Jelang HUT RI, Pedagang Bendera di Makassar Mulai Buka Lapak

- Menjelang HUT ke-81 RI, pedagang bendera dan atribut merah putih mulai membuka lapak di sejumlah ruas jalan Makassar, termasuk Jalan Urip Sumoharjo dan AP Pettarani.
- Sunggu, pedagang asal Jeneponto yang menetap di Makassar, kembali berjualan sejak 23 Juli untuk menambah penghasilan, seperti yang rutin dilakukannya setiap musim peringatan kemerdekaan sejak sekitar 2019.
- Penjualan masih sepi dan diperkirakan ramai awal Agustus; bendera standar paling dicari, dengan harga Rp30-35 ribu, sementara bendera kecil, besar, dan umbul-umbul dijual Rp10-35 ribu.
Makassar, IDN Times - Pedagang bendera dan atribut perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia mulai bermunculan di sejumlah ruas jalan di Kota Makassar menjelang Agustus. Mereka menjajakan bendera Merah Putih, umbul-umbul, hingga hiasan bernuansa merah dan putih yang menarik perhatian pengguna jalan.
Pantauan IDN Times, Senin (27/7/2026), sejumlah pedagang terlihat berjualan di Jalan Urip Sumoharjo, tepatnya di depan Kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI). Ada juga yang berjualan di Jalan AP Pettarani depan Kantor Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulawesi Selatan, serta di Jalan Urip Sumoharjo depan Kampus Universitas Bosowa (Unibos).
Di salah satu lapak di tepi Jalan Urip Sumoharjo, Sunggu (38) tampak duduk menanti pembeli di antara deretan bendera Merah Putih yang dipajang berjajar. Selama berjualan, dia ditemani putranya dan seorang keponakannya yang juga laki-laki untuk turut membantu menjaga lapak.
1. Berjualan bendera untuk menambah penghasilan

Sunggu mengaku baru empat hari membuka lapak tahun ini. Dia mulai berjualan sejak 23 Juli 2026 dan rutin menjajakan bendera setiap musim peringatan HUT RI sejak sekitar 2019.
"Sudah ada empat hari jualan, mulai tanggal 23 Juli. Setiap tahun memang jual bendera di sini, sudah sekitar lima tahun," kata Sunggu kepada IDN Times.
Perempuan asal Jeneponto yang kini menetap di kawasan Pampang, Makassar, itu mengatakan berjualan bendera menjadi salah satu cara menambah penghasilan. Dia mengaku hanya berjualan saat musim perayaan kemerdekaan.
"Untuk pendapatan sehari-hari. Tidak setiap hari jual bendera, cuma memanfaatkan momen saja," katanya.
2. Penjualan masih sepi dan diperkirakan mulai ramai awal Agustus

Meski lapaknya sudah buka sejak beberapa hari lalu, Sunggu mengatakan penjualan belum menunjukkan peningkatan signifikan. Menurutnya, kondisi tersebut masih wajar karena masyarakat biasanya mulai mencari atribut kemerdekaan ketika memasuki awal Agustus.
"Belum pi kalau sekarang. Biasanya mulai ramai pembeli kalau sudah masuk tanggal 1 Agustus," tuturnya.
Beragam jenis atribut kemerdekaan pun dijual di lapaknya. Bendera Merah Putih ukuran standar untuk dipasang di rumah masih menjadi produk yang paling banyak dicari.
Selain itu, Sunggu juga menjual bendera dengan berbagai ukuran serta umbul-umbul warna-warni. Dia juga menyediakan hiasan gantung bernuansa merah putih yang umumnya dibeli oleh perkantoran untuk dekorasi peringatan HUT RI.
"Yang paling banyak dicari biasanya bendera merah putih ukuran standar. Kadang ada juga yang cari bendera panjang atau umbul-umbul," ucap Sunggu.
3. Harga bendera bervariasi tergantung ukuran

Harga yang ditawarkan pun bervariasi tergantung ukuran. Bendera ukuran standar dijual sekitar Rp30 ribu hingga Rp35 ribu, itupun tergantung hasil tawar-menawar.
Sementara bendera ukuran kecil yang biasa untuk dipajang di meja dijual Rp10 ribu, ukuran lebih besar sekitar Rp20 ribu, sedangkan umbul-umbul warna-warni dibanderol Rp35 ribu.
"Biasa ada tawar-menawar tapi pembeli pahamlah kalau harga bendera memang segitu," katanya.



















