2 Bocah Tewas Tenggelam dalam Galian Proyek Sekolah Rakyat di Takalar

- Dua bocah berusia 3 dan 4 tahun ditemukan tewas tenggelam di lubang galian proyek Sekolah Rakyat Takalar yang terisi air hujan sedalam dua meter.
- Polisi melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi, termasuk sekuriti proyek serta warga yang menemukan korban, untuk mendalami penyebab kejadian tragis tersebut.
- CCTV di lokasi proyek dilaporkan tidak berfungsi dan pagar proyek disebut tidak tertutup sempurna, sementara pihak pengawas mengklaim telah menerapkan pengawasan ketat di area pembangunan.
Makassar, IDN Times - Dua bocah berinisial MA (3) dan AZ (4) ditemukan tewas tenggelam di area galian proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Dusun Bontosunggu, Desa Pa’rappunganta, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Rabu (27/5/2026) malam.
Kedua korban ditemukan sekitar pukul 18.30 Wita dalam kondisi mengapung di lubang galian yang dipenuhi air hujan sedalam dua meter.
1. Sempat dikira disembunyikan oleh makhluk halus

Awalnya, kedua korban disangka disembunyikan oleh makhluk halus sehingga pihak keluarga melakukan proses pencarian melalui ritual dengan cara menabuh gendang keliling kampung. Hingga akhirnya warga menemukan jejak sendal kedua korban di tepi galian septic tank.
Kasat Reskrim Polres Takalar, Iptu Haryanto, mengatakan telah turun langsung ke lokasi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Termasuk memeriksa sejumlah saksi.
"Benar, bahwa ada kejadian di Polongbangkeng Utara yang menyebabkan dua korban jiwa dan kami masih melakukan penyelidikan dan telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi," ucap Hariyanto kepada awak media, Jumat (29/5/2026).
2. Periksa sejumlah saksi di TKP

Ia menyebut saksi yang dipanggil dan dimintai keterannganya anatara lain sekuriti proyek dan warga yang mengangkat korban dari TKP.
"Selanjutnya kami akan mendalami dan melakukan pengembangan selanjutnya dengan melakukan interogasi lebih mendalam terhadap pihak-pihak terkait,” katanya
Adapun pihak yang akan dimintai keterangan di antaranya NR (52) dan AN (54), sekuriti proyek, NS petugas K3 dan satu warga lainnya yang akan dimintai keterangan yakni UN (42).
3. CCTV di TKP disebut tidak berfungsi

Kepala Dusun Bontosunggu, Jufri Daeng Lawa, mengatakan sempat meminta agar rekaman CCTV di lokasi proyek sekolah rakyat diperiksa untuk memastikan keberadaan korban sebelum ditemukan meninggal dunia.
Namun, saat dilakukan pengecekan, CCTV di area pintu masuk proyek sekolah rakyat disebut tidak berfungsi. "Katanya CCTV yang depan rusak. Saya cek memang kelihatan sampai pagar, tapi tidak ada gambarnya," ujarnya.
Tak hanya itu, Daeng Lawa juga menyoroti kondisi pagar proyek sekolah rakyar yang disebut tidak tertutup sempurna sehingga memungkinkan anak-anak masuk ke area pembangunan.
“Itu pagar harusnya ditutup. Sudah berlumpur juga dan ada bagian yang lepas dari lubangnya,” bebernya.
4. Pengawas proyek klaim terapkan pengawasan ketat

Sementara seorang pengawas lapangan proyek membantah dugaan lemahnya pengawasan di lokasi kejadian. Ia menegaskan telah menerapkan pengawasan ketat terhadap seluruh aktivitas di area pembangunan Sekolah Rakyat.
“Pengawasan kami super ketat. Jangankan anak kecil, orang dewasa pun diperiksa dan harus menggunakan APD,” ungkapnya.
Papan tersebut memuat informasi bahwa proyek berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis.
Berdasarkan papan informasi, proyek berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis. Pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Sulawesi Selatan 2 yang berlokasi di Kabupaten Takalar.
Penyedia jasa proyek tercatat merupakan PT Nindya Karya (Persero) KSO PT Bumi Perkasa Sidenreng dengan nomor kontrak PB.02.01-Gs3/SP/484 tertanggal 17 November 2025.
Nilai kontrak induk proyek tercatat sebesar Rp974,8 miliar, sementara nilai kontrak khusus untuk Kabupaten Takalar sebesar Rp229.455.100.220,89. Serta proyek tersebut memiliki jangka waktu pelaksanaan selama 240 hari kalender dan didanai melalui APBN 2025–2026.

















