Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Daya PLTA Anjlok 600 MW, PLN Percepat Pemulihan Sistem Listrik Sulbagsel

Kota Makassar
2 min read
Daya PLTA Anjlok 600 MW, PLN Percepat Pemulihan Sistem Listrik Sulbagsel
Penurunan kondisi hidrologi akibat pengaruh el nino turut memengaruhi daya mampu sejumlah pembangkit hidro, termasuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Bakaru. (Dok. PLN UID Sulselrabar)
  • Daya mampu pembangkit hidro di Sistem Sulbagsel turun dari sekitar 850 MW menjadi 250 MW akibat kondisi hidrologi yang dipengaruhi El Nino.
  • Penurunan produksi terjadi pada PLTA Poso, Bakaru, Malea, serta sejumlah PLTM; PLN mengoptimalkan pembangkit tersedia dan memperbaiki PLTU Jeneponto.
  • PLN mengejar tambahan pasokan, berkoordinasi untuk Teknologi Modifikasi Cuaca, serta memantau sistem secara real time guna menyesuaikan operasi pembangkit.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Makassar, IDN Times - PT PLN (Persero) melakukan sejumlah langkah percepatan untuk memulihkan keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan listrik pada Sistem Kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel). Kondisi ini dipengaruhi penurunan daya mampu sejumlah pembangkit, terutama pembangkit hidro.

General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar), Edyansyah, mengatakan daya mampu pembangkit hidro yang sebelumnya berada di kisaran 850 megawatt (MW) kini hanya sekitar 250 MW. Penurunan sekitar 600 MW tersebut terjadi di tengah kondisi hidrologi yang dipengaruhi fenomena El Nino.

  1. 1. El nino pengaruhi produksi sejumlah pembangkit hidro

    Petugas melakukan pemeriksaan dan pengecekan peralatan pembangkit sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan dan optimalisasi daya mampu
    Petugas melakukan pemeriksaan dan pengecekan peralatan pembangkit sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan dan optimalisasi daya mampu pasok Sistem Sulbagsel. (Dok. PLN UID Sulselrabar)

    Menurut Edyansyah, penurunan produksi terjadi pada sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), di antaranya PLTA Poso, Bakaru, dan Malea. Kondisi serupa juga terjadi pada sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM).

    “Penurunan daya mampu pembangkit hidro menjadi salah satu tantangan yang kami hadapi dalam menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik di Sistem Sulbagsel. Kondisi hidrologi yang dipengaruhi fenomena El Nino berdampak pada produksi sejumlah pembangkit hidro, sehingga daya mampu pasok mengalami penurunan yang cukup signifikan,” ujar Edyansyah.

    Untuk mengatasi kondisi tersebut, PLN mengoptimalkan pembangkit yang masih tersedia sekaligus mempercepat proses pemulihan dan perbaikan pembangkit yang mengalami kendala teknis. Salah satunya adalah PLTU Jeneponto yang saat ini tengah menjalani proses pemulihan dan perbaikan.

  2. 2. PLN kejar tambahan pasokan dari pembangkit

    Ilustrasi PLN. (IDN Times/Arief Rahmat)
    Ilustrasi PLN. (IDN Times/Arief Rahmat)

    PLN juga mendorong tambahan pasokan dari pembangkit lainnya untuk memperkuat sistem kelistrikan Sulbagsel. Langkah tersebut dilakukan secara paralel dengan optimalisasi pembangkit yang masih beroperasi.

    “Kami terus melakukan langkah-langkah percepatan secara paralel. Setiap tambahan megawatt sangat berarti untuk memperkuat sistem. Karena itu, seluruh potensi pembangkit yang tersedia terus kami optimalkan, sementara proses pemulihan dan perbaikan pembangkit juga terus dikawal,” lanjut Edyansyah.

    Selain dari sisi pembangkit, PLN berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait untuk melakukan mitigasi terhadap kondisi hidrologi. Salah satu langkah yang dilakukan yakni melalui Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk meningkatkan potensi ketersediaan air bagi pembangkit hidro.

  3. 3. Kondisi sistem dipantau secara real time

    Petugas dispatcher PLN UP2D Sulselrabar memantau kondisi sistem kelistrikan Sulselrabar secara real time dari pusat pengaturan sistem. (Dok.
    Petugas dispatcher PLN UP2D Sulselrabar memantau kondisi sistem kelistrikan Sulselrabar secara real time dari pusat pengaturan sistem. (Dok. PLN UID Sulselrabar)

    Dari sisi operasional, PLN terus memantau kondisi Sistem Sulbagsel secara real time. Pola operasi pembangkit kemudian disesuaikan dengan kondisi pasokan dan kebutuhan listrik untuk menjaga kestabilan sistem.

    “Kami memahami kondisi ini berdampak kepada masyarakat. Karena itu, PLN terus berupaya mempercepat pemulihan dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia. Kami akan terus mengevaluasi perkembangan sistem dari waktu ke waktu agar keseimbangan suplai dan kebutuhan listrik dapat segera kembali,” ucap Edyansyah.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More