Akhirnya! Jalan Aroepala Tuntas Dibeton, Bakal Dibuka Bertahap

- Peningkatan Jalan Aroepala sepanjang sekitar 1,8 kilometer, penghubung Makassar-Gowa, telah tuntas dibeton melalui program MYP Pemprov Sulsel; pembukaan akses dilakukan bertahap.
- Dua lajur menuju Gowa sudah beroperasi, sedangkan arah Makassar baru satu lajur karena beton harus matang minimal 28 hari, atau hingga 35 hari, demi kekuatan konstruksi.
- Proyek mencakup bahu jalan, trotoar 2,5–3,5 meter, serta drainase berdiameter sekitar 1,2 meter untuk menangani genangan di kawasan yang kerap banjir.
Makassar, IDN Times - Program peningkatan ruas Jalan Aroepala yang menghubungkan Kota Makassar dan Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, memasuki tahap akhir. Jalan strategis tersebut kini tuntas dibeton melalui program Multi Years Project (MYP) Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Kini dua lajur Jalan Aroepala arah Kabupaten Gowa sudah sepenuhnya dapat dilalui kendaraan. Sementara arah sebaliknya menuju Kota Makassar baru satu lajur yang difungsikan karena sebagian beton masih menunggu masa pematangan.
1. Jalan Aroepala dibuka bertahap

Kondisi Jl Hertasning Makassar, Minggu (29/3/2026). Dok. Humas Pemprov Sulsel Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulsel, Andi Ihsan, mengatakan pembukaan lajur dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kekuatan konstruksi beton. Sebagian lajur masih ditutup karena usia beton belum mencukupi untuk dilalui kendaraan.
"Sebagian lajur masih ditutup karena umur betonnya belum mencukupi. Pembukaan dilakukan secara bertahap mempertimbangkan kekuatan konstruksi. Jika sudah mencapai usia 29 hingga 35 hari, seluruhnya akan dibuka," jelas Andi Ihsan, Kamis (16/9).
Jalan Aroepala dibeton dengan total ketebalan 40 sentimeter yang terdiri dari lean concrete atau beton dasar setebal 10 sentimeter dan concrete pavement atau beton utama setebal 30 sentimeter. Total panjang ruas jalan yang ditangani sekitar 1,8 kilometer dan masuk dalam Paket 1 MYC Tahun Anggaran 2025–2027.
2. Beton butuh waktu minimal 28 hari untuk matang

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (DBMBK) Sulsel, Andi Ihsan. IDN Times/Asrhawi Muin Andi Ihsan menjelaskan beton membutuhkan waktu minimal 28 hari untuk mencapai kekuatan standar agar mampu menahan beban kendaraan sesuai perencanaan teknis. Namun, masa pematangan dapat diperpanjang hingga sekitar 35 hari untuk memberikan faktor keamanan tambahan.
Menurutnya, pembukaan jalan sebelum beton mencapai kekuatan yang dibutuhkan dapat meningkatkan risiko kerusakan struktur. Karena itu, Pemprov Sulsel memilih membuka lajur secara bertahap sembari menunggu beton mencapai usia yang ditentukan.
Konstruksi beton semen atau rigid pavement dipilih karena kawasan Jalan Aroepala kerap tergenang saat hujan. Kondisi tersebut membuat lapisan aspal di ruas tersebut sebelumnya berulang kali mengalami kerusakan meski telah diperbaiki.
"Daerah lintasan Aroepala itu sering banjir. Kalau terus menggunakan aspal, biaya pemeliharaannya menjadi sangat tinggi. Padahal anggaran pembangunan berasal dari pajak masyarakat. Karena itu, kami memilih rigid beton agar lebih awet dan penggunaan anggaran jangka panjang lebih efisien," tegas Andi Ihsan.
3. Proyek juga mencakup trotoar dan drainase

Pekerjaan pemasangan U-Ditch di ruas Jalan Aroepala, Makassar, Selasa (5/5/2026). (Dok. Pemprov Sulsel) Selain badan jalan, proyek peningkatan Jalan Aroepala mencakup pembangunan bahu jalan dan trotoar dengan lebar berkisar 2,5 hingga 3,5 meter. Sistem drainase juga dibangun menggunakan saluran berdiameter sekitar 1,2 meter yang disesuaikan dengan elevasi kawasan.
Saluran tersebut dibuat agar aliran air dapat langsung mengarah ke kanal utama. Pembangunan drainase menjadi bagian dari penanganan kawasan yang sebelumnya kerap mengalami genangan saat hujan.
Sebelumnya, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman meminta masyarakat bersabar karena pekerjaan pada ruas Jalan Aroepala masih dilakukan secara bertahap hingga seluruh segmen selesai. Ia menekankan tahapan pekerjaan tetap dilakukan dengan mempertimbangkan kualitas konstruksi.
"Kami memohon kesabaran masyarakat karena seluruh pekerjaan dilakukan secara bertahap agar kualitasnya tetap terjaga dan hasilnya dapat dinikmati dalam jangka panjang," ucap Andi Sudirman Sulaiman.


















