Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Penumpang Pelindo Regional 4 Naik 12,9 Persen hingga Agustus 2026

Kota Makassar
4 min read
Penumpang Pelindo Regional 4 Naik 12,9 Persen hingga Agustus 2026
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 mencatat jumlah penumpang yang menggunakan layanan pelabuhan mencapai 6,02 juta orang sepanjang Januari hingga Agustus 2026. (Dok. Pelindo)
  • Pelindo Regional 4 melayani 6,02 juta penumpang pada Januari–Agustus 2026, naik 12,9 persen dibanding periode sama 2025 yang mencapai 5,33 juta orang.
  • Trafik kapal naik 5,3 persen menjadi 294,82 juta GT, kunjungan kapal 2,4 persen menjadi 80.023 unit, sementara peti kemas tumbuh 3,9 persen menjadi 1,70 juta TEUs.
  • Ternate mencatat lonjakan GT tertinggi 302,3 persen, Makassar New Port memimpin pertumbuhan peti kemas 24,2 persen, dan penumpang Kendari naik tertinggi 34,5 persen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Makassar, IDN Times - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 mencatat jumlah penumpang yang menggunakan layanan pelabuhan mencapai 6,02 juta orang sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Angka tersebut meningkat 12,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 5,33 juta penumpang.

Selain penumpang, trafik kapal dan peti kemas juga mengalami pertumbuhan. Trafik kapal berdasarkan gross tonnage (GT) naik 5,3 persen dari 279,99 juta GT menjadi 294,82 juta GT, sedangkan jumlah kunjungan kapal meningkat 2,4 persen dari 78.172 menjadi 80.023 unit.

Sementara arus peti kemas tumbuh 3,9 persen dari 1,64 juta TEUs menjadi 1,70 juta TEUs. Jika dihitung berdasarkan jumlah boks, trafik peti kemas naik 3,7 persen dari 1,38 juta menjadi 1,43 juta boks.

  1. 1. Trafik kapal Ternate tumbuh 302,3 persen

    PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 mencatat jumlah penumpang yang menggunakan layanan pelabuhan mencapai 6,02 juta orang sepanjang
    PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 mencatat jumlah penumpang yang menggunakan layanan pelabuhan mencapai 6,02 juta orang sepanjang Januari hingga Agustus 2026. (Dok. Pelindo)

    Executive Director 4 Pelindo Regional 4 Abdul Azis mengatakan pertumbuhan tersebut menunjukkan aktivitas pelabuhan di wilayah kerja Regional 4 tetap berjalan di tengah dinamika perdagangan dan distribusi barang.

    “Pertumbuhan trafik kapal, peti kemas, dan penumpang hingga Agustus 2026 mencerminkan peran pelabuhan yang terus menguat dalam mendukung konektivitas serta mobilitas masyarakat dan barang di wilayah kerja Regional 4,” kata Abdul Azis dalam keterangan tertulis, Kamis (17/9/2026).

    Berdasarkan pertumbuhan gross tonnage, Pelabuhan Ternate mencatat kenaikan tertinggi sepanjang Januari hingga Agustus 2026, yakni 302,3 persen. Trafiknya meningkat dari 3,68 juta GT menjadi 14,79 juta GT.

    Pelindo menyebut kenaikan di Ternate terutama dipengaruhi penambahan pencatatan arus kegiatan Lawui oleh PT Jasa Armada Indonesia (JAI) Tbk, anak usaha Pelindo, yang sebelumnya belum tercatat dalam Regional 4. Pelabuhan Pantoloan menyusul dengan pertumbuhan 20 persen dari 3,94 juta GT menjadi 4,72 juta GT.

    Pelabuhan Samarinda juga mencatat pertumbuhan 14,1 persen dari 32,60 juta GT menjadi 37,21 juta GT. Kemudian Pelabuhan Merauke tumbuh 12,4 persen dari 1,07 juta GT menjadi 1,21 juta GT, sedangkan Pelabuhan Bontang naik 10,4 persen dari 21,82 juta GT menjadi 24,08 juta GT.

  2. 2. Makassar New Port catat kenaikan peti kemas 24,2 persen

    PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 mencatat jumlah penumpang yang menggunakan layanan pelabuhan mencapai 6,02 juta orang sepanjang
    PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 mencatat jumlah penumpang yang menggunakan layanan pelabuhan mencapai 6,02 juta orang sepanjang Januari hingga Agustus 2026. (Dok. Pelindo)

    Untuk trafik peti kemas, pertumbuhan tertinggi dicatat TPK New Makassar 2 atau Makassar New Port (MNP). Trafik peti kemas di pelabuhan tersebut naik 24,2 persen dari 255.378 TEUs menjadi 317.219 TEUs.

    Kenaikan tersebut dipengaruhi pertumbuhan muatan hasil pertanian dan komoditas nikel. Pelabuhan Parepare kemudian mencatat pertumbuhan 16,3 persen dari 7.040 TEUs menjadi 8.190 TEUs.

    Pelabuhan Kendari tumbuh 15,7 persen dari 94.674 TEUs menjadi 109.504 TEUs, sedangkan Pelabuhan Jayapura naik 11,2 persen dari 56.008 TEUs menjadi 62.273 TEUs. Pelabuhan Merauke juga mencatat pertumbuhan 10,6 persen dari 33.653 TEUs menjadi 37.237 TEUs yang didukung aktivitas proyek strategis nasional di Papua Selatan.

    Division Head Operasi Pelindo Regional 4, Yusida M. Palesang, mengatakan pertumbuhan di sejumlah cabang dipengaruhi pembukaan rute, tambahan layanan pelayaran, peningkatan aktivitas komoditas serta mobilitas masyarakat pada periode hari besar keagamaan.

    “Penguatan trafik terjadi dengan pendorong yang berbeda di setiap pelabuhan. Ada cabang yang tumbuh karena tambahan layanan peti kemas, peningkatan kegiatan batu bara dan general cargo, serta pembukaan rute penumpang baru,” kata Yusida.

  3. 3. Penumpang Pelabuhan Kendari naik 34,5 persen

    PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 mencatat jumlah penumpang yang menggunakan layanan pelabuhan mencapai 6,02 juta orang sepanjang
    PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 mencatat jumlah penumpang yang menggunakan layanan pelabuhan mencapai 6,02 juta orang sepanjang Januari hingga Agustus 2026. (Dok. Pelindo)

    Dari sisi penumpang, Pelabuhan Kendari mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 34,5 persen. Jumlah penumpang naik dari 367.326 orang menjadi 494.119 orang setelah adanya tambahan kunjungan kapal yang melayani rute baru, termasuk menuju Konawe Kepulauan.

    Pelabuhan Ambon berada di posisi berikutnya dengan pertumbuhan 18,9 persen dari 673.313 orang menjadi 800.837 orang. Kemudian Pelabuhan Parepare tumbuh 17,8 persen dari 572.176 orang menjadi 674.060 orang.

    Pelabuhan Balikpapan mencatat kenaikan 12,6 persen dari 579.719 orang menjadi 652.898 orang, sedangkan Pelabuhan Makassar tumbuh 9,8 persen dari 673.512 orang menjadi 739.788 orang. Pertumbuhan di Makassar dipengaruhi peningkatan penumpang kapal Pelni dan Dharma Lautan Utama.

    Yusida mengatakan Pelindo masih mencermati sejumlah indikator yang belum mencapai sasaran, khususnya trafik barang nonpetikemas dan aktivitas peti kemas di beberapa cabang. Perseroan juga akan berkoordinasi dengan pengguna jasa, perusahaan pelayaran, dan pemangku kepentingan daerah hingga akhir 2026.

    “Kami terus berkoordinasi dengan pengguna jasa, perusahaan pelayaran, dan pemangku kepentingan daerah untuk mengoptimalkan potensi muatan serta menjaga kelancaran pelayanan kapal dan barang hingga akhir tahun,” tutup Yusida.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More