Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pasokan Aman, Bulog Sulselbar Belum Khawatir Harga Beras Melonjak

Kota Makassar
Pasokan Aman, Bulog Sulselbar Belum Khawatir Harga Beras Melonjak
Ilustrasi Bulog Sulselbar. (IDN Times/Asrhawi Muin)
Share Article

Makassar, IDN Times - Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) menilai kondisi pasokan pangan di wilayah Sulawesi Selatan masih aman. Karena itu, Bulog belum mengkhawatirkan adanya lonjakan harga beras dalam waktu dekat.

Kepala Wilayah Perum Bulog Kanwil Sulselbar, Fahrurozi, mengatakan ketersediaan pasokan menjadi faktor utama yang memengaruhi stabilitas harga di pasar.

"Supply dan permintaan itu kan muncullah harga. Nah, saat ini kondisi yang kita harus perhatikan adalah sisi supply-nya dulu. Kalau supply-nya itu tetap masih seperti saat ini, masih ada panen dan kondisinya surplus di sini, kami enggak khawatir bahwa harga itu akan bergerak karena sisi supply-nya ada," kata Fahrurozi, Sabtu (25/7/2026).

1. Bulog siapkan dua strategi cegah lonjakan harga beras

IMG_20251218_172402.jpg
Kepala Kanwil Perum Bulog Sulselbar, Fahrurozi. (IDN Times/Asrhawi Muin)

Meski pasokan masih aman, Bulog tetap mengantisipasi potensi kenaikan harga setelah masa panen berakhir. Menurut Fahrurozi, harga beras cenderung mulai naik ketika pasokan gabah dari petani mulai berkurang.

"Maret, April itu puncak panen. Harga gabah akhirnya banyak sehingga supply-nya melimpah. Tapi pada saat bulan kemarin, Mei, Juni, Juli, itu puncak panennya telah berakhir. Sudah enggak ada panen di masyarakat, maka harga cenderung mulai terkoreksi naik," katanya.

Untuk mengendalikan harga beras, Bulog menyiapkan dua strategi utama. Strategi tersebut yakni menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat serta memperluas distribusi beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

2. Sebanyak 927 ribu warga Sulsel terima bantuan pangan

Ilustrasi Bantuan Pangan Beras dari Perum Bulog.
Ilustrasi Bantuan Pangan Beras dari Perum Bulog. (Dok. Bapanas)

Fahrurozi mengatakan bantuan pangan disalurkan kepada masyarakat yang telah terdaftar sebagai penerima manfaat agar permintaan beras di pasar dapat berkurang sehingga tekanan terhadap harga bisa ditekan. Di Sulawesi Selatan, terdapat sekitar 927 ribu penerima bantuan pangan yang mendapatkan beras dari pemerintah.

Sementara itu, masyarakat yang tidak masuk dalam daftar penerima bantuan tetap dapat memperoleh beras dengan harga terjangkau melalui program SPHP. Beras tersebut dijual dengan harga eceran maksimal Rp12.500 per kilogram.

"Tujuannya apa? Sama, memberikan supply tambahan ke market supaya harga bisa mengalami pengurangan. Nah, itu upaya untuk penurunan harga," katanya.

3. Bulog siapkan SPHP beras premium

Ilustrasi Bantuan Pangan Beras dari Perum Bulog.
Ilustrasi Bantuan Pangan Beras dari Perum Bulog. (Dok. Bapanas)

Selain SPHP beras medium yang telah berjalan, Bulog juga menyiapkan program SPHP beras premium. Saat ini, mekanisme penyalurannya masih dalam tahap penyusunan.

Fahrurozi mengatakan kebijakan tersebut masih disusun oleh kantor pusat, termasuk mekanisme distribusinya. Nantinya, beras SPHP premium diproyeksikan melengkapi program SPHP medium yang sudah lebih dulu beredar di masyarakat.

"Sedang kami godok di internal kami dan kebijakannya sedang disusun di kantor pusat untuk penyaluran bantuan pangan penyaluran SPHP, atau dalam bentuk kemasan premium atau jenis premium," katanya.

Menurut dia, distribusi SPHP premium nantinya akan menggunakan saluran yang hampir sama dengan SPHP medium. Penyalurannya direncanakan melalui ritel modern, pasar rakyat, Gerakan Pangan Murah, koperasi, hingga Rumah Pangan Kita (RPK) Bulog.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More