarkan data Best Trust (Barantin Electronic System for Transaction and Utility Service Technology), aktivitas pengiriman ternak dari Sulawesi Selatan menuju Kalimantan mengalami peningkatan dalam dua bulan terakhir. Untuk Satuan Pelayanan Parepare periode April hingga Mei 2026, tercatat sebanyak 3.734 ekor sapi potong telah dikirim ke Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Selatan.
Pengiriman tersebut dilakukan dalam 124 kali pengeluaran. Sementara itu, pengiriman kambing pada periode yang sama tercatat sebanyak 286 ekor dengan frekuensi empat kali pengeluaran.
3. Sulsel masih jadi pemasok utama ternak jelang Idul Adha

Data tersebut menunjukkan Sulawesi Selatan masih menjadi salah satu daerah pemasok utama ternak, khususnya sapi potong, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Kalimantan menjelang Idul Adha.
Sementara berdasarkan data periode Januari hingga Mei 2026 dari seluruh Satuan Pelayanan Karantina Sulawesi Selatan di Makassar, Bajoe, Jeneponto, dan Parepare, tercatat sebanyak 5.004 ekor sapi dan 20.567 ekor kambing telah dikirim keluar daerah.
Karantina Sulawesi Selatan memastikan pengawasan akan terus ditingkatkan di seluruh jalur pengeluaran hewan ternak, baik di pelabuhan maupun titik pemeriksaan lainnya. Sinergi dengan instansi terkait juga diperkuat guna memastikan seluruh proses pengiriman hewan berjalan sesuai regulasi dan prinsip biosekuriti.
Pengawasan dilakukan secara terpadu bersama petugas Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Parepare, Polsek Kawasan Pelabuhan Nusantara (KPN), serta personel TNI Angkatan Laut selama proses pemuatan hingga keberangkatan ternak.

















