Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

24.243 Jiwa Terdampak Kekeringan, Makassar Tetapkan Status Darurat

Kota Makassar
24.243 Jiwa Terdampak Kekeringan, Makassar Tetapkan Status Darurat
BPBD Kota Makassar bersiap menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan, Rabu (26/8/2026). IDN Times/Asrhawi Muin
  • Sebanyak 24.243 warga di enam kecamatan Makassar terdampak kekeringan, sehingga pemerintah kota menetapkan status tanggap darurat sejak 7 Agustus 2026 berdasarkan asesmen cepat BPBD.
  • BPBD mendeteksi 173 titik kekeringan di 27 kelurahan, dengan prioritas penanganan di Tallo, Ujung Tanah, Tamalanrea, Biringkanaya, Panakkukang, dan Manggala; Buloa termasuk paling parah.
  • BPBD menyalurkan air bersih ke 20–30 titik per hari melalui Posko Tanggap Darurat, sementara Dinas PU menyiapkan 18 sumur dalam, dengan tiga titik telah siap.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Makassar, IDN Times - Sebanyak 24.243 jiwa terdampak kekeringan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Data tersebut berdasarkan hasil asesmen cepat yang dilaksanakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Muhammad Fadli Tahar, mengatakan sebanyak puluhan jiwa terdampak kekeringan. Warga terdampak tersebut tersebar di enam kecamatan.

"Sebanyak 24.243 jiwa itu yang terdampak. Itu secara keseluruhan dari enam kecamatan," kata Fadli, saat ditemui di kantornya, Rabu (26/8/2026).

  1. 1. Makassar berstatus tanggap darurat kekeringan

    IMG_20260826_120505.jpg
    Tandon untuk bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan, Rabu (26/8/2026). IDN Times/Asrhawi Muin

    Pemerintah Kota Makassar telah resmi menetapkan status tanggap darurat bencana kekeringan sejak 7 Agustus 2026. Penetapan tersebut ditetapkan setelah BPBD menemukan dampak kekeringan di sejumlah wilayah.

    Fadli mengatakan hasil asesmen cepat menjadi salah satu dasar pemerintah. Data tersebut menjadi pertimbangan dalam menetapkan status tanggap darurat kekeringan.

    "Jadi kita lakukan pendataan dengan asesmen, namanya Asesmen Kajian Cepat. Jadi potensi terdampak. Sehingga nantinya dengan dasar itulah kita tetapkan status," katanya. 

    Dengan status tanggap darurat, BPBD dapat mengoordinasikan penanganan kekeringan bersama sejumlah pemangku kepentingan. BPBD juga dapat memberikan intervensi langsung kepada masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih.

  2. 2. Ada 173 titik kekeringan di enam kecamatan

    IMG-20260822-WA0501.jpg
    Petugas menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di salah satu wilayah Kota Makassar, Sabtu (22/8/2026). (Dok. BPBD Makassar)

    Selain mencatat jumlah warga terdampak, BPBD juga mendeteksi 173 titik kekeringan yang tersebar di 27 kelurahan dan enam kecamatan. Enam wilayah yang menjadi prioritas penanganan yakni Kecamatan Tallo, Ujung Tanah, Tamalanrea, Biringkanaya, Panakkukang, dan Manggala.

    Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo, menjadi salah satu wilayah dengan kondisi kekeringan paling parah. Hal tersebut berdasarkan hasil pemeringkatan BPBD.

  3. 3. Air bersih disalurkan 20-30 titik setiap hari

    IMG-20260822-WA0250.jpg
    Petugas menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di salah satu wilayah Kota Makassar, Sabtu (22/8/2026). (Dok. BPBD Makassar)

    Sebagai langkah jangka pendek, BPBD bersama sejumlah stakeholder menyalurkan air bersih ke wilayah yang terdampak. Penyaluran air menyasar sekitar 20 hingga 30 titik setiap hari dengan melibatkan armada dari berbagai pihak.

    "Yang paling pertama adalah secara jangka pendek, menyalurkan langsung air itu ke 173 titik itu setiap hari," kata Fadli.

    Menurutnya, distribusi air dipusatkan melalui Posko Tanggap Darurat agar penanganan berjalan secara terkoordinasi. Dengan begitu, kebutuhan air bersih warga dapat segera dipenuhi.

  4. 4. Pemkot siapkan sumber air alternatif

    IMG_20260826_153011.jpg
    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, Muhammad Fadli Tahar. IDN Times/Asrhawi Muin

    Penanganan kekeringan tidak hanya mengandalkan distribusi air menggunakan mobil tangki. Pemkot Makassar juga menyiapkan sumber air alternatif untuk jangka panjang.

    Dinas Pekerjaan Umum (PU) mengalokasikan pembangunan 18 titik sumur dalam. Sumur tersebut akan ditempatkan di sejumlah wilayah terdampak.

    "Karena itu memang penganggaran Dinas PU tahun ini, menurut informasi saat rapat ada 18 titik. Tiga titik sudah siap, tersebar di enam kecamatan," ungkapnya.

    Sumur dalam tersebut diharapkan dapat membuat masyarakat lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan air. Keberadaan sumur juga diharapkan mengurangi ketergantungan terhadap bantuan air bersih selama kekeringan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More