Damkarmat Ungkap Kebakaran Permukiman Makassar Banyak Dipicu Listrik

- Damkarmat Makassar menyebut korsleting dan instalasi listrik tidak sesuai menjadi pemicu kebakaran terbanyak di permukiman, terutama akibat sambungan listrik berlebihan.
- Bangunan yang berdempetan serta material seperti kayu, tripleks, dan terpal plastik membuat api cepat merambat di kawasan permukiman padat.
- Hingga September 2026, pembakaran sampah atau alang-alang memicu 121 kebakaran; warga diimbau memeriksa listrik, memakai perangkat sesuai standar SNI, serta mengecek peralatan gas.
Makassar, IDN Times - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar mengungkap kebakaran di kawasan permukiman paling banyak dipicu oleh masalah kelistrikan. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena rumah di permukiman padat umumnya berdempetan dan menggunakan material yang mudah terbakar.
Kepala Dinas Damkarmat Kota Makassar, Fadli Wellang, mengatakan korsleting listrik menjadi penyebab yang paling banyak ditemukan pada kebakaran di kawasan permukiman. Kondisi itu kerap diperparah dengan penggunaan instalasi listrik yang tidak sesuai serta sambungan listrik yang berlebihan.
"Kalau di permukiman penyebab paling banyak listrik. Di permukiman padat biasanya ada juga yang menyambung-nyambung listrik karena rumahnya rata-rata kecil dan sempit," kata Fadli, Sabtu (19/9/2026).
1. Rumah padat membuat api cepat merambat

ILUSTRASI kebakaran (Dok. IDN Times) Menurut Fadli, risiko kebakaran semakin tinggi pada permukiman padat yang memiliki jarak antarbangunan berdekatan. Risiko tersebut juga meningkat jika bangunan menggunakan material yang mudah terbakar seperti papan, kayu, atau terpal plastik.
"Apalagi kalau terbuat dari bahan-bahan yang gampang terbakar, seperti dinding dari tripleks, balok-balok kayu, bisa juga terpal. Kalau terpal plastik terkena panas atau percikan api sedikit saja sudah meleleh," katanya.
Kondisi tersebut membuat api lebih cepat merambat. Terlebih jika bangunan berdempetan dan menggunakan material yang mudah terbakar.
2. Kebakaran secara keseluruhan didominasi sampah dan alang-alang

Ilustrasi kebakaran (IDN Times/Arief Rahman) Meski listrik menjadi penyebab yang banyak ditemukan di kawasan permukiman, data Damkarmat menunjukkan penyebab kebakaran secara keseluruhan pada 2026 masih didominasi pembakaran sampah atau alang-alang.
Berdasarkan data hingga September 2026, terdapat 121 kejadian yang disebabkan pembakaran sampah atau alang-alang. Sementara korsleting listrik tercatat sebanyak 37 kejadian, tabung gas atau kompor 15 kejadian, dan 83 kejadian masuk kategori penyebab lain-lain atau belum diketahui.
Fadli mengatakan kebakaran alang-alang dan lahan terbuka tetap masuk dalam pencatatan Damkarmat. Sebab, penanganannya membutuhkan proses pemadaman seperti halnya kebakaran pada objek lainnya.
"Alang-alang ini juga kami masukkan sebagai bagian tugas kami, tetap dimasukkan dalam pencatatan karena dia juga membutuhkan penanganan yang kurang lebih sama," kata Fadli.
Menurutnya, kebakaran alang-alang di area yang luas membutuhkan air dalam jumlah banyak. Penanganannya juga memerlukan mobil tangki pemadam.
3. Warga diminta periksa kabel dan colokan listrik

Ilustrasi Kebakaran. (IDN Times/Aditya Pratama) Fadli mengimbau masyarakat lebih memperhatikan kondisi instalasi listrik di rumah. Warga diminta memeriksa kabel serta menghindari penggunaan banyak peralatan elektronik pada satu colokan yang melebihi kemampuan daya.
"Jangan sampai kita memakai peralatan yang tidak sesuai dengan daya yang dipakai. Pergunakan alat-alat elektronik itu sesuai standar SNI," katanya.
Dia juga mengingatkan warga untuk memperhatikan peralatan memasak dan kondisi selang maupun regulator gas. Menurutnya, masyarakat perlu mampu mengenali tanda-tanda kerusakan pada peralatan memasak untuk mencegah kebakaran sejak awal.




















