Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

BPBD Makassar: Kekeringan Bisa Picu Kebakaran hingga Ekonomi Terganggu

Kota Makassar
BPBD Makassar: Kekeringan Bisa Picu Kebakaran hingga Ekonomi Terganggu
Ilustrasi musim kemarau. IDN Times/Asrhawi Muin
  • BPBD Makassar mengingatkan kekeringan berkepanjangan tidak hanya mengurangi air bersih, tetapi juga dapat memicu dampak berantai pada kebakaran, kesehatan, kelistrikan, dan ekonomi warga.
  • Cuaca panas serta lingkungan kering meningkatkan risiko kebakaran akibat percikan api dan memperbesar potensi gangguan kesehatan, termasuk ISPA, radang tenggorokan, serta masalah pernapasan.
  • Penurunan debit air berpotensi mengganggu PLTA dan memicu pemadaman bergilir, berdampak pada usaha kecil; BPBD menyiapkan distribusi air bersih serta sumber air alternatif.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Makassar, IDN Times - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar mengingatkan dampak kekeringan tidak hanya berkaitan dengan berkurangnya ketersediaan air bersih. Kondisi tersebut berpotensi merembet ke berbagai sektor, mulai dari kebakaran, kesehatan, kelistrikan hingga perekonomian masyarakat.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Muhammad Fadli Tahar, mengatakan kekeringan berkepanjangan dapat memicu berbagai persoalan turunan. Dampaknya dapat dirasakan langsung dalam kehidupan masyarakat.

"Jadi ini akan menggurita jadinya nanti kekeringan ini, bukan cuma kekeringan habis air," kata Fadli, Rabu (26/8/2026).

  1. 1. Risiko kebakaran meningkat

    Ilustrasi kebakaran. ANTARA FOTO/REUTERS/Costas Baltas)
    Ilustrasi kebakaran. ANTARA FOTO/REUTERS/Costas Baltas)

    Fadli mengatakan kondisi cuaca yang panas dan kering membuat lingkungan lebih mudah terbakar. Percikan api yang kecil berpotensi memicu kebakaran dan api dapat lebih cepat merambat.

    "Kekeringan, otomatis yang terpicu apa? Satu, yang paling penting kebakaran. Pasti akan meningkat juga kebakaran, kenapa? Cuaca panas, gampang terpercik api, gampang api berpindah," katanya. 

    Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Warga juga diimbau mewaspadai berbagai sumber api yang berpotensi memicu kebakaran.

  2. 2. Gangguan kesehatan mengintai

    Ilustrasi ISPA. IDN Times/ istimewa
    Ilustrasi ISPA. IDN Times/ istimewa

    Selain kebakaran, kekeringan juga berpotensi meningkatkan gangguan kesehatan masyarakat. Kondisi lingkungan yang kering dapat memicu persoalan pernapasan dan meningkatkan risiko penyebaran sejumlah penyakit.

    "Yang kedua, gangguan kesehatan. Di kekeringan seperti ini gampang menular ISPA, radang tenggorokan, pernapasan, gangguan pernapasan, dan lain-lain," katanya.

  3. 3. Kekeringan berpotensi mengganggu listrik dan ekonomi

    (Ilustrasi mati listrik) IDN Times/Hendra Simanjuntak
    (Ilustrasi mati listrik) IDN Times/Hendra Simanjuntak

    Fadli juga mengingatkan penurunan debit air dapat berdampak terhadap pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Jika pasokan air berkurang, maka kemampuan pembangkit untuk beroperasi juga dapat terganggu.

    "Otomatis kalau debit air menurun, maka tidak bisa berfungsi atau beroperasi lagi. Nah, bagaimana caranya supaya bertahan? Ada pemadaman gilir," jelasnya.

    Gangguan listrik tersebut dapat berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Kondisi ini terutama dirasakan pelaku usaha kecil yang membutuhkan listrik untuk menjalankan usahanya.

    "Kalau pemadaman listrik, berdampak kepada apa? Usaha kecil mungkin yang butuh pendingin, yang butuh mungkin pemanas apa untuk mereka, mereka tidak bisa berjalan lagi usahanya. Otomatis berdampak kepada perekonomian masyarakat," katanya. 

    Karena itu, BPBD Makassar menyiapkan langkah intervensi untuk mengurangi dampak kekeringan. Upaya tersebut mencakup distribusi air bersih dalam jangka pendek dan penyediaan sumber air alternatif untuk jangka panjang.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More